Yuk bergabung ke kampanye ini!
Setiap hari ada yang usianya bertambah dan ada pula yang usianya terhenti. Ada yang berdoa penuh syukur dan ada doa keikhlasan sebab kehilangan. Seperti di balik cahaya lilin yang perlahan padam, ada cahaya kehidupan yang kian meredup, dimana pohon-pohon kehilangan tempatnya, ruang hijau semakin berkurang, dan bumi perlahan kehilangan teduhnya.
Untuk itu melalui campaign “Jangan Bunuh Teduh: Birthday Goes Green, No Candles to Blow Just Trees to Grow,” saya ingin mengajak teman-teman untuk mengubah makna ulang tahun menjadi sebuah gerakan cinta bumi. Sebuah perayaan yang tidak berhenti pada hari itu saja, tetapi berlanjut pada tumbuhnya akar, menguatnya batang, dan melebarnya dedaunan yang akan menaungi kehidupan. Melalui kegiatan menanam dan merawat pohon, saya ingin menghadirkan hadiah yang tidak layu dalam sehari, melainkan tumbuh bersama waktu dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang.
Mengapa pohon? Karena pohon bukan sekadar penghias bumi. Ia adalah payung bagi pejalan yang kelelahan, rumah bagi burung-burung yang mencari pulang, penyaring udara bagi kehidupan, dan saksi bahwa alam selalu memberi tanpa banyak meminta. Ketika pohon ditebang tanpa kepedulian, yang hilang bukan hanya batang dan daunnya, melainkan juga keteduhan.
Lantas, bagaimana kita memulainya? Sederhana, dengan mengganti simbol tiupan lilin menjadi aksi penanaman pohon. Setiap individu diajak berdonasi pohon yang akan ditanam di Waykambas, Lampung. Dari satu ulang tahun, tumbuh satu harapan. Dari satu bibit, lahir sebuah komitmen untuk menjaga kehidupan. Mari rayakan bersama orang-orang tersayang untuk meneruskan gerakan ini, agar kebaikan tidak berhenti pada satu perayaan. Sebab, ulang tahun bukan hanya tentang berapa lama kita telah hidup, melainkan tentang seberapa besar kehidupan yang dapat kita beri arti.
Mari rayakan pertambahan usia dengan menumbuhkan keteduhan bagi mereka yang belum sempat kita temui. Tahun ini, jangan hanya meniup lilin. Tanamlah pohon, tumbuhkan harapan, dan jadilah alasan bumi tetap teduh.
Besaran Donasi yang diperlukan untuk melakukan penanaman dan perawatan pohon adalah
Rp 50,000/pohon.
Taman Nasional Way Kambas berada di Kabupaten Lampung, dengan penanaman di daerah depan yang mudah dijangkau masyarakat. Hal ini karena salah satu keinginan masyarakat untuk ikut serta dalam pengelolaan kawasan taman nasional way kambas dengan ikut kemitraan konservasi pemulihan ekosistem berbasis masyarakat metode arboretum. Wilayah ini menjadi kawasan dengan konservasi tinggi, terdapat hewan-hewan langka yang dilindungi.
Pada tahun 2022, LindungiHutan membantu masyarakat untuk melakukan penanaman pohon buah. Pohon tersebut bermanfaat menjaga daratan dari erosi, penghijauan, dan meningkatkan ekosistem hutan. Selain itu, hasilnya juga dapat dimanfaatkan untuk konsumsi serta edukasi untuk masyarakat sekitar.
Program UtamaPenanaman pohon buah untuk edukasi masyarakat
Potensi Pengembangan Program- Ekowisata Taman Nasional
- Kawasan Edukasi
Mengapa Harus Mendukung Program Ini?Partisipasi program di lokasi ini turut mendukung Pembangunan Keberlanjutan (SDG's)
dengan
- Mencegah degradasi lahan akibat erosi dan industri (SDG's 15)
- Mengurangi dampak banjir di pemukiman warga (SDG's 15)
- Meningkatkan area tutupan hijau (SDG's 15)
- Membantu pengurangan emisi karbon (SDG's 13)
- Meningkatkan perekonomian petani dan warga sekitar (SDG's 1)
- Menyediakan jam kerja bagi warga sekitar (SDG's 8)