Yuk, jaga bumi kita bareng! Bergabunglah dalam kampanye #EcoLENA dan lestarikan alam bersama-sama!
Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Bunaken Kepulauan menjadi titik awal yang membuka perspektif baru bagiku dalam melihat lingkungan. Selama ini, sebagai “warga daratan”, aku tidak banyak memikirkan bagaimana kehidupan di pesisir berjalan serta tantangan yang dihadapi masyarakatnya. Selama kurang lebih lima puluh hari di sana, aku mulai menyadari bahwa kondisi pesisir sangat bergantung pada keseimbangan alam, mulai dari garis pantai, ekosistem laut, hingga aktivitas sehari-hari masyarakat. Salah satu momen yang membekas adalah ketika warga bercerita bahwa saat musim hujan, sampah dari daratan terbawa ke laut dan menumpuk di pesisir. Pada akhirnya, merekalah yang harus membersihkannya, meskipun sampah tersebut bukan berasal dari mereka. Dari situ aku menyadari bahwa hal-hal yang sebelumnya terasa “jauh”, ternyata nyata dan saling terhubung. Apa yang terjadi di satu tempat dapat memberikan dampak besar bagi tempat lain. Pengalaman ini menjadi pemantik bagiku untuk lebih peduli, tidak hanya secara individu, tetapi juga dalam mengajak lebih banyak orang untuk sadar dan bergerak bersama.
Sebagai Duta Lingkungan Indonesia 2025, aku membawa misi untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, khususnya di kalangan generasi muda, melalui langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan bersama. Berangkat dari pengalaman di Bunaken dan bertepatan dengan Hari Bumi 2026 dengan tema “Our Power, Our Planet”, aku ingin mewujudkannya melalui aksi nyata berupa penanaman mangrove.
Tambakrejo, Semarang, menjadi lokasi yang aku pilih karena merupakan wilayah pesisir yang menghadapi tantangan seperti abrasi dan tekanan terhadap ekosistem pantai. Aku pernah tinggal di Semarang, namun saat itu belum sempat terlibat dalam kegiatan pelestarian lingkungan di sana. Padahal, Tambakrejo merupakan salah satu kawasan konservasi dan ekowisata pesisir. Berangkat dari refleksi tersebut, aku merasa perlu untuk tidak hanya berhenti pada kesadaran, tetapi juga mengambil langkah nyata. Rasanya sudah cukup aku merasa miris akan apa yang terjadi di Bunaken, dan mulai melakukan aksi nyata di manapun aku berada.
Melalui penanaman mangrove ini, aku ingin mengajak teman-teman untuk turut ambil bagian dalam solusi yang sederhana namun berdampak. Mangrove memiliki peran penting sebagai penahan abrasi, pelindung garis pantai, sekaligus habitat bagi berbagai biota laut. Penanaman mangrove ini harapannya dapat sedikit banyak mendukung pelestarian dan keamanan lingkungan kita. Aku percaya bahwa sekecil apapun langkah kita, jika dilakukan bersama, dapat menjadi kekuatan besar bagi bumi.
Dari pengalaman di Bunaken, aku belajar bahwa kepedulian berawal dari kesadaran, dan kesadaran dapat tumbuh melalui kebersamaan. Mari bergerak bersama untuk satu bumi. Salam lestari, salam konservasi.
Progress does not happen in silence.
It happens when people show up.
(earthday.org).
Besaran Donasi yang diperlukan untuk melakukan penanaman dan perawatan pohon adalah
Rp 25,000/pohon.
Tambakrejo dikenal sebagai desa nelayan dan terletak di Kelurahan Tanjungmas, Semarang Utara, Jawa Tengah. Laut menjadi tumpuan nelayan Tambakrejo untuk menghidupi keluarganya. Namun, abrasi terus mengikis daratan Tambakrejo dan mengakibatkan jarak pantai semakin dekat serta banjir rob. Selain itu, tumpukan sampah di pesisir juga mengancam kesehatan warga.
Untuk menahan abrasi, LindungiHutan melalui kampanye alam melakukan penanaman pohon Mangrove Rhizophora di kawasan tersebut sejak tahun 2016. Akar Mangrove memiliki kemampuan untuk menahan dan mengendapkan lumpur sehingga dapat menahan laju ombak yang menerjang daratan. Penanaman mangrove juga dapat meningkatkan kualitas ekosistem setempat sehingga biota laut termasuk ikan dapat berkembang dengan baik.
Selengkapnya...Program Utama
Penanaman pohon mangrove untuk mencegah perluasan abrasi dan banjir rob.
Potensi Pengembangan Program
- Rumah pembibitan
- Sistem tambak berkelanjutan
- Sistem penahan ombak
- Usaha olahan hasil mangrove
- Ekowisata mangrove
Mengapa Harus Mendukung Program Ini?
Partisipasi program di lokasi ini turut mendukung
Pembangunan Keberlanjutan (SDG's)
dengan
- Mencegah degradasi lahan akibat abrasi (SDG's 15)
- Mengurangi dampak banjir di pemukiman warga (SDG's 15)
- Meningkatkan area tutupan hijau (SDG's 15)
- Membantu pengurangan emisi karbon (SDG's 13)
- Meningkatkan perekonomian petani dan warga sekitar (SDG's 1)
- Menyediakan jam kerja bagi warga sekitar (SDG's 8)