Ayo, dukung kampanye "Dinar's Birthday Forest" untuk merayakan ulang tahun dengan memberi kado pada alam! Satu langkah kecil untuk kehidupan yang lebih hijau dan berkelanjutan. Semangat! 🌿🎉 #LindungiHutan
DINAR’S BIRTHDAY FOREST 🌱
Birthday, but make it green - Karena usia boleh bertambah, tetapi kebaikan seharusnya juga ikut bertumbuh. Plant a Tree Today Grow a Greener Tomorrow.
Tahun ini, Aku ingin merayakan ulang tahunku dengan cara yang sedikit berbeda.
Bukan hanya tentang kue, hadiah, atau bertambahnya usia, tetapi tentang menciptakan sesuatu yang bisa terus tumbuh bahkan ketika hari ulang tahun telah berlalu.
Karena itu, aku mengajak teman-teman untuk ikut merayakan ulang tahun ini melalui “Dinar’s Birthday Forest” — sebuah gerakan kecil untuk menanam pohon bersama.
Setiap donasi yang terkumpul akan dikonversikan menjadi pohon mangrove yang nantinya ditanam di kawasan penghijauan Desa Warloka, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.
Warloka merupakan salah satu desa pesisir di Kecamatan Komodo yang masyarakatnya banyak bergantung pada kehidupan dan aktivitas ekonomi pesisir. Di sana, mangrove bukan sekadar pohon. Ia menjadi pelindung garis pantai dari abrasi, rumah bagi berbagai biota laut, penyerap karbon, sekaligus bagian penting dari kehidupan masyarakat pesisir.
Jadi, setiap pohon yang ditanam dari perayaan ulang tahun ini adalah sebuah bentuk kecil dari kepedulian—untuk alam, untuk masyarakat, dan untuk masa depan.
Satu ulang tahun.
Satu kebaikan.
Satu pohon yang tumbuh.
Dan semoga, menjadi sebuah hutan yang suatu hari nanti bisa dirasakan banyak orang.
🌱 This year, let’s grow something that lasts.
Selamat datang di Dinar’s Birthday Forest.
Karena hadiah terbaik tidak selalu sesuatu yang bisa kita simpan, tetapi sesuatu yang bisa terus hidup setelah kita memberikannya.
Besaran Donasi yang diperlukan untuk melakukan penanaman dan perawatan pohon adalah
Rp 35,000/pohon.
Desa Warloka merupakan desa pesisir di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang dikenal sebagai salah satu kampung tertua di kawasan Labuan Bajo sekaligus pelabuhan pertama di Pulau Flores bagian barat. Berbatasan dengan Taman Nasional Komodo dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Golo Mori, mayoritas masyarakat Warloka menggantungkan mata pencaharian pada sektor perikanan dan aktivitas ekonomi pesisir. Sebagai desa penyangga kawasan konservasi, keberadaan hutan mangrove memiliki peran penting dalam melindungi garis pantai, menjaga kualitas perairan, menyerap karbon, serta mendukung habitat biota yang menjadi sumber penghidupan masyarakat. Bersama Pokdarwis Desa Warloka, LindungiHutan mendukung upaya konservasi dan rehabilitasi mangrove untuk memperkuat ketahanan ekosistem pesisir dan keberlanjutan mata pencaharian masyarakat setempat.
Program Utama
Penanaman pohon mangrove untuk menjaga garis pantai dan konservasi pesisir
Potensi Pengembangan Program
- Rumah pembibitan
- Usaha pengolahan hasil mangrove
Mengapa Harus Mendukung Program Ini?
Partisipasiprogramdi lokasi ini turut mendukung
Pembangunan Keberlanjutan (SDG's)
dengan
- Mencegah degradasi lahan akibat abrasi(SDG's 15)
- Mengurangi dampak banjir di pemukiman warga(SDG's 15)
- Meningkatkan area tutupan hijau(SDG's 15)
- Membantu pengurangan emisi karbon(SDG's 13)
- Meningkatkan perekonomian petani dan warga sekitar(SDG's 1)
- Menyediakan jam kerja bagi warga sekitar(SDG's 8)