{"id":9804,"date":"2023-09-11T12:25:09","date_gmt":"2023-09-11T05:25:09","guid":{"rendered":"http:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/?p=9804"},"modified":"2023-09-11T12:26:16","modified_gmt":"2023-09-11T05:26:16","slug":"kenalan-dengan-pohon-darah-naga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/kenalan-dengan-pohon-darah-naga\/","title":{"rendered":"Pohon Darah Naga, Si Penghuni Pulau Socotra Tempat Kemunculan Dajjal?"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pernahkah kalian mendengar tentang Pohon Darah Naga? Yup, sekilas nama <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/category\/hutanpedia\/\">pohon<\/a> ini memanglah sangat unik.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dinamakan \u201cDarah Naga\u201d karena pohon ini mengeluarkan cairan getah yang memiliki warna merah yang intens dan sangat menyerupai darah. Ketika bagian pohon ini disayat, terlihat getahnya yang kemerahan seperti darah mengalir keluar dari luka yang ditimbulkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, pohon yang memiliki nama ilmiah <em>Dracaena cinnabari<\/em> ini juga memiliki ciri fisik yang khas. Bagaimana selengkapnya? Yuk simak penjelasan berikut ini!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Taksonomi dan Ciri Ciri Pohon Darah Naga<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Dracaena cinnabari<\/em> memiliki penampilan yang sangat khas, dengan cabang-cabang yang tumbuh menyebar seperti payung. Daunnya berwarna hijau yang terkonsentrasi di ujung cabang, dan kulit batang yang terasa kasar (Adolt &amp; Pavlis, 2004).&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pohon ini terkenal karena kandungan getahnya yang dikenal sebagai \u201cDragon\u2019s Blood.\u201d Berikut adalah beberapa ciri-ciri <em>Dracaena cinnabari<\/em>, yang dikenal sebagai &#8220;Dragon&#8217;s Blood Tree&#8221;:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td>Kerajaan <\/td><td>Plantae<\/td><\/tr><tr><td>Divisi<\/td><td>Angiospermae<\/td><\/tr><tr><td>Kelas<\/td><td>Monocotyledonae<\/td><\/tr><tr><td>Ordo<\/td><td>Asparagales<\/td><\/tr><tr><td>Famili<\/td><td>Asparagaceae<\/td><\/tr><tr><td>Genus<\/td><td>Dracaena<\/td><\/tr><tr><td>Spesies<\/td><td>Dracaena cinnabari<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/tumbuhan-endemik-asli-indonesia\/\">10+ Tumbuhan Endemik Asli Indonesia Lengkap<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Bentuk Pohon yang Khas<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u00a0<em>Dracaena cinnabari<\/em> memiliki bentuk pohon yang sangat khas, dengan cabang-cabang yang tumbuh menyebar seperti payung atau payung terbalik (Habrova dkk, 2009). Pohon ini memiliki penampilan yang sangat unik dan mudah dikenali.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Cabang dan Daun<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Daun-daun <em>Dracaena cinnabari<\/em> tumbuh di ujung cabang-cabang yang terbentuk seperti payung. Daun-daunnya berbentuk seperti pedang dan memiliki warna hijau gelap (Habrova dkk, 2009).<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Gambar-pohon-darah-naga-1.webp\" alt=\"Gambar-pohon-darah-naga\" class=\"wp-image-9802\" title=\"\"><figcaption>Gambar pohon darah naga atau  dikenal juga sebagai  Dragon&#8217;s Blood Tree <\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Batang Kasar<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Batang pohon ini memiliki kulit yang terasa kasar dan berwarna cokelat kemerahan. Batang tersebut sering kali berbentuk seperti botol dengan leher yang sempit.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Buah<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Buahnya adalah kapsul berbentuk bola yang berwarna hijau ketika muda dan kemudian berubah menjadi merah tua saat matang.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Getah<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu ciri yang paling terkenal dari <em>Dracaena cinnabari<\/em> adalah produksi getah merah yang dikenal sebagai &#8220;Dragon&#8217;s Blood.&#8221; Getah ini diperoleh dengan membuat luka pada kulit batang, dan digunakan dalam berbagai aplikasi, termasuk sebagai pewarna, obat-obatan, dan bahan dalam parfum dan perhiasan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Getah-pohon-darah-naga.webp\" alt=\"Gambar getah pohon darah naga\" class=\"wp-image-9801\" title=\"\"><figcaption>Getah pohon darah naga.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Ukuran<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pohon-pohon Dragon&#8217;s Blood Tree bisa cukup besar, dengan beberapa individu yang dapat mencapai tinggi lebih dari 10 meter.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">7. Akar<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Dracaena cinnabari<\/em> memiliki akar yang sering kali dangkal dan meluas untuk menangkap air hujan yang langka di daerah habitatnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">8. Perbungaan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meskipun pohon ini menghasilkan bunga, bunga-bunga tersebut sering kali tidak terlalu mencolok dan tidak sebanding dengan karakteristik lainnya seperti bentuk dan getahnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ciri-ciri morfologis ini membantu pohon ini beradaptasi dengan kondisi lingkungan kering dan berbatu di habitat aslinya di Kepulauan Socotra.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Habitat dan Sebaran Pohon Darah Naga<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Dracaena cinnabari<\/em> merupakan jenis pohon endemik yang hanya ditemukan di wilayah tertentu di belahan dunia ini. Pohon darah naga berasal dari Kepulauan Socotra, sebuah kepulauan di bagian negara Yaman yang terletak di Samudra Hindia (Happy &amp; Verdiana, 2017).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pohon ini tumbuh pada kondisi iklim kering, berbatu, dan berangin cukup kencang. Pohon ini tumbuh pada topografi yang bervariasi, mulai dari pantai hingga pegunungan yang tandus dan berbatu.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"2000\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Gambar-Pohon-Darah-Naga.webp\" alt=\"Pohon darah naga\" class=\"wp-image-9800\" title=\"\"><figcaption>Infografis tentang pohon darah naga oleh LindungiHutan.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Status Kelangkaan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut IUCN red list, <em>Dracaena cinnabari<\/em> termasuk dalam jenis pohon yang rentan terhadap kepunahan (vulnerable). Kegiatan penebangan kayu, perubahan habitat, hingga pengumpulan getah darah naga yang berlebihan mengakibatkan penurunan populasi yang tidak seimbang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/mengenal-tanaman-catnip\/\">Tanaman Catnip, Klasifikasi, Ciri-Ciri, dan Manfaatnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Manfaat Pohon Darah Naga<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pohon darah naga memiliki beragam manfaat, terutama terkait dengan penggunaan getah merahnya. Berikut beberapa manfaat utama dari pohon ini:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Pewarna Alami<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Getah pohon jenis ini telah digunakan sebagai pewarna alami dalam berbagai aplikasi, termasuk cat, tinta, dan pewarna tekstil (Al-Awthan &amp; Bahattab, 2021). Warna merah yang dihasilkan oleh getah ini sangat menarik dan tahan lama.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Obat Tradisional<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Getah pohon ini juga digunakan dalam obat-obatan tradisional untuk pengobatan luka, infeksi kulit, dan masalah pernapasan (Al-Awthan &amp; Bahattab, 2021). Sebab, sifatnya yang antiseptik dan anti-inflamasi dapat membantu dalam pengobatan beberapa kondisi kesehatan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Parfum dan Kosmetik<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Getah pohon ini digunakan dalam pembuatan parfum, kosmetik, dan produk perawatan kulit karena aroma khasnya dan kemampuannya untuk memberikan warna dan tekstur yang unik pada produk-produk ini (Al-Awthan &amp; Bahattab, 2021).<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Kayu Bernilai Tinggi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kayu pohon ini juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan telah digunakan dalam pembuatan furnitur dan barang-barang tangan lainnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Nilai Ekologi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain manfaat manusia, pohon ini memiliki nilai ekologi karena berkontribusi pada keseimbangan ekosistem di habitat alaminya. Pohon ini menyediakan habitat untuk beberapa spesies satwa liar dan membantu menjaga kondisi tanah yang sehat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meskipun pohon ini memiliki manfaat ekonomi dan penggunaan tradisional yang penting, tetapi tak kalah penting pula melindungi spesies ini dan menggunakan sumber dayanya dengan berkelanjutan untuk memastikan kelangsungannya di alam liar. Oleh karena itu, upaya konservasi dan pelestarian terhadap pohon jenis ini menjadi penting.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Legenda Apa yang Melekat Dengan Pohon Dragon\u2019s Blood?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah mengetahui karakteristik dan manfaat dari pohon ini, ternyata pohon ini juga menyimpan cerita unik yang melekat di dalamnya. Konon, beberapa kalangan masyarakat menghubungkan pulau Socotra yang merupakan habitat alami pohon darah naga tempat dajjal muncul (Happy &amp; Verdiana, 2017).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pulau Socotra digadang-gadang sebagai tempat persembunyian dajjal. Cerita tersebut mencuat lantaran keunikan ekosistem yang ada di pulau ini sangatlah identik yang tidak ditemukan di tempat lain. Mulai dari pohonnya yang mengeluarkan darah berwarna merah seperti darah, hingga adanya hutan kemenyan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Eksistensi ekosistem yang dinilai cukup unik dan aneh tersebutlah yang menjadi pokok-pokok asumsi pulau Socotra dan pohon darah naga tempat dajjal bersembunyi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/mengenal-pohon-sosis\/\">Pohon Sosis, Tak Hanya Buahnya yang Unik, Manfaatnya juga Tak Main-Main<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"Trembesi, Pohon Peneduh dengan Bentuk yang Cantik\" width=\"740\" height=\"416\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/sDn7lrjs71o?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-call-to-action is-style-default stk-block-call-to-action stk-block stk-7987b30\" data-block-id=\"7987b30\"><div class=\"stk-block-call-to-action__content stk-content-align stk-7987b30-column stk-container stk-7987b30-container stk-hover-parent\"><div class=\"has-text-align-center stk-block-content stk-inner-blocks\">\n<p class=\"has-large-font-size wp-block-paragraph\"><strong><span style=\"color: #005e4e;\" class=\"stk-highlight\">Bersama LindungiHutan Wujudkan Aksi Mudah Lestarikan Hutan dan Alam<\/span><\/strong><\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-text stk-block stk-8e66314\" data-block-id=\"8e66314\"><p class=\"stk-block-text__text\"><span style=\"color: #005e4e;\" class=\"stk-highlight\">Sampai saat ini LindungiHutan telah menanam lebih dari 700.000 pohon di lebih dari 40 lokasi yang ada di Indonesia. Kami menjalin kerja sama dengan Mitra Petani setempat sebagai pihak yang melakukan penanmana pohon, pengelolaan daerah penghijauan, hingga melakukan monitoring perkembangan pohon. LindungiHutan berkomitmen untuk menciptakan keberlanjutan melalui aksi-aksi penghijauan kami! <\/span><\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button-group stk-block-button-group stk-block stk-b205fb4\" data-block-id=\"b205fb4\"><div class=\"stk-row stk-inner-blocks stk-block-content stk-button-group\">\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button stk-block stk-aaf84c6\" data-block-id=\"aaf84c6\"><style>.stk-aaf84c6 .stk-button{background:#005e4e !important}.stk-aaf84c6 .stk-button{border-radius:13px !important}<\/style><a class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/dampak\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Apa yang Sudah LindungiHutan Lakukan?<\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n<\/div><\/div><\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pertanyaan yang Sering Ditanyakan Seputar Pohon Darah Naga<\/h2>\n\n\n<div id=\"rank-math-faq\" class=\"rank-math-block\">\n<div class=\"rank-math-list \">\n<div id=\"faq-question-1694408513216\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Pohon Darah Naga Dimana?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Pohon ini tumbuh endemik di pulau Socotra, Yaman.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"faq-question-1694408534515\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Mengapa Pohon Darah Naga Memiliki Daun Berlapis Lilin?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Lapisan lilin pada daun berfungsi untuk menyimpan air dan menahannya untuk kemudian disalurkan ke seluruh bagian pohon.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"faq-question-1694408543044\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Pohon Apa yang Ada di Pulau Socotra?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Pohon darah naga atau biasa dikenal dengan sebutan pohon dragon\u2019s blood.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"faq-question-1694408550628\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Apakah pohon darah naga langka?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p> Menurut IUCN red list, <em>Dracaena cinnabari<\/em> termasuk dalam jenis pohon yang rentan terhadap kepunahan (vulnerable). <\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-expand stk-block-expand stk-block stk-aa5a5fe\" aria-expanded=\"false\" data-block-id=\"aa5a5fe\"><div class=\"stk-inner-blocks stk-block-content\">\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-expand__short-text stk-block-text stk-block stk-aa4be8e\" aria-hidden=\"false\" data-block-id=\"aa4be8e\"><p class=\"stk-block-text__text\">Referensi dan rujukan yang digunakan dalam tulisan ini adalah<\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__show-button stk-block stk-699a9e5\" data-block-id=\"699a9e5\"><a aria-hidden=\"false\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Buka<\/span><\/a><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-expand__more-text stk-block-text stk-block stk-3796021\" aria-hidden=\"true\" data-block-id=\"3796021\"><p class=\"stk-block-text__text\">Adolt, R., &amp; Pavlis, J. (2004). Age structure and growth of Dracaena cinnabari populations on Socotra.\u00a0<em>Trees<\/em>,\u00a0<em>18<\/em>, 43-53.<br><br>Al-Awthan, Y. S., &amp; Bahattab, O. S. (2021). Phytochemistry and pharmacological activities of Dracaena cinnabari resin.\u00a0<em>BioMed Research International<\/em>,\u00a0<em>2021<\/em>, 1-7.<br><br>Habrova, H., Cermak, Z., &amp; Pavlis, J. (2009). Dragon\u2019s blood tree\u2013Threatened by overmaturity, not by extinction: Dynamics of a Dracaena cinnabari woodland in the mountains of Soqotra.\u00a0<em>Biological conservation<\/em>,\u00a0<em>142<\/em>(4), 772-778.<br><br>Happy, H. R. D., &amp; Verdiana, E. O. (2017). Can You See What I See, Mata Sebagai Objek Penciptaan Seni Fotografi Ekspresi.\u00a0<em>Jurnal Kajian Seni<\/em>,\u00a0<em>3<\/em>(02), 150-164.<br><\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__hide-button stk-block stk-522a17a\" data-block-id=\"522a17a\"><a aria-hidden=\"true\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Tutup<\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Penulis: <a href=\"https:\/\/id.linkedin.com\/in\/adijayabilal\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bilal Adijaya<\/a><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pernahkah kalian mendengar tentang Pohon Darah Naga? Yup, sekilas nama pohon ini memanglah sangat unik.\u00a0 Dinamakan \u201cDarah Naga\u201d karena pohon ini mengeluarkan cairan getah yang memiliki warna merah yang intens dan sangat menyerupai darah. Ketika bagian pohon ini disayat, terlihat getahnya yang kemerahan seperti darah mengalir keluar dari luka yang ditimbulkan. Selain itu, pohon yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":9803,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[1296,1297,51,1298,1295],"class_list":["post-9804","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hutanpedia","tag-dracaena-cinnabari","tag-dragons-blood","tag-flora","tag-kepularan-socotra","tag-pohon-darah-naga"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9804","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9804"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9804\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9803"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9804"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9804"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9804"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}