Satukan langkah, tanamkan harmoni. Bergabunglah dalam kampanye 'Menanam Harmoni Bersama Pramuka UGM' untuk merayakan ulang tahun alam dengan semangat kebersamaan yang menginspirasi. Mari jadikan hutan kita tempat hidup yang lestari!
Salam lestari dan salam Pramuka! Dalam satya atau janji Pramuka yang ada 'menolong sesama hidup' dan dalam darma Pramuka ada 'cinta alam', di sini ada Pramuka hendak mengajak!
Pramuka UGM, unit kegiatan mahasiswa (UKM) di Universitas Gadjah Mada, dan sebuah gugus depan Gerakan Pramuka di Yogyakarta, tahun 2026 ini merayakan usia ke-45-nya. Perayaan lima tahunan diwujudkan sebagai Lustrum, maka rangkaian acara Lustrum IX Pramuka UGM hadir dengan tema ""Harmoni Membangun Bangsa"".
Kreativitas seorang Pramuka akan mencari cara yang tidak biasa untuk merayakan sesuatu. Juga, Pramuka UGM menyadari setiap aktivitas manusia menghasilkan dampak lingkungan, termasuk dari penyelenggaraan acara. Maka, selain dalam Lustrum IX ini akan diupayakan pengurangan timbulan sampah, Pramuka UGM mengajak kita untuk bukan memberi kado kepada Pramuka UGM, melainkan ikut memberi kado untuk bumi dengan menanam pohon.
Menanam pohon merupakan aksi lingkungan yang menghasilkan multidampak! Dengan pohon Mangrove rizophora di kawasan pesisir, penanaman ini memperkuat resiliensi pesisir dari abrasi dan kenaikan muka air laut, menjaga keanekaragaman hayati, juga memberi manfaat untuk masyarakat lokal. Sebagai mitigasi iklim, tanaman perairan juga menyimpan karbon jauh lebih efektif dibandingkan tanaman di daratan (terrestrial).
Lokasi yang dipilih Pramuka UGM berada di Kecamatan Kampung Laut, Kab. Cilacap. Dengan gugusan pulau-pulau kecil, kawasan tersebut membentuk beberapa desa, yang memangku penghidupan masyarakat lokal pada tanaman mangrove dan potensi wisata. Beberapa tahun ke belakang juga meningkat ancaman penurunan keanekaragaman hayati pada biota laut lokal. Penanaman kembali mangrove akan sangat signifikan mencegah kerusakan lingkungan bertambah, serta memperbaiki penghidupan masyarakat.
Maka ayo, ikut Pramuka UGM merayakan Lustrum IX, bersamai menanam harmoni. Dari Yogyakarta untuk Cilacap, dari Pramuka dan kita semua untuk bumi!
Besaran Donasi yang diperlukan untuk melakukan penanaman dan perawatan pohon adalah
Rp 30,000/pohon.
Kampung Laut di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, merupakan gugusan pulau-pulau kecil di Segara Anakan yang membentuk beberapa desa. Di dalamnya terdapat Kawasan Wisata Arboretum Mangrove "Kolak Sekancil" yang memiliki berbagai koleksi tanaman mangrove. Akan tetapi, di wilayah tersebut mangrove mulai rusak akibat gulma, pantai terkikis gelombang, dan populasi biota laut berkurang.
Di tahun 2019, LindungiHutan hadir untuk turut mendukung kegiatan penanaman pohon oleh warga sekitar. Pohon mangrove difungsikan untuk mencegah intrusi air laut ke daratan. Masyarakat sekitar juga mengembangkan potensi mangrove melalui kegiatan wisata dan usaha olahan hasil mangrove.
Selengkapnya...Biodiversitas
- 64 jenis burung
- 8 jenis mamalia
- 3 jenis reptil
- 2 spesies flora
- 12 fauna dengan status konservasi tinggi
Program Utama
Penanaman pohon mangrove untuk mencegah perluasan abrasi.
Potensi Pengembangan Program
- Ekowisata mangrove
- Usaha olahan hasil mangrove
Mengapa Harus Mendukung Program Ini?
Partisipasiprogramdi lokasi ini turut mendukung
Pembangunan Keberlanjutan (SDG's)
dengan
- Mencegah degradasi lahan akibat abrasi(SDG's 15)
- Mengurangi dampak banjir di pemukiman warga(SDG's 15)
- Meningkatkan area tutupan hijau(SDG's 15)
- Membantu pengurangan emisi karbon(SDG's 13)
- Meningkatkan perekonomian petani dan warga sekitar(SDG's 1)
- Menyediakan jam kerja bagi warga sekitar(SDG's 8)