fb Kampanye Alam "Bitung #RawatBumi: Hijaukan Daerah Alam Batu Angus Kembali" - LindungiHutan

Bitung #RawatBumi: Hijaukan Daerah Alam Batu Angus Kembali

"Bantu dengan berdonasi, agar daerah ini tetap lestari."

Dibuat: Tika fitriyani pellu | Jan 31, 2019

Lokasi: Bitung | Kota: Bitung


17 Sahabat Alam Tergabung





Lihat Update terbaru dari Kampanye Alam ini.
Perkenalkan namaku Tika Fitriyani Pellu, seseorang yang telah lama menjadi relawan dan turut bergabung dalam banyak acara kesadaran lingkungan. Perkenalkan juga Taman Wisata Alam Batu Angus, Kota Bitung, Sulawesi Utara, yang masuk dalam daerah cagar alam Duasudara, yang dikelola oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Utara.

Salah satu sebab dinamakan Batu Angus dikarenakan di di tepian pantainya ternyata rata-rata semua batu-batunya berwarna hitam legam seperti hangus terbakar. Jika pantai pada umumnya terdapat pasir yang halus, nah di sini kamu akan menemukan pantai yang penuh dengan batu kerikil hitam legam di sepanjang garis pantainya.



Foto: sekitar wilayah Taman Wisata Alam Batu Angus

Namun kenyataan yang dialami adalah daerah ini adalah daerah tandus dan 4 tahun belakangan ini telah terjadi kebakaran hutan di area Taman Wisata Alam Batu Angus. Dan di bulan September 2018 lalu saya terlibat menjadi relawan saat terjadi kebakaran hutan dan lahan di Taman Wisata Alam Batu Angus.

Dampaknya jika alam rusak, maka perlahan manusia pun akan merasakan akibatnya, daya serap air pun akan berkurang dan akan terjadi bencana, entah tanah longsor atau banjir, dan jika hutan terus menerus terbakar, dan asap di mana-mana, maka masyarakat mungkin akan terkena Infeksi Saluran Pernafasan (ISPA).

Saya berumur 22 tahun, Saya seseorang yang sejauh ini konsisten untuk melakukan hal yang bersifat sosial, organisasi saya bernama LSM "TORANG PEDULI", kami bergerak dalam sosial kemanusiaan dan lingkungan, saya juga tergabung di SeaSoldier North Sulawesi, Sekolah Lingkungan Kota Bitung, MPA (Masyarakat Peduli Api) dan juga LSM Anak Atap Katu Kota Bitung.

Satu bulan lebih saya tidak menginjakkan kaki di rumah, karena menjadi relawan padam api kebakaran hutan di daerah Cagar Alam Tangkoko di tahun 2015, dan menjadi relawan padam api di 2018 lalu di tempat yang sama, bertepatan dengan Jambore "Hari Konservasi Alam Nasional" yg kebetulan dilaksanakan di Cagar Alam Tangkoko dan di bulan September 2018 lalu saya juga kembali menjadi relawan saat terjadi kebakaran hutan dan lahan di Taman Wisata Alam Batu Angus.



Foto: kawasan Taman Wisata Alam Batu Angus

Dan tahun lalu saya menjadi Leader kabupaten/kota dalam World CleanUp Day 2018, saya dan teman-teman SeaSoldier North Sulawesi juga beberapa kali melakukan penanaman mangrove di Desa Tongkeina dan Wori hingga sekarang masih melakukan monitoring.

Sekolah Lingkungan Kota Bitung beberapa kali melakukan penanaman bibit pohon di bantaran sungai yang ada di Kota Bitung, hingga melakukan bersih-bersih sungai, begitupun dengan LSM Anak Atap Katu, yang selalu berkontribusi dalam kegiatan-kegiatan penanaman pohon, LSM Torang Peduli juga beberapa kali alhamdulillah bisa membantu orang-orang yang membutuhkan uluran tangan kita, beberapa kali juga melakukan bagi-bagi makanan gratis, dan sangat aktif dalam menyuarakan #SaveTWABatuAngus karna beberapa jenis coral dirusak oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Harapan saya, semoga wisatawan lebih cerdas dalam berwisata, dan memperhatikan petunjuk atau arahan dari petugas wisata, tentunya dengan tidak membuang sampah plastik bekas makanan atau puntung rokok sembarangan, yang nantinya akan berdampak buruk pada lingkungan sekitar dan semoga para pemburu hewan liar juga bisa sadar akan hal itu, agar mereka juga tidak lagi memburu hewan yg berada di Hutan Tangkoko dan tidak membuat api di dalam hutan lindung.

Saya mengajak teman-teman untuk terlibat dalam campaign #RawatBumi yang tujuannya kembali menghijaukan kembali Taman Wisata Alam Batu Angus dengan ikut berdonasi setiap satu bibit Rp 10.000 yang akan digunakan untuk penanaman dan perawatan serta monitoring perkembangan pohon.

Karena pohon itu penting bagi manusia, hutan itu penting, kita jaga hutan = hutan jaga kita, satu pohon menghasilkan sekitar 1,2 kg oksigen per hari, dan satu orang perlu 0,5 kg oksigen per hari, satu batang pohon dewasa tunggal bisa menunjang kehidupan dua orang manusia, kehilangan satu pohon, sama dengan membunuh 2 orang manusia.

Dengan Rincian :
  1. Biaya Bibit
  2. Biaya Tanam
  3. Biaya perawatan selama 1 Tahun (Update perkembangan pohon dapat dilihat di website ini)
  4. Update dilakukan selama 3 Bulan sekali
  5. Pengembangan Website Lindungi Hutan

Bagaimana Cara Berdonasi ??
  1. Klik Tombol Donasi
  2. Input Jumlah Pohon yang akan di donasikan
  3. Pilih Transaksi Pembayaran
  4. Konfirmasi
  5. Nama Anda Akan muncul di Halaman Donatur
  6. Selesai

Anda Juga dapat melakukan Gabung Aksi penanaman dengan melakukan pendaftaran di Tombol “Gabung Aksi”, biaya ditanggung peserta.
Salam Lestari !!

LindungiHutan juga akan melakukan monitoring disetiap kampanye alam, dan kamu sebagai donatur ataupun relawan dapat melihatnya di halaman ini.

Tanyakan Tentang Kampanye ini





Disclaimer: Informasi dan opini yang tertulis di halaman ini adalah milik pembuat kampanye alam dan tidak mewakili lindungihutan.com.

Kamu bisa melaporkan kepada lindungihutan.com jika kampanye alam yang dibuat mencurigakan atau keterangan yang tertera tidak mengandung kebenaran, dengan klik link berikut. Laporkan

Tika fitriyani pellu

27 Pohon

Salam lestari!

I Made Lucky Suryajaya

15 Pohon

Mari jo buat kehidupan di Bumi menjadi lebih indah, segar, dan hijau

Danar Ardhito

10 Pohon

Tika fitriyani pellu

10 Pohon

Salam lestari!

Anonymous

2 Pohon

Semangat terus hijaukan bumi!