Detail Lokasi Pantai Tiwoho

Pantai Tiwoho

Kabupaten Minahasa Utara

Nama Petani

Roy Marthen Saladi

Harga Pohon

Rp. 20,000

Minimal Pohon

0

Afiliasi

Karya Muda

Tipe Hutan

-

Tipe Ekosistem

Pesisir

0% Luasan lahan tertanam dari 0.00 ha

Total Kampanye

0

Orang Terlibat

1

Pohon Tertanam

0

Karbon Terserap

0 Kg

Desa Tiwoho memiliki wilayah dan bentang alam yang kaya akan potensi sumberdaya alam, mulai dari dataran tinggi perbukitan sampai ke garis pantai. Sumberdaya alam tersebut perlu dijaga kelestariannya agar tidak mengganggu keberlangsungan hidup masyarakat. Masyarakat Desa Tiwoho sangat bergantung kepada hasil alam dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya. Kebutuhan hidup tersebut diperoleh langsung dari alam ataupun budidaya seperti ikan laut, kerang, ubi, singkong, dan lain sebagainya.
Selain untuk konsumsi, pemanfaatan sumberdaya alam lain dapat juga berupa jasa wisata. Potensi wisata yang ada di Desa Tiwoho akan sangat baik bila terus dikembangkan dengan tetap berlandaskan prinsip konservasi. Pengembangan pariwisata alam terbatas dapat dimulai dengan menentukan daya tarik wisata alamnya terlebih dahulu. Potensi wisata terbesar Desa Tiwoho adalah ekosistem mangrove yang memiliki keragaman jenis tinggi. Ekosistem mangrove tersebut perlu dikembangkan dan koordinasikan intensif dengan Balai Taman Nasional Bunaken. Kedepan harapannya, wisata mangrove di Desa Tiwoho bisa menjadi salah satu destinasi utama dari pariwisata Taman Nasional Bunaken yang telah mendunia.

Desa Tiwoho merupakan desa yang terletak di Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara. Desa Tiwoho sebelah Barat berbatasan dengan Kota Manado (Kelurahan Bahowo) sebelah timur berbatasan dengan Desa Wori. Desa Tiwoho berpenduduk sekitar 1164 orang dan 348 KK. Desa Tiwoho termasuk dalam kawasan konservasi Taman Nasional Bunaken (TNB). Dengan ditunjuknya Desa Tiwoho sebagai desa wisata rintisan menurut Keputusan Bupati Minahasa Utara Nomor 64 tahun 2021 diperlukan pengembangan wisata di wilayah Desa Tiwoho. Adapun rencana pengembangan wisata berupa pemanfaatan jasa lingkungan wisata alam terbatas yang ada dalam kawasan TNB. Wisata alam yang akan dikembangkan adalah wisata edukasi ekosistem mangrove berupa mangrove trail. Adapun spesifikasi bangunan mangrove trail adalah sebagai berikut: Panjang trail 300 meter, lebar 1,5 meter dengan bahan yang terbuat dari bambu serta kayu aksesoris lainnya. Untuk mempercantik, digunakan juga cat dan lampu aneka warna.

Insight Lokasi

Peta Cerita

Update Tentang Lokasi

Belum ada update pada lokasi ini

Dokumentasi Lokasi

Belum ada foto dokumentasi

Galang dana untuk penanaman disini!

Powered by ProofFactor - Social Proof Notifications