Langkah kecil yang kita ambil hari ini akan membawa dampak besar untuk masa depan hutan kita. Mari bersama-sama mendukung reboisasi hutan, karena setiap langkah kita membuat perbedaan! 🌳💚 #LangkahKecilDampakBesar #LindungiHutan
Menjaga lingkungan bisa dimulai dengan cara yang sederhana loh. Setiap orang punya cara dan kesempatan yang berbeda untuk berkontribusi, dan setiap langkah kecil yang kita lakukan tetap punya arti. #LangkahBaikUntukBumi
Melalui campaign “Langkah Kecil, Dampak Besar”, aku ingin mengajak lebih banyak orang untuk ikut mengambil bagian dalam menjaga ekosistem alam melalui aksi nyata penanaman bibit mangrove.
Karena satu bibit mungkin terlihat kecil. Satu donasi mungkin terasa sederhana. Satu hari yang kita luangkan untuk menanam mungkin terasa biasa saja. Tapi ketika dilakukan bersama-sama, langkah kecil itu bisa tumbuh menjadi sesuatu yang lebih besar.
Campaign ini terbuka untuk siapa saja, mulai dari Gen Z, orang tua, hingga komunitas. Kontribusi dapat dilakukan melalui donasi penanaman bibit mangrove bersama LindungiHutan.
Kegiatan penanaman bibit mangrove ini akan dilakukan di Pulau Pari, Kebupaten Kepulauan Seribu. Kawasan ini juga sering menjadi lokasi rehabilitasi lingkungan, seperti penanaman ribuan bibit mangrove oleh warga dan berbagai elemen masyarakat untuk mencegah abrasi.
“Langkah Kecil, Dampak Besar” bukan tentang siapa yang bisa berbuat paling banyak, tetapi tentang bagaimana kita bisa mulai berbuat baik dari hal sederhana yang kita mampu.
Karena satu bibit yang ditanam hari ini, bisa menjadi bagian dari alam yang terus tumbuh untuk hari esok.
Yuk, ambil satu langkah kecil bersama. Karena ketika dilakukan bersama, langkah kecil kita bisa membawa dampak yang lebih besar.
Besaran Donasi yang diperlukan untuk melakukan penanaman dan perawatan pohon adalah
Rp 35,000/pohon.
Pulau Pari merupakan destinasi wisata yang terletak di Kabupaten Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Sebanyak 80% penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan dan beralih profesi menjadi tour guide saat akhir pekan. Namun, abrasi dan banjir rob yang semakin parah dikhawatirkan dapat merusak keindahan dan mengancam pemukiman penduduk Pulau Pari.
Untuk itu, LindungiHutan melalui kampanye alam melakukan penanaman mangrove sejak tahun 2022 sebagai upaya untuk menahan abrasi. Akar mangrove berfungsi untuk mengendapkan lumpur sehingga dapat mencegah terjadinya intrusi air laut ke daratan. Perbaikan ekosistem magrove di Pulau Pari juga menunjang kegiatan wisata untuk meningkatkan perekonomian warga.
Selengkapnya...Program Utama
Penanaman pohon mangrove untuk mencegah perluasan abrasi.
Potensi Pengembangan Program
- Rumah pembibitan
- Ekowisata mangrove
Mengapa Harus Mendukung Program Ini?
Partisipasiprogramdi lokasi ini turut mendukung
Pembangunan Keberlanjutan (SDG's)
dengan
- Mencegah degradasi lahan akibat abrasi(SDG's 15)
- Mengurangi dampak banjir di pemukiman warga(SDG's 15)
- Meningkatkan area tutupan hijau(SDG's 15)
- Membantu pengurangan emisi karbon(SDG's 13)
- Meningkatkan perekonomian petani dan warga sekitar(SDG's 1)
- Menyediakan jam kerja bagi warga sekitar(SDG's 8)