🌳Yuk Ikutan gerakan " Self-Healing Jalur Bumi, Sedekah Pohon Bareng Eka dan Sekar" ✨
"Masa depan tidak pernah habis digadaikan oleh keserakahan hari ini. Ketika mereka yang memegang kebijakan sibuk menghitung angka keuntungan dari atas meja ber-AC, paru-paru generasi kamilah yang dipaksa menanggung sesak akibat abu pembakaran. Aksi kami memang sekecil daun, tapi menolak pasrah adalah satu-satunya cara agar tanah air ini tidak berubah menjadi sejarah yang hangus."
Dokumentasi kegiatan Universitas Sains dan Teknologi Komputer berkaitan dengan Kalimantan Dilanda Karhutla, Titik Panas Mulai Meningkat pada Awal Agustus 2026.Entah sudah jadi apa paru-paru dunia kita hari ini... Miris banget melihat kenyataan bumi kita. Berdasarkan pantauan data satelit NASA FIRMS sepanjang Agustus hingga September 2026, ribuan titik panas (hotspot) akibat karhutla kembali mengepung Kalimantan akibat hantaman kemarau ekstrem.Nggak main-main, data global Copernicus CAMS melalui aplikasi Fire Emissions Watch merilis laporan darurat bahwa emisi karhutla di Indonesia menduduki
urutan pertama di dunia untuk emisi karbon akibat karhutla, melampaui negara dengan wilayah hutan raksasa lainnya seperti Rusia dan Brasil.
• Volume Emisi Fantastis: Hanya dalam kurun waktu satu pekan (1–7 September 2026), karhutla di tanah air telah melepaskan sekitar 19,7 juta metrik ton karbon dioksida (CO₂) ke atmosfer.
• Sepertiga Emisi Dunia: Angka fantastis tersebut menyumbang lebih dari sepertiga (atau sekitar 40%) dari total seluruh emisi kebakaran hutan global di dunia pada periode yang sama.
BNPB mencatat, 2.637 jiwa di Kalteng tekena ISPA akibat karhutla yang menimbulkan kabut asap. (ANTARA FOTO/FB Anggoro).
Sumber: https://lifestyle.kompas.com/read/2026/08/22/170500020/saat-asap-kebakaran-hutan-menyelimuti-kota-begini-cara-melindungi-anak.
Kalimantan yang selama ini kita banggakan di buku pelajaran sebagai "Paru-Paru Dunia" kini sedang berada di titik kritis. Hutan dan lahan gambut raksasa yang harusnya menyerap racun, justru terbakar dan berubah jadi bom waktu polusi udara (PM2.5). Dampaknya nyata di depan mata, jutaan orang tersiksa ISPA, cuaca luar rumah jadi panas ekstrem yang bikin stres, dan lebih dari 60% habitat asli Orangutan Borneo yang terancam kritis.
Sumber: Down To Earth✊Aksi Nyata Generasi Kita: "Kami Menolak Menyerah!"✊🔥
Memang, gerakan patungan per pohon ini adalah tindakan yang kecil. Hanya sekecil ini kapasitas yang bisa kami bantu dari jarak jauh lintas pulau. Namun, langkah kecil ini adalah bukti nyata bahwa generasi kami Gen Z dan anak muda lainnya sangat peduli dengan masa depan tanah air ini. Meskipun generasi sekarang ini sering disakiti oleh keputusan-keputusan kebijakan yang mengabaikan lingkungan, kami menolak untuk pasrah berdiam diri. Jika bukan kami yang nantinya menjaga sisa bumi ini, lalu kepada siapa lagi kami bisa menitipkan masa depan? Kami tidak butuh validasi dari siapa pun untuk mencintai tanah air ini.
Sumber: Ilustrasi penanaman pohon https://lindungihutan.com/blog/ramadhan-2024-mari-bersedekah-pohon/Belakangan ini, pasti kita sering merasa resah, cemas, bahkan sampai
overthinking mikirin masa depan bumi kita, kan? Rasa cemas terhadap lingkungan (
eco-anxiety) itu valid banget. Tapi daripada energi kita habis buat meratap dan cemas sendirian, yuk kita ubah rasa
overthinking itu jadi aksi nyata yang berdampak!
Saatnya kita melakukan
"Self-Healing Jalur Bumi". Melalui gerakan ini, kita nggak cuma menyembuhkan diri sendiri dari stres, tapi juga ikut menyembuhkan bumi yang sedang sakit lewat
Sedekah Pohon. Menghubungkan jarak geografis lintas pulau,
Eka di Jember (Jatim) dan Sekar di Paser (Kaltim) 😊☺️ ingin mengajak teman-teman semua untuk bergerak bersama. Kami percaya bahwa kepedulian terhadap bumi tidak mengenal batas wilayah.
Melalui gerakan 🌳
"Self-Healing Jalur Bumi, Sedekah Pohon"🌳 ini, mari kita ikut turut membantu donasi inklusif seharga
Rp30.000 per pohon untuk melakukan penanaman dan perawatan pohon.Uniknya, pohon yang kamu donasikan bisa kamu dedikasikan atau titipkan untuk hal-hal bermakna: 🎁 Hadiah ulang tahun atau kelulusan untuk orang tersayang, amal jariyah atas nama orang tua tercinta, atau penebar kebaikan hijau atas nama Idol kesayangan, bisa juga sebagai hadiah penebar kebaikan lainnya.
📌 Lokasi Penanaman & TransparansiSeluruh donasi yang terkumpul akan disalurkan langsung untuk menghijaukan kembali kawasan
Sungai Sintuk, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Sungai ini merupakan rumah bagi banyak satwa liar seperti orang utan, bekantan, kancil, dan beruang. Sayangnya, ekosistem di sungai ini terdegradasi akibat pembabatan hutan, pertambangan, dan kebakaran. Kita memilih menanam Pohon Nyatoh, jenis pohon lokal rawa gambut yang sangat tangguh untuk memulihkan struktur tanah gambut yang terdegradasi.
Sumber : https://mmc.kotawaringinbaratkab.go.id/berita/tak-hanya-mengawasi-asn-inspektorat-kobar-turun-padamkan-karhutlaMenanam
pohon nyatoh di lahan gambut merupakan langkah nyata dalam mengunci emisi karbon dunia dan menjaga stabilitas iklim global. Sebagai salah satu flora asli hutan rawa gambut Indonesia, sistem perakaran nyatoh secara alami mampu beradaptasi pada kondisi tanah organik yang basah dan asam, sehingga efektif menjaga fungsi hidrologis gambut agar tidak mengering dan rawan terbakar.
Menurut riset dari
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), pohon nyatoh secara ilmiah telah diakui dan direkomendasikan sebagai jenis tanaman esensial untuk program restorasi ekosistem gambut, menjadikannya solusi hijau terbaik yang memadukan perlindungan keanekaragaman hayati dengan pemulihan lingkungan tropis Nusantara.
Sumber: https://www.flickr.com/photos/adaduitokla/7280456440📌Apa Saja Benefit yang Kamu Dapatkan?
- • E-Certificate ResmiSertifikat ini bisa langsung kamu share di Instagram Story, Twitter/X, atau WhatsApp sebagai bukti kontribusi nyatamu untuk bumi.
- • Laporan Berkala (E-Report)
- • Geotagging Lokasi Nyata
- • Eco-Healing mengobati eco-anxiety
Sejak tahun 2018, LindungiHutan bersama masyarakat melakukan kegiatan konservasi dengan penanaman pohon nyatoh. Program ini diharapkan dapat memperbaiki ekosistem yang terdegradasi. Ekosistem gambut yang kembali pulih akan berdampak positif pada kehidupan satwa dan ekonomi masyarakat.
📌Program UtamaPenanaman Pohon Nyatoh untuk merestorasi ekosistem gambut
📢Mengapa Harus Mendukung Program Ini?Partisipasi program di lokasi ini turut mendukung Pembangunan Keberlanjutan (SDG's)dengan:
- ✅ Mencegah degradasi lahan akibat abrasi(SDG's 15)Mengurangi dampak banjir di pemukiman warga(SDG's 15)
- ✅Meningkatkan area tutupan hijau(SDG's 15)
- ✅Membantu pengurangan emisi karbon(SDG's 13)
- ✅Meningkatkan perekonomian petani dan warga sekitar(SDG's 1)
- ✅Menyediakan jam kerja bagi warga sekitar(SDG's 8)
‼️Gerakan ini ditutup tepat pada Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2026.Yuk bersama tunjukkan bahwa pemuda hari ini tidak tinggal diam saat buminya sekarat! 🔥Titip pohonmu sekarang juga! Salam Sumpah Pemuda Lestari 🌳🇮🇩
"Saya ingin kalian bertindak seolah-olah rumah kalian sedang kebakaran, karena memang begitulah kenyataannya sekarang." Greta Thunberg