lahan terbengkalai di kota tak seharusnya berisi semak belukar, sampah, dan corat-coret tidak jelas! ayo hijaukan kota!
Wana Nagara (Studio Hutan Kota Pugeran, Yogyakarta)
Kota tidak harus berwujud gedung-gedung, aspal hitam, dan kabel-kabel. Lahan kosong tidak harus berwujud semak belukar, tumpukan kumuh sampah, dan corat-coret tak jelas. Waktu luang di kota tidak harus dihabiskan belanja di mal, nongkrong di warung kopi, atau main hape. Kota juga bisa hijau, segar, serta hidup bersama burung dan serangga. Hidup kita juga bisa lebih cerah dan bermakna dengan merawat kehidupan lain yang terancam musnah. Wana Nagara memulainya.
Wana Nagara adalah proyek menciptakan hutan kota mini di Kampung Pugeran, Kota Yogyakarta. Wana Nagara akan menggiatkan diskusi, pengamatan langsung, belajar dari alam, dan eksperimen seni di hutan kota. Oleh karena itu, kami menyebutnya studio.
Kami akan menanam 22 spesies pohon asli Jawa dan langka, yaitu:
Kanthil (M
agnolia x alba), Kenanga (S
ananga odorata var. odorata), Kepel (S
telechorapus burahol), Nagasari (M
esua ferrea), Bipa (
Pterygota horsfieldii), Mentaok (W
rightia pubescens subsp. laniti), Cendana (S
antalum album), Kenari (C
anarium vulgare),Wuni (A
ntidesma bunius), Duwet (S
yzygium cuminii), Elo (F
icus racemosa), Saga (A
denanthera pavonia), preh (F
icus ribes Reinw. ex Blume), Mundu (
Gracinia dulcis), Kemuning (
Murraya paniculata), Menyan (
Styrax Benzoin Dryand), Lerak (
Sapindus rarakDC.), Tengsek (
Dodonaea viscosaJacq.), Gowok (
Syzygium polycephalum), Gondang (
Ficus variegataBlume.), Cempaka (
Magnolia champaca), dan Rampelas (
Ficus ampelosBurn.f.)

Dukungan Anda akan membuat hutan kota bisa mewujudkan mimpi kita untuk:
- menghadirkan alam di kota sehingga kota tidak hanya semen, besi, kaca, dan plastik;
- memberi rumah untuk tumbuhan langka, burung, dan serangga sehingga mereka kerasan dan nyaman di kota;
- menciptakan sekolah untuk belajar bagaimana hutan bekerja;
- memberi ruang untuk mencoba-coba persilangan alam dan estetika dalam berbagai laku seni.
Dukungan Anda akan:
- digunakan untuk membeli bibit,
- digunakan untuk merawat tumbuhan hingga mandiri,
- dicatat dalam bentuk label yang ditempel pada tumbuhan itu sendiri.
Besaran Donasi yang diperlukan untuk melakukan penanaman dan perawatan pohon adalah
Rp 40,000/pohon.
Ekosistem Mangrove Wonorejo terletak di Kota Surabaya, Jawa Timur. Pemerintah kota Surabaya memanfaatkan keberadaan mangrove di sana sebagai wisata berbasis lingkungan. Ekosistem Mangrove Wonorejo memfasiitasi pengunjung yang datang dengan wahana kapal ataupun jembatan kayu. Namun, lokasi masih menjadi daerah utama di wilayah pantai timur Surabaya yang terkena dampak abrasi.
Untuk menangani abrasi yang terjadi, pada tahun 2022 LindungiHutan turut andil dalam memfasilitasi penanaman mangrove. Pohon mangrove berperan dalam mehanan ombak yang dapat mengikis daratan. Penanaman mangrove berguna untuk melestarikan keberadaan kawasan mangrove yng sudah dimanfaatkan menjadi tempat wisata. Masyarakat bisa melakukan pengembangan potensi wisata menjadi wisata edukasi. Kawasan Mangrove Wonorejo memiliki keberagaman dan keunikan ekosistem yang menarik untuk diamati dan dipelajari.
Selengkapnya...Program Utama
Penanaman pohon mangrove untuk mencegah perluasan abrasi dan menjaga keutuhan ekowisata mangrove.
Potensi Pengembangan Program
- Pusat penelitian Mangrove
Mengapa Harus Mendukung Program Ini?
Partisipasiprogramdi lokasi ini turut mendukung
Pembangunan Keberlanjutan (SDG's)
dengan
- Mencegah degradasi lahan akibat abrasi(SDG's 15)
- Mengurangi dampak banjir di pemukiman warga(SDG's 15)
- Meningkatkan area tutupan hijau(SDG's 15)
- Membantu pengurangan emisi karbon(SDG's 13)
- Meningkatkan perekonomian petani dan warga sekitar(SDG's 1)
- Menyediakan jam kerja bagi warga sekitar(SDG's 8)