Ekowisata Mangrove Wonorejo
Kota Surabaya
Nama Petani
Harga Pohon
Rp. 40,000
Afiliasi
Kelompok Tani Hutan Ekowisata Mangrove Wonorejo
Tipe Hutan
-
Tipe Ekosistem
Pesisir
LindungiHutan berkolaborasi dengan KTH Ekowisata Mangrove Wonorejo sejak 2022, melanjutkan rehabilitasi yang telah dirintis masyarakat. Penanaman difokuskan pada Rhizophora mucronata, didukung keberadaan Rhizophora stylosa, R. apiculata, Avicennia, dan jenis mangrove lainnya yang membentuk green belt pesisir. Di balik proses ini ada figur seperti Nurul Fatmawati, serta Ahmad David yang mewakili semangat gotong royong warga. Ekosistem mangrove Wonorejo kini juga menjadi habitat kepiting bakau, kera ekor panjang, serta sedikitnya 38 spesies burung, termasuk burung migran dan Kuntul Besar.
Kerapatan mangrove kini mulai lebih baik dibanding satu dekade lalu, meski beberapa area masih tergerus abrasi dan membutuhkan penanaman ulang. Pemulihan ekosistem berjalan beriringan dengan berkembangnya ekowisata dan ekonomi lokal, mulai dari penyemaian bibit, aktivitas wisata, hingga produk olahan buah pedada seperti sirup Bogem, tepung, keripik, dan kopi mangrove. Dengan rehabilitasi yang terus berlanjut, Wonorejo diharapkan semakin kuat sebagai benteng alami pesisir Surabaya sekaligus ruang konservasi, edukasi, dan penghidupan masyarakat.
Fokus Program
Penanaman mangrove dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Tujuan dan Dampak Program
• Mengurangi dampak abrasi dan banjir rob di kawasan pesisir perkotaan (SDG 13 & 15)
• Memulihkan tutupan mangrove dan habitat biodiversitas pesisir (SDG 14 & 15)
• Mendukung sumber penghidupan melalui konservasi dan ekowisata berbasis masyarakat (SDG 1 & 8)
Peluang Pengembangan
• Pengelolaan sampah pesisir
• Penguatan pembibitan mangrove
• Eco-eduwisata mangrove
• Pengembangan produk olahan mangrove
Insight Lokasi
Update Tentang Lokasi