Dirayakan bersama alam di ulang tahunku yang ke-29! Mari bersama-sama memberikan kado untuk bumi kita, berikan yang terbaik untuk masa depan bersama. #KadoUntukBumi #LindungiHutan #UlangTahunYangBermakna
Saya sangat mensyukuri 29 tahun nafas kehidupan saya di bumi. Karna itu, dibanding menerima kado fisik atau perayaan meriah, saya memilih untuk mengungkapkan rasa terima kasih untuk oksigen yang diberi oleh pohon2 di bumi melalui campaign *Kado untuk Bumi*, sebuah aksi penggalangan dana untuk menanam bibit pohon bersama LindungiHutan untuk pulau dimana saya lahir, Bengkalis.
Setiap pertambahan usia adalah pengingat akan waktu yang terus berjalan dan kesempatan yang diberikan untuk terus bertumbuh. Namun, bumi tempat kita tumbuh kini tengah berjuang melawan krisis iklim, abrasi pantai, dan hilangnya area hijau. Saya percaya kado terbaik yang bisa kita berikan untuk masa depan dan generasi berikutnya bukanlah barang yang bisa rusak atau hilang, melainkan kehidupan baru berupa pohon yang akan menyerap karbon dan menghasilkan oksigen selama puluhan tahun ke depan. Pohon yang bisa menahan abrasi pantai, agar Pulau Bengkalis kita tercinta tidak tenggelam.
Campaign ini diinisiasi oleh saya sebagai perayaan hari lahir, tetapi keberhasilannya ada di tangan teman2 semua. Saya mengajak keluarga, teman2, dan siapa saja yang ingin berbagi kebaikan untuk bumi. Setiap rupiah yang terkumpul adalah representasi dari bentuk terima kasih untuk bumi.
Seluruh donasi yang terkumpul melalui campaign ini akan disalurkan langsung dari LindungiHutan untuk tim penanaman pohon di Pesisir Desa Kelapapati, Bengkalis yang membutuhkan penghijauan kembali agar abrasi pantai bisa dicegah.
Campaign ini berjalan mulai hari ini hingga 12-12-2026. Penanaman pohon akan dilaksanakan oleh tim LindungiHutan dan mitra relawan lokal pada 30 Desember 2026.
Bagaimana cara berpartisipasi?
Scan barcode di highlight story saya "KadoBumi" Atau di website lindungihutan.com:
1. Klik tombol *Donasi Sekarang* di halaman ini.
2. Masukkan nominal donasi Anda
3. Pilih metode pembayaran yang Anda inginkan (QRIS, Transfer Bank, atau E-Wallet).
4. Bagikan link campaign ini ke media sosial Anda agar semakin banyak pohon yang bisa kita tanam bersama!
Mari jadikan momen ulang tahun ini sebagai langkah kecil yang berdampak panjang. Satu bibit dari Anda adalah satu napas baru untuk bumi. Terima kasih atas kado terindah yang Anda berikan!
Besaran Donasi yang diperlukan untuk melakukan penanaman dan perawatan pohon adalah
Rp 70,000/pohon.
Kelompok Konservasi Mangrove Paghet Seghagah di Desa Kelapapati, Kabupaten Bengkalis, Riau, adalah komunitas pelestari lingkungan yang telah beroperasi sejak 2012. Kelompok ini mengelola kawasan pesisir seluas lebih dari 24 hektar. Fokus pada mitigasi abrasi, dan berfungsi sebagai pusat riset serta edukasi ekowisata.
Nama "Paghet Seghagah" berasal dari sebutan masyarakat masa lalu, merujuk pada suara yang sering terdengar di wilayah pesisir tersebut. Kelompok ini aktif berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk instansi pendidikan (seperti Politeknik Bengkalis), LSM lokal seperti Bahtera Melayu, hingga mendapat apresiasi dari delegasi internasional (Ube IECA Japan).
Dalam pelaksanaannya, KKM Paghet Seghagah secara konsisten mengintegrasikan tiga pilar kegiatan utama demi menjamin keberlanjutan ekosistem pesisir:
-
Penanaman & Pembibitan Berkelanjutan: Kelompok ini secara berkala melakukan pembibitan dan penanaman ribuan vegetasi mangrove, dengan fokus pada spesies Rhizophora apiculata dan Avicennia alba. Guna memperluas dampak, aksi lapangan ini dijalankan melalui kolaborasi aktif bersama pemerintah kecamatan, akademisi, dan mahasiswa lokal.
-
Edukasi dan Eduwisata Lingkungan: Menjadikan kawasan konservasi sebagai ruang belajar, kelompok ini aktif menyelenggarakan pelatihan pembibitan mangrove serta sosialisasi nilai-nilai konservasi bagi generasi muda, mulai dari tingkat pelajar hingga mahasiswa.
-
Akselerasi melalui Dukungan Korporasi: Penguatan infrastruktur dan fasilitas ekowisata di kawasan ini turut didukung secara strategis oleh program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), yang memperkokoh kemandirian ekonomi komunitas lokal melalui pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab.