fb Kampanye Alam "Tebo #RawatBumi: Menghijaukan Kembali Danau Tanduk Muara Tebo" - LindungiHutan

Tebo #RawatBumi: Menghijaukan Kembali Danau Tanduk Muara Tebo

"’Rusaknya daerah aliran sungai dan danau bukan hanya ancaman bagi ekosistem sungai air tawar, namun juga punahnya habitat hewan serta hilangnya sebagian sumber-sumber penting bagi kehidupan manusia’’"

Dibuat: Oktaviandi Mukhlis | Jan 20, 2019

Lokasi: Tebo Jambi | Kota: Jambi

Campaign ini bekerjasama dengan Relawan Jambi


Lihat Update terbaru dari Kampanye Alam ini.
Danau merupakan sumber daya air tawar yang berada di daratan yang berpotensi untuk dikembangkan dan didayagunakan bagi pemenuhan berbagai kepentingan. Danau secara umum mempunyai fungsi antara lain menyimpan kekayaan plasma nutfah, mensuplai air permukaan dan penyedia air untuk pertanian, sumber air baku masyarakat, pertanian, pembangkit listrik tenaga air dan pariwisata (Trisakti, 2012). Danau sebagai habitat air tergenang merupakan cekungan yang berfungsi menampung air dan menyimpan air yang berasal dari air hujan, air tanah, mata air ataupun air sungai (Irianto dan Triweko, 2011). Foto : Danau Tanduk

Danau Tanduk adalah salah satu aset sumberdaya alam yang dimiliki oleh Kabupaten Tebo. Danau Tanduk terletak di dataran rendah dengan elevasi 35 meter di atas permukaan laut. Luas perairan Danau Tanduk pada tahun 1991 tercatat seluas 40.2 ha dengan kedalaman rata-rata 2,8 meter, sedangkan di sekitar 50 tahun sebelumnya kedalaman air Danau Tanduk masih di atas 30 meter dengan luas hampir 100 hektar. Untuk menuju ke Danau Tanduk dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda empat dengan jarak tempuh sekitar 9,5 km atau dengan waktu sekitar 20 menit perjalanan dari kota Muara Tebo hingga ketepi danau. Foto : Danau Tanduk Saat ini

Danau Tanduk berfungsi sebagai peredam banjir pada musim hujan dan penyedia air pada musim kemarau, serta sebagai habitat beberapa jenis ikan (Ahmad Ramadhan dkk., 2010). Hal tersebut sejak dulu digunakan oleh masyarakat Desa Mangun Jayo, Danau Baru Tans Sos, dan Aburan Batang Tebo sebagai lokasi mencari ikan secara tradisional, perikanan budi daya dan juga kawasan yang potensial untuk dijadikan sebagai tempat pariwisata. Namun aktivitas penambangan emas tanpa ijin (PETI) yang telah berlangsung sejak tahun 2010 sampai dengan tahun 2018 oleh karena harga karet menurun maka masyarakat semakin banyak menjadi pekerja PETI. Penambangan emas itu dilakukan di sawah, sungai, hingga danau dengan menggunakan mesin dompeng. Foto : Aktivitas PETI tahun 2017

Pendangkalan selain disebabkan oleh erosi sungai, juga karena masyarakat yang sudah sekian lama melakukan kegiatan penambangan emas (dompeng). Penyebab sedimentasi diantaranya adalah erosi lahan dari yang masuk ke sungai dan ditambah longsoran tebing sungai yang di bawa debit sungai masuk ke danau. Kondisi ini menyebabkan Danau Tanduk sering mengalami banjir karena kapasitas tampungan sudah mengalami penurunan. Sungai-sungai di DAS Tanduk juga mengalami peningkatan banjir, baik frekuensi maupun kuantitas debitnya serta angkutan sedimennya (debit solid).
Foto :Lokasi penanaman


Kondisi danau pasca aktifitas PETI saat ini sangat memprihatinkan, untuk itu perlu dilakukan upaya pemulihan dan penghijauan kembali kawasan danau terutama oleh para pemerhati dan penggiat lingkunan. Berkurangnya keanekaragaman hayati yang berada di ekosistem Danau Tanduk sehingga pada tahap selanjutnya adalah menurunnya stabilitas ekosistem yang ada di sekitaran kawasan danau tersebut. Stabilitas suatu ekosistem danau dapat dilihat dengan hadirnya biota aquatik dan keanekargaman spesies yang hidup di sekitaran danau harus menjadi perhatian bersama, dan untuk itu diperlukan pemikiran serta tendakan yang nyata agar Danau Tanduk kembali lestari. Melalui kampanye ini,LindungiHutan dan Relawan LindungiHutan Jambi dari Kabupaten Tebo akan melakukan penanaman pohon di ekosistem sekitar Danau Teluk, Muara Tebo, Jambi. Penanaman ini diselenggarakan dalam Gerakan “Rawat Bumi” untuk memperingati Hari Bumi.

Besaran Donasi yang diperlukan untuk melakukan penanaman dan perawatan pohon adalah Rp 40.000/pohon.

Dengan Rincian :
  1. Biaya Bibit
  2. Biaya Tanam
  3. Biaya perawatan selama 1 Tahun (Update perkembangan pohon dapat dilihat di website ini)
  4. Update dilakukan selama 3 Bulan sekali
  5. Pengembangan Website Lindungi Hutan
Bagaimana Cara Berdonasi ??
  1. Klik Tombol Donasi
  2. Input Jumlah Pohon yang akan di donasikan
  3. Pilih Transaksi Pembayaran
  4. Konfirmasi
  5. Nama Anda Akan muncul di Halaman Donatur
  6. Selesai

Anda Juga dapat melakukan Gabung Aksi penanaman dengan melakukan pendaftaran di Tombol “Gabung Aksi”, biaya ditanggung peserta.

Salam Lestari !!



LindungiHutan juga akan melakukan monitoring disetiap kampanye alam, dan kamu sebagai donatur ataupun relawan dapat melihatnya di halaman ini.

Disclaimer: Informasi dan opini yang tertulis di halaman ini adalah milik pembuat kampanye alam dan tidak mewakili lindungihutan.com.

Kamu bisa melaporkan kepada lindungihutan.com jika kampanye alam yang dibuat mencurigakan atau keterangan yang tertera tidak mengandung kebenaran, dengan klik link berikut. Laporkan

Anonymous

1 Pohon

Tidak perlu banyak,tapi sudah berharga.

YENI

0 Pohon

Alokasi dari kampanye kaosrawatbumi

Let's save the earth...

Aditya Permana S

0 Pohon

Alokasi dari kampanye kaosrawatbumi

Kalau bukan kita yang memulai, lantas akan menunggu sampai kapan?

  • Anonymous

    1 Pohon

    Tidak perlu banyak,tapi sudah berharga.

  • Aditya Permana S

    0 Pohon

    Alokasi dari kampanye kaosrawatbumi

    Kalau bukan kita yang memulai, lantas akan menunggu sampai kapan?

  • YENI

    0 Pohon

    Alokasi dari kampanye kaosrawatbumi

    Let's save the earth...