Detail Lokasi Penghijauan “Ekowisata Mangrove Wonorejo” | LindungiHutan

Ekowisata Mangrove Wonorejo

Kota Surabaya

Nama Petani

Nurul Fatmawati

Harga Pohon

Rp. 40,000

Afiliasi

Kelompok Tani Hutan Ekowisata Mangrove Wonorejo

Tipe Hutan

-

Tipe Ekosistem

Pesisir

66% Luasan lahan tertanam dari 1.03 ha

Total Kampanye

51

Orang Terlibat

1,123

Pohon Tertanam

41,188

Karbon Terserap

15868.43 Kg

Ekowisata Mangrove Wonorejo di Surabaya merupakan kawasan konservasi pesisir sekitar 200 hektare yang menjadi bagian dari Pantai Timur Surabaya (Pamurbaya). Sebagai kawasan pesisir perkotaan yang berada di dataran rendah, Wonorejo menghadapi abrasi dan banjir rob, sekaligus tekanan dari alih fungsi lahan, penebangan mangrove pada masa lalu, serta sampah plastik yang terbawa pasang hampir setiap hari. Kondisi tersebut mendorong warga bergerak sejak 2008 untuk mengembalikan tutupan mangrove yang sempat menipis.

LindungiHutan berkolaborasi dengan KTH Ekowisata Mangrove Wonorejo sejak 2022, melanjutkan rehabilitasi yang telah dirintis masyarakat. Penanaman difokuskan pada Rhizophora mucronata, didukung keberadaan Rhizophora stylosa, R. apiculata, Avicennia, dan jenis mangrove lainnya yang membentuk green belt pesisir. Di balik proses ini ada figur seperti Nurul Fatmawati, serta Ahmad David yang mewakili semangat gotong royong warga. Ekosistem mangrove Wonorejo kini juga menjadi habitat kepiting bakau, kera ekor panjang, serta sedikitnya 38 spesies burung, termasuk burung migran dan Kuntul Besar.

Kerapatan mangrove kini mulai lebih baik dibanding satu dekade lalu, meski beberapa area masih tergerus abrasi dan membutuhkan penanaman ulang. Pemulihan ekosistem berjalan beriringan dengan berkembangnya ekowisata dan ekonomi lokal, mulai dari penyemaian bibit, aktivitas wisata, hingga produk olahan buah pedada seperti sirup Bogem, tepung, keripik, dan kopi mangrove. Dengan rehabilitasi yang terus berlanjut, Wonorejo diharapkan semakin kuat sebagai benteng alami pesisir Surabaya sekaligus ruang konservasi, edukasi, dan penghidupan masyarakat.


Fokus Program
Penanaman mangrove dan pemberdayaan masyarakat lokal.

Tujuan dan Dampak Program
• Mengurangi dampak abrasi dan banjir rob di kawasan pesisir perkotaan (SDG 13 & 15)
• Memulihkan tutupan mangrove dan habitat biodiversitas pesisir (SDG 14 & 15)
• Mendukung sumber penghidupan melalui konservasi dan ekowisata berbasis masyarakat (SDG 1 & 8)

Peluang Pengembangan
• Pengelolaan sampah pesisir
• Penguatan pembibitan mangrove
• Eco-eduwisata mangrove
• Pengembangan produk olahan mangrove

Insight Lokasi

Update Tentang Lokasi

Monitoring 2 • 11 Oct 2026
Kampanye alam ini sesudah dilakukan monitoring mengalami kematian sebanyak 1896 pohon dan hanya menyisakan 4 pohon hidup. Tanaman mati dikarenakan sampah yang terbawa arus laut dan tersangkut pada batang tanaman dan menghambat pertumbuhan pohon. Sudah disulam sebanyak 380 pohon.
20.21%
Survival Rate
1900
Pohon Awal
380
Penanaman Ulang
1881
Pohon Mati
1 cm
Diameter Pohon
384
Pohon Terakhir
65 cm
Tinggi Pohon
Gambar Monitoring

Dokumentasi Lokasi

Lokasi Terkait

Belum ada lokasi terkait

Galang dana untuk penanaman disini!

Powered by ProofFactor - Social Proof Notifications