{"id":974,"date":"2022-02-11T16:49:00","date_gmt":"2022-02-11T09:49:00","guid":{"rendered":"http:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/?p=974"},"modified":"2025-06-15T22:44:17","modified_gmt":"2025-06-15T15:44:17","slug":"hutan-konservasi-pengertian-jenis-fungsi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/hutan-konservasi-pengertian-jenis-fungsi\/","title":{"rendered":"Hutan Konservasi: Pengertian, Jenis, dan Fungsinya Lengkap (2025)"},"content":{"rendered":"\n<p>Hutan konservasi adalah suatu area <a href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/tag\/hutan\/\" target=\"_blank\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/tag\/hutan\/\" rel=\"noreferrer noopener\">hutan<\/a> yang dilindungi untuk melestarikan hutan dan seluruh kehidupan di dalamnya dari kerusakan dan <a href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/pengertian-deforestasi-penyebab-dan-dampak\/\" target=\"_blank\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/pengertian-deforestasi-penyebab-dan-dampak\/\" rel=\"noreferrer noopener\">deforestasi<\/a>. Sehingga fungsi hutan tersebut tetap terjaga dan berjalan sebagaimana mestinya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa yang Dimaksud dengan Hutan Konservasi?<\/h2>\n\n\n\n<p>Menurut Undang-Undang Nomor 41 tahun 1999 tentang <a href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/category\/hutanpedia\/\" target=\"_blank\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/category\/hutanpedia\/\" rel=\"noreferrer noopener\">Kehutanan<\/a>, hutan konservasi adalah kawasan hutan dengan ciri khas tertentu yang memiliki fungsi pokok sebagai pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Jenis hutan ini cenderung terbentuk dari hutan alam iyang memiliki <a href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/katalog-pohon\" target=\"_blank\" data-type=\"URL\" data-id=\"https:\/\/lindungihutan.com\/katalog-pohon\" rel=\"noreferrer noopener\">berbagai macam jenis tanaman<\/a>. Keanekaragaman jenis tanaman yang tinggi akan membantu hutan tetap menjaga keseimbangan ekologinya.<\/p>\n\n\n\n<p>Konsep &#8220;konservasi&#8221; dikemukakan oleh Theodore Roosevelt yang merupakan orang Amerika pertama yang mengemukakan tentang istilah ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Pengertian konservasi adalah <em>the wise use of natural resource<\/em> (pemanfaatan sumberdaya alam secara bijaksana). Konservasi juga dapat dipandang dari segi ekonomi dan ekologi.<\/p>\n\n\n\n<p>Kegiatan konservasi dari segi ekonomi berarti mencoba mengalokasikan sumberdaya alam untuk pemenuhan kebutuhan saat ini. Sedangkan dari segi ekologi, konservasi merupakan alokasi sumberdaya alam untuk sekarang dan masa depan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/hutan-adalah-jenis-ciri-dan-manfaat-hutan\/\" target=\"_blank\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/hutan-adalah-jenis-ciri-dan-manfaat-hutan\/\" rel=\"noreferrer noopener\">Hutan Adalah: Pengertian, Ciri-ciri, Jenis dan Manfaat Hutan bagi Kehidupan<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Luas Hutan Konservasi di Indonesia<\/h2>\n\n\n\n<p>Luas hutan konservasi di Indonesia hampir mencapai 27 juta hektar. Hutan ini dibagi menjadi beberapa cakupan yang dijabarkan pada tabel di bawah ini:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><tbody><tr><td><strong>Jenis Hutan Konservasi<\/strong><\/td><td><strong>Jumlah<\/strong><\/td><td><strong>Luas (hektar)<\/strong><\/td><\/tr><tr><td>Cagar Alam<\/td><td>227<\/td><td>4.110.301,66<\/td><\/tr><tr><td>Suaka Margasatwa<\/td><td>75<\/td><td>5.029.726,54<\/td><\/tr><tr><td>Taman Nasional<\/td><td>50<\/td><td>16,372,064.64<\/td><\/tr><tr><td>Taman Hutan Raya<\/td><td>23<\/td><td>351.680,41<\/td><\/tr><tr><td>Taman Wisata Alam<\/td><td>115<\/td><td>748.571,85<\/td><\/tr><tr><td>Taman Buru<\/td><td>13<\/td><td>220.951,44<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><figcaption class=\"wp-element-caption\">Tabel pembagian jumlah dan luas hutan konservasi di Indonesia pada tahun 2022.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Menurut laporan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menunjukkan terdapat 6.381 desa, termasuk 134 komunitas masyarakat adat, yang tinggal di sekitar hutan konservasi Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"2000\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Hutan-konservasi-adalah.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-13207\" title=\"\"><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Manfaat Hutan Konservasi<\/h2>\n\n\n\n<p>Hutan memiliki ekosistem yang sangat beragam, sehingga dapat diklasifikasikan berdasarkan manfaat dan tujuan tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p>Kawasan hutan konservasi merujuk kepada suatu kawasan yang dilindungi. Tujuan dan fungsi hutan konservasi yaitu: <\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Perlindungan<\/h3>\n\n\n\n<p>Manfaat hutan konservasi sebagai tempat perlindungan keanekaragaman hayati dan sistem penyangga kehidupan di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Pelestarian<\/h3>\n\n\n\n<p>Selanjutnya yaitu sebagai pelestarian <a href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/keanekaragaman-hayati\/\" target=\"_blank\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/keanekaragaman-hayati\/\" rel=\"noreferrer noopener\">seluruh keanekaragaman hayati<\/a> yang terdapat didalam hutan dan tetap lestari sehingga terhindar dari kepunahan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Pemanfaatan<\/h3>\n\n\n\n<p>Tujuan pemanfaatan kekayaan hutan berupa flora dan fauna yang dapat dimanfaatkan dengan bijak dan tentunya penuh tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n<p>Konservasi sumber daya alam dikelola untuk menjamin pemanfaatannya dilakukan secara bijaksana, sehingga menjamin kesinambungan dengan menjaga persediaannya tetap terpelihara.<\/p>\n\n\n\n<p>Tujuan dan sasaran dari pengelolaan dan konservasi sumber daya alam antara lain yaitu:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li style=\"font-size:17px\">Keselarasan antara manusia dan lingkungan, tercapainya keselarasan hubungan antara manusia dengan lingkungan yang saling menguntungkan.<\/li>\n\n\n\n<li style=\"font-size:17px\">Pemanfaatan sumber daya alam, terkendalinya pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana.<\/li>\n\n\n\n<li style=\"font-size:17px\">Terwujudnya peran manusia sebagai pembina lingkungan hidup.<\/li>\n\n\n\n<li style=\"font-size:17px\">Terlaksananya pembangunan berwawasan lingkungan untuk kepentingan generasi sekarang dan mendatang.<\/li>\n\n\n\n<li style=\"font-size:17px\">Terlindunginya negara terhadap dampak dari kegiatan di luar wilayah negara yang menyebabkan kerusakan dan pencemaran lingkungan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Taman nasional juga harus mengandung satu atau beberapa ekosistem yang masih utuh, serta memiliki keadaan alam yang asli dan alami yang dapat dikembangkan sebagai objek pariwisata alam.<\/p>\n\n\n\n<p>Kawasan taman nasional dibagi ke dalam beberapa zona, antara lain zona inti, zona pemanfaatan, zona rimba, dan zona lainnya. <\/p>\n\n\n\n<p>Penetapan zona lainnya dilakukan dengan mempertimbangkan kepentingan rehabilitasi kawasan dan ketergantungan masyarakat sekitar. Untuk mendukung upaya pelestarian sumber daya alam hayati dan ekosistemnya, suatu area juga dapat ditetapkan sebagai zona tersendiri.<\/p>\n\n\n\n<p>Saat ini, terdapat 55 taman nasional di Indonesia. Enam di antaranya merupakan situs warisan dunia, sembilan taman menjadi bagian dari jaringan cagar biosfer dunia, lima taman merupakan lahan basah yang dilindungi secara internasional melalui Konvensi Ramsar, dan sembilan taman didominasi oleh wilayah perairan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Jenis-jenis Hutan Konservasi<\/h2>\n\n\n\n<p>UU No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan lebih lanjut merinci kawasan hutan konservasi ke dalam 3 (tiga) kawasan, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Kawasan Hutan Suaka Alam (KSA)<\/h3>\n\n\n\n<p>Kawasan Suaka Alam (KSA) adalah kawasan hutan negara yang memiliki ciri khas tertentu. Kawasan ini ditetapkan untuk tujuan pengawetan dan perlindungan terhadap keanekaragaman tumbuhan, satwa, dan ekosistemnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Fungsi utamanya adalah menjaga kelestarian alam secara alami tanpa campur tangan manusia. Selain fungsi tersebut, Suaka Alam juga berperan sebagai wilayah penyangga sistem kehidupan.<\/p>\n\n\n\n<p>Wilayah konservasi ini masih membolehkan dilakukannya manipulasi oleh manusia untuk mempertahankan ciri-ciri komunitas yang khas dan mendukung spesies tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p>Kawasan hutan suaka alam dibagi menjadi dua yaitu cagar alam dan suaka margasatwa. Perbedaan antara cagar alam dan suaka margasatwa tercantum dalam tabel di bawah ini:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table is-style-regular\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td><strong>Cagar Alam<\/strong><\/td><td><strong>Suaka Margasatwa<\/strong><\/td><\/tr><tr><td>Konservasi berfokus pada lingkungan dan biota yang ada di dalamnya<\/td><td>Konservasi berfokus pada satwa liar<\/td><\/tr><tr><td>Ukurannya relatif kecil<\/td><td>Ukurannya sedang hingga luas<\/td><\/tr><tr><td>Habitat di dalamnya termasuk rapuh<\/td><td>Habitat relatif utuh<\/td><\/tr><tr><td>Dibutuhkan upaya pelestarian dan konservasi yang tinggi<\/td><td>Dibutuhkan langkah pelestarian sedang sampai ketat<\/td><\/tr><tr><td>Perlindungan sangat ketat, tidak sembarang orang dapat melakukan kegiatan didalamnya<\/td><td>Dapat dimanfaatkan untuk kegiatan seperti penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan, wisata edukasi, atau kegiatan lainnya yang menunjang budidaya<\/td><\/tr><tr><td>Contoh : Cagar Alam Arjuno Lalijiwo, Cagar Alam Bukti Kelam Sintang, Cagar Alam Pulau Kaget<\/td><td>Contoh : Suaka Margasatwa Lore Lindu, Suaka Margasatwa Taman Nasional Way Kambas, Suaka Margasatwa Buton Utara<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><figcaption class=\"wp-element-caption\">Tabel perbedaan antara Cagar Alam dan Suaka Margasatwa<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Kawasan Hutan Pelestarian Alam (KPA)<\/h3>\n\n\n\n<p>KPA adalah kawasan hutan negara dengan ciri khas tertentu yang mempunyai fungsi pokok perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa, serta pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Kawasan pelestarian alam menurut Undang-undang No.5 Tahun 1990 didefinisikan sebagai kawasan dengan ciri khas tertentu baik di darat maupun di perairan. Kawasan pelestarian alam terdiri atas Taman Nasional, Taman Wisata Alam, dan Taman Hutan Raya.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">A. Taman Nasional (TN)<\/h4>\n\n\n\n<p>Taman nasional adalah kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, menunjang budaya, pendidikan, pariwisata, dan rekreasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Taman nasional sendiri dapat diartikan sebagai tanah yang dilindungi, biasanya dikelola oleh pemerintah pusat dari perkembangan manusia dan polusi. Kawasan taman nasional masuk ke dalam kawasan yang dilindungi <em>(protected area)<\/em> oleh World Conservation Union Kategori II.<\/p>\n\n\n\n<p>Kawasan taman nasional memiliki beberapa kriteria untuk ditetapkan sebagai sebuah kawasan yang direkomendasikan menjadi taman nasional.<\/p>\n\n\n\n<p>Wilayah taman nasional harus memiliki luas yang cukup untuk menjamin kelangsungan proses ekologis secara alami. Serta mempunyai sumber daya alam yang khas dan unik berupa tumbuhan ataupun satwa dan ekosistemnya serta gejala alam yang masih utuh atau alami.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/9-jenis-hutan-dan-ciri-hutan-di-indonesia\/\" target=\"_blank\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/9-jenis-hutan-dan-ciri-hutan-di-indonesia\/\" rel=\"noreferrer noopener\">9 Jenis Hutan dan Ciri-ciri Hutan di Indonesia<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">B. Taman Wisata Alam (TWA)<\/h4>\n\n\n\n<p>Taman wisata alam adalah kawasan hutan dengan tujuan rekreasi alam yang berfungsi sebagai tempat wisata untuk kegiatan pariwisata.<\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun begitu, kegiatan pariwisata yang dilakukan di hutan taman wisata alam tidak boleh bertentangan dengan prinsip konservasi dan perlindungan alam.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain kegiatan pariwisata, taman wisata alam memiliki fungsi sebagai sistem penyangga kehidupan bagi daerah sekitarnya, tempat pendidikan alam, dan pengembangan ilmu pengetahuan.<\/p>\n\n\n\n<p>Pendirian taman wisata alam tidak begitu saja dapat dilakukan. Tapi membutuhkan izin Pengusahaan Pariwisata Alam (IPPA) seperti perizinan untuk wilayah konservasi suaka margasatwa, taman nasional, dan taman hutan raya.<\/p>\n\n\n\n<p>Saat ini terdapat setidaknya 118 unit taman wisata alam di Indonesia yang berupa hutan, daratan, maupun lautan.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">C. Taman Hutan Raya (TAHURA)<\/h4>\n\n\n\n<p>Taman hutan raya adalah kawasan hutan dengan tujuan untuk melindungi alam dan mengawetkan keanekaragaman hayati. Flora dan fauna yang hidup adalah asli dari habitat tersebut atau diambil dari kawasan lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Habitat dari tiap ekosistem di Tahura dapat terbentuk secara alami atau dibentuk menjadi ekosistem buatan.<\/p>\n\n\n\n<p>Pemanfaatan kawasan ini juga bertujuan untuk kepentingan seperti penelitian pengembangan ilmu pengetahuan, budidaya, dan rekreasi atau pariwisata.<\/p>\n\n\n\n<p>Saat ini setidaknya ada 22 kawasan taman hutan raya yang ada di Indonesia, contohnya adalah Tahura Raja Lelo yang berada di Bengkulu, kabupaten Bengkulu Utara dengan luas 1.122 ha yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor: 21\/Kpts\/VI\/1998, 7 Januari 1998.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Taman Buru<\/h3>\n\n\n\n<p>Taman buru adalah kawasan hutan negara yang ditetapkan sebagai tempat wisata berburu, hutan ini berfungsi untuk mengakomodasi kegiatan yang berhubungan dengan perburuan dan hobi bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p>Jumlah hutan konservasi ini hanya sedikit dan luasnya tidak seluas jenis hutan lainnya. Di beberapa negara, taman buru dijadikan sebagai lokasi tradisi untuk rekreasi berburu. <\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, jenis hutan konservasi dapat dijadikan sektor pariwisata yang mendapatkan keuntungan.<\/p>\n\n\n\n<p>Kegiatan di taman buru tidak dapat dilakukan dengan sembarang. Terdapat peraturan yang harus diikuti seperti perizinan senjata, jenis binatang yang diburu, waktu dan musim berburu, serta peraturan lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Saat ini terdapat 12 lokasi taman buru di Indonesia yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Nomor : SK. 76\/IV-KKBHL\/2015.<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu contoh taman buru yaitu Taman Buru Gunung Tambora Selatan, Nusa Tenggara Barat.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/upaya-konservasi-gajah-sumatera-tnwk\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Gajah Sumatera: Konservasi, Habitat di Taman Nasional Way Kambas, dan Upaya Reforestasi<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">FAQ<\/h2>\n\n\n<div id=\"rank-math-faq\" class=\"rank-math-block\">\n<div class=\"rank-math-list \">\n<div id=\"faq-question-1644917598606\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Apa itu Hutan Konservasi?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Hutan konservasi adalah jenis hutan yang memiliki fungsi pokok sebagai daerah perlindungan dan pemberdayaan keanekaragaman tumbuhan dan satwa dalam ekosistem aslinya.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"faq-question-1644917678664\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Apa Perbedaan Hutan Lindung dan Hutan Konservasi?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Hutan lindung bertujuan untuk menjaga ekosistem berupa kesuburan tanah, cadangan air, dan fungsi-fungsi ekologis lainnya. Sedangkan hutan konservasi memiliki fungsi untuk menjaga dan melindungi keanekaragaman hayati (flora dan fauna) di dalamnya.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"faq-question-1718292382241\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Hutan Konservasi di Indonesia Contohnya Apa Saja?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Taman nasional komodo di Nusa Tenggara Timur, Taman Nasional Gunung Leuser di Semuatra, Taman Nasional Lorentz di Papua, Taman Nasional Ujung Kulon di Banten.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"faq-question-1718292408015\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Apa tujuan penetapan hutan konservasi?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Melindungi keanekaragaman hayati, konservasi lingkungan, penelitian dan pendidikan, ekowisata berkelanjutan, pengendalian iklim.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"faq-question-1718292419236\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Apa saja yang dapat dilakukan dalam konservasi hutan?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Reboisasi, patroli dan pengawasan, pendidikan dan penyuluhan, pengelolaan sumber daya, penegakan hukum, restorasi ekosistem, penelitian, dan monitoring. <\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-call-to-action stk-block-call-to-action stk-block stk-dd16af1 is-style-default\" data-v=\"2\" data-block-id=\"dd16af1\"><div class=\"stk-block-call-to-action__content stk-content-align stk-dd16af1-column stk-container stk-dd16af1-container stk-hover-parent\"><div class=\"has-text-align-center stk-block-content stk-inner-blocks stk-dd16af1-inner-blocks\">\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span style=\"color: #005e4e;\" class=\"stk-highlight\"><span style=\"color: #005e4e;\" class=\"stk-highlight\">LindungiHutan Menanam Lebih dari 1.1 JUTA Pohon di 30+ Lokasi Penanaman Bersama 600+ Brand dan Perusahaan <\/span><\/span><\/h2>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button-group stk-block-button-group stk-block stk-e6fb50c\" data-block-id=\"e6fb50c\"><div class=\"stk-row stk-inner-blocks stk-block-content stk-button-group\">\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button stk-block stk-8f0de70\" data-block-id=\"8f0de70\"><style>.stk-8f0de70 .stk-button{background:#005e4e !important;border-radius:13px !important;}<\/style><a class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/dampak\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><span class=\"stk-button__inner-text\"><strong>Apa yang Kami Lakukan?<\/strong><\/span><\/a><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button stk-block stk-e13b701\" data-block-id=\"e13b701\"><style>.stk-e13b701 .stk-button{background:#005e4e !important;border-radius:13px !important;}<\/style><a class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/kontakkami\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><span class=\"stk-button__inner-text\"><strong>Hubungi Kami!<\/strong><\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n<\/div><\/div><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-expand stk-block-expand stk-block stk-b940016\" aria-expanded=\"false\" data-block-id=\"b940016\"><div class=\"stk-inner-blocks stk-block-content\">\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-text stk-block stk-10fe693 stk-block-expand__short-text\" aria-hidden=\"false\" data-block-id=\"10fe693\"><p class=\"stk-block-text__text\">Referensi dan rujukan artikel.<\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__show-button stk-block stk-c330ded\" data-block-id=\"c330ded\"><a aria-hidden=\"false\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Buka<\/span><\/a><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-text stk-block stk-8401c64 stk-block-expand__more-text\" aria-hidden=\"true\" data-block-id=\"8401c64\"><p class=\"stk-block-text__text\">Hutan Konservasi &#8211; Pengertian, Jenis, Fungsi &amp; Kondisi &amp; Permasalahan. (n.d.). RimbaKita.com. Retrieved February 9, 2022, from https:\/\/rimbakita.com\/hutan-konservasi\/<br><br>Septyan, A. R. (n.d.). Hutan Konservasi: Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Peraturan. Forester Act. Retrieved February 9, 2022, from https:\/\/foresteract.com\/hutan-konservasi-pengertian-fungsi-jenis-dan-peraturan\/<br><br>Septyan, A. R. (n.d.). Taman Wisata Alam: Pengertian, Fungsi, Manfaat, dan Peraturan. Forester Act. Retrieved February 9, 2022, from https:\/\/foresteract.com\/taman-wisata-alam\/<br><br>Taman Hutan Raya &#8211; Pengertian, Tujuan, Fungsi, Manfaat, Daftar &amp; Pengelolaan. (n.d.). RimbaKita.com. Retrieved February 9, 2022, from https:\/\/rimbakita.com\/taman-hutan-raya\/<br><br>Akhmaddhian, S (2013). Peran pemerintah daerah dalam mewujudkan hutan konservasi berdasarkan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan (Studi di Kabupaten \u2026. Jurnal Dinamika Hukum, dinamika hukum.fh.unsoed.ac.id, <a href=\"http:\/\/dinamikahukum.fh.unsoed.ac.id\/index.php\/JDH\/article\/view\/250\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener nofollow\">http:\/\/dinamikahukum.fh.unsoed.ac.id\/index.php\/JDH\/article\/view\/250<\/a><br><br>Safe&#8217;i, R, Kaskoyo, H, Darmawan, A, &amp; \u2026 (2020). Kajian Kesehatan Hutan dalam Pengelolaan Hutan Konservasi. Ulin Jurnal Hutan \u2026, repository.lppm.unila.ac.id, <a href=\"http:\/\/repository.lppm.unila.ac.id\/29819\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener nofollow\">http:\/\/repository.lppm.unila.ac.id\/29819\/<\/a><\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__hide-button stk-block stk-7edf5fc\" data-block-id=\"7edf5fc\"><a aria-hidden=\"true\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Tutup<\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n\n\n\n<p><strong>Penulis: <a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/ridharizkiana\/\" target=\"_blank\" data-type=\"URL\" data-id=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/ridharizkiana\/\" rel=\"noreferrer noopener\">Ridha Rizkiana<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Editor: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/author\/siktiyana\/\" target=\"_blank\" data-type=\"URL\" data-id=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/author\/siktiyana\/\" rel=\"noreferrer noopener\">M. Nana Siktiyana<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hutan konservasi adalah suatu area hutan yang dilindungi untuk melestarikan hutan dan seluruh kehidupan di dalamnya dari kerusakan dan deforestasi. Sehingga fungsi hutan tersebut tetap terjaga dan berjalan sebagaimana mestinya. Apa yang Dimaksud dengan Hutan Konservasi? Menurut Undang-Undang Nomor 41 tahun 1999 tentang Kehutanan, hutan konservasi adalah kawasan hutan dengan ciri khas tertentu yang memiliki [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":13206,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[247,252,253],"class_list":["post-974","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hutanpedia","tag-alam","tag-edukasi","tag-hutan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/974","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=974"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/974\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13206"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=974"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=974"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=974"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}