Kami mengajak kamu untuk ikut berkontribusi dalam penghijauan di Kabupaten Sukabumi akibat banjir dan longsor. "Hutan Lestari, Sejukan Hati, Indahnya Berbagi"
Halo Sahabat,
Salam Lestari!
Perkenalkan, Nama saya adalah Prasetia Diputra. Saya berasal dari Surade, Kabupaten Sukabumi. Saat ini kondisi lingkungan di sekitar daerah saya memprihatinkan. Hal ini, telah terjadi banjir dan longsor di Kabupaten Sukabumi. Saya yang merupakan bagian dari "Forestry Lestari" akan mengadakan program penghijauan/penanaman yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi semua pihak di Kabupaten Sukabumi.

Keterangan: kondisi banjir di Kabupaten Sukabumi, 5 Desember 2024
Banjir dan longsor yang melanda di 39 Kecamatan di Kabupaten Sukabumi pada tanggal 4-6 Desember 2024 menjadi banjir yang terparah selama periode 20 tahun terakhir (Cibitung, Surade, Jampang Kulon, Sagaranten, Ciemas, Lengkong, Simpenen, Purabaya, Cidadap, Nyalindung, Pelabuhanratu, Cisolok, Cikidang, Jampang Tengah, Gegerbitung, Nagrak, Warungkiara, Nyalindung, Cikidang dan Wilayah lainnya). Akibat banjir dan longsor ini akses jalan tertutup menuju Jampang Kulon dan Surade, dan mati listrik total selama 1 minggu. Pada tanggal 25-26 Desember 2024 terjadi longsor kembali di ruas jalan Kiara Dua - Pelabuhan Ratu, akibat hujan deras dan akses jalan tertutup kembali.
Menurut Menteri Lingkungan Hidup, Bapak Hanif Faisol Nurofiq "Bencana banjir dan longsor di Kabupaten Sukabumi hasil pengamatan citra satelit menunjukkan bahwa dari 65 % tutupan lahan di Kabupaten Sukabumi telah hilang. Bapak Hanif menyampaikan perlu adanya upaya penghijauan dengan tanaman kayu jati, jabon, dan mahoni. Harapan saya dengan adanya kegiatan penghijauan berkelanjutan di Kabupaten Sukabumi ini bisa mencegah banjir dan longsor di masa yang akan datang. Sehingga tutupan lahan yang hilang bisa pulih kembali dan berdampak positif bagi masyarakat di Kabupaten Sukabumi.
Korban dampak banjir dan longsor di Kabupaten Sukabumi adalah sebagai berikut :
Terdampak : 9.625 KK, 23.318 Jiwa
Meninggal : 10 Jiwa
Hilang : 2 Jiwa
Rumah Rusak : 5.995 Rumah
Mengungsi : 4.580 KK, 12.648 Jiwa
Tanah Longsor : 355 Titik
Banjir : 296 Titik
Angin Kencang : 35 Titik
Pergerakan Tanah : 791 Titik
Sumber Data : BPBD Kabupaten Sukabumi, 12 Desember 2024
Pada bulan Maret 2025, telah terjadi kembali banjir dan longsor di Kabupaten Sukabumi. Banjir tersebut merendam berbagai wilayah Kabupaten Sukabumi. Selain itu juga Jembatan Bojong Kopo, Simpenan roboh total akibat banjir dan longsor tersebut. Akses jalan dari Pelabuhanratu - Kiara 2 lumpuh total akibat jembatan penghubung roboh.
Jenis pohon yang akan ditanam adalah Jenis Mangrove, Meranti, Jati, Jabon, Mahoni, Pinus, Akasia, Kayu Manis, Rasamala, Tanaman MPTS, dan Tanaman Vetiver.
Lokasi penanaman utamanya adalah di Geopark Ciletuh, tapi akan ada juga penanaman dilokasi lainnya sebagai berikut :
1. Geopark Ciletuh (Ciemas) 2.000 Pohon (Mangrove)
2. Pasir Piring (Waluran) 1.000 Pohon
3. DAS Cikaso (Cibitung) 1.000 Pohon
4. Lokasi Lainnya 1.000 Pohon
Kami mengajak untuk ikut berkontribusi memperbaiki kondisi diberbagai wilayah Kabupaten Sukabumi dengan cara berdonasi sebesar Rp 30.000/pohon untuk penanaman dan pemeliharaan. Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk program penanaman dan pemeliharaan. Donasi kamu akan sangat bermanfaat bagi kelestarian hutan Indonesia, terutama kondisi di Kabupaten Sukabumi pasca banjir dan longsor.
Narahubung : Prasetia Diputra (081372764009)
Kalian dapat membantu dengan cara berdonasi.
Bagaimana Cara Berdonasi ??
1. Klik Tombol “DONASI SEKARANG”
2. Input nominal yang akan di donasikanπ
3. Pilih metode pembayaran transfer Bank (transfer bank BNI, Mandiri, BCA, BRI, BNI), Go-
Pay dan Doku Wallet
4. Konfirmasi melalui WhatsApp, Website atau E-mail
5. Selesai
Anda Juga dapat melakukan Gabung Aksi penanaman dengan melakukan pendaftaran di
Tombol “Gabung Aksi”, biaya ditanggung peserta.
Salam Lestari !!