Bersama-sama kita berjuang untuk melindungi hutan! Bergabunglah dalam The Journey of Degree: Toga Untuk Rimba dan jadilah bagian dari perubahan untuk meraih wisuda dengan makna yang lebih dalam. #LindungiHutan #TogaUntukRimba 🌿🎓
Sebuah inisiatif restorasi lingkungan dalam bentuk aksi reboisasi (penanaman pohon) sebagai bentuk syukur dan perayaan kelulusan. Campaign ini mengubah euforia wisuda yang biasanya bersifat konsumtif menjadi kontribusi nyata bagi kelestarian alam.
Ergia Maharani Putri, campaigner yang kerap disapa JO, seorang mahasiswi semester akhir yang akan merayakan kelulusannya dan bertransisi menjadi alumni yang diharapkan nantinya menjadi pribadi bermanfaat bagi lingkungan sekitar.
Aksi ini dilakukan karena gelar akademik tidak boleh hanya menjadi selembar kertas ijazah. Aksi ini didasari oleh filosofi bahwa 'ilmu adalah benih' ia harus ditanam, dirawat, dan dibiarkan tumbuh besar agar bermanfaat bagi sekitarnya. Campaign ini bertujuan meninggalkan ""akar"" yang kuat di bumi, bukan sekadar jejak perayaan sesaat.
Campaign ini dilaksanakan bertepatan dengan momen krusial lingkungan (22 Mei : Hari Keanekaragaman Hayati, 5 Juni : Hari Lingkungan Hidup Sedunia) dan momen krusial akademik campaigner yakni Wisuda.
Secara fisik dilakukan di Pesisir Tambakrejo, Jawa Tengah. Secara digital, campaign ini disebarluaskan melalui platform media sosial untuk menginspirasi wisudawan, akademisi, serta masyarakat luas yang peduli pada isu lingkungan di berbagai tempat.
Dengan cara mengajak kerabat atau teman yang ingin memberikan kado wisuda untuk dialihkan menjadi bibit pohon, atau ikut serta mengikuti aksi tanam pohon sebagai simbolisasi bahwa ilmu yang didapat selama kuliah siap memberikan dampak hidup bagi semesta.
Besaran Donasi yang diperlukan untuk melakukan penanaman dan perawatan pohon adalah
Rp 25,000/pohon.
Tambakrejo dikenal sebagai desa nelayan dan terletak di Kelurahan Tanjungmas, Semarang Utara, Jawa Tengah. Laut menjadi tumpuan nelayan Tambakrejo untuk menghidupi keluarganya. Namun, abrasi terus mengikis daratan Tambakrejo dan mengakibatkan jarak pantai semakin dekat serta banjir rob. Selain itu, tumpukan sampah di pesisir juga mengancam kesehatan warga.
Untuk menahan abrasi, LindungiHutan melalui kampanye alam melakukan penanaman pohon Mangrove Rhizophora di kawasan tersebut sejak tahun 2016. Akar Mangrove memiliki kemampuan untuk menahan dan mengendapkan lumpur sehingga dapat menahan laju ombak yang menerjang daratan. Penanaman mangrove juga dapat meningkatkan kualitas ekosistem setempat sehingga biota laut termasuk ikan dapat berkembang dengan baik.
Selengkapnya...Program Utama
Penanaman pohon mangrove untuk mencegah perluasan abrasi dan banjir rob.
Potensi Pengembangan Program
- Rumah pembibitan
- Sistem tambak berkelanjutan
- Sistem penahan ombak
- Usaha olahan hasil mangrove
- Ekowisata mangrove
Mengapa Harus Mendukung Program Ini?
Partisipasiprogramdi lokasi ini turut mendukung
Pembangunan Keberlanjutan (SDG's)
dengan
- Mencegah degradasi lahan akibat abrasi(SDG's 15)
- Mengurangi dampak banjir di pemukiman warga(SDG's 15)
- Meningkatkan area tutupan hijau(SDG's 15)
- Membantu pengurangan emisi karbon(SDG's 13)
- Meningkatkan perekonomian petani dan warga sekitar(SDG's 1)
- Menyediakan jam kerja bagi warga sekitar(SDG's 8)