Mangrove Pasir Kadilangu
Kabupaten Kulon Progo
Nama Petani
Harga Pohon
Rp. 70,000
Afiliasi
Yayasan Damar Alam Nusantara
Tipe Hutan
-
Tipe Ekosistem
Pesisir
Sejak akhir 1990-an, masyarakat mulai menanam mangrove secara bertahap hingga terbentuk kawasan hutan mangrove seperti sekarang. Rhizophora menjadi salah satu jenis utama, bersama Avicennia marina, Sonneratia alba, dan Nypa fruticans, namun kebutuhan penanaman tetap ada untuk menjaga kerapatan vegetasi, memperkuat area yang masih rentan, dan mempertahankan fungsi perlindungan pesisir dalam jangka panjang. Konservasi juga berkembang hingga perlindungan penyu melalui KTH Wana Tirta.
Perjalanan tersebut turut mengubah pandangan warga yang sebelumnya sempat menolak penanaman menjadi ikut menjaga kawasan. Kini Pasir Kadilangu berkembang sebagai kawasan wisata mangrove dengan filosofi Dharma Wisata, yang mengajak pengunjung tidak hanya menikmati alam tetapi turut menjaganya. Ke depan, pemulihan mangrove perlu terus dilanjutkan agar fungsi perlindungan pesisir tetap terjaga, sekaligus mendukung pengembangan eco-eduwisata yang menyatukan konservasi, edukasi, wisata, dan perlindungan penyu.
Fokus Program
Penanaman mangrove dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Tujuan dan Dampak Program
• Memperkuat perlindungan kawasan muara dari abrasi dan intrusi air laut (SDG 13 & 15)
• Menjaga ekosistem mangrove serta habitat biodiversitas pesisir (SDG 14 & 15)
• Mendukung sumber penghidupan melalui konservasi dan wisata berbasis masyarakat (SDG 1 & 8)
Peluang Pengembangan
• Eco-eduwisata mangrove
• Konservasi dan edukasi penyu
• Peningkatan sarana wisata edukasi
• Produk olahan mangrove
• Pengembangan UMKM olahan mangrove
Insight Lokasi
Peta Cerita
-