Dengarlah suara hutan, bergabunglah dalam #AkarBangsa untuk reboisasi hutan, jadilah bagian dari gerakan konservasi mangrove. Satu langkah kecil untuk menyelamatkan alam, satu langkah besar untuk masa depan bumi kita 🌿✨ #LindungiHutan
Kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga tentang melanjutkan perjuangan menjaga tanah air yang telah diwariskan kepada kita. Berangkat dari semangat tersebut, UKM Pengawal Ideologi Bangsa (PIB) Universitas Semarang berkolaborasi dengan LindungiHutan menghadirkan AKAR BANGSA (Aksi Konservasi Mangrove Bersama Pengawal Ideologi Bangsa) sebagai gerakan nyata memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.
Pada 16 Agustus 2026, satu hari menjelang peringatan 17 Agustus, para mahasiswa, relawan, dan masyarakat akan bersatu menanam mangrove sebagai simbol bahwa kemerdekaan tidak hanya dipertahankan melalui semangat kebangsaan, tetapi juga melalui kepedulian terhadap lingkungan. Mangrove dipilih karena memiliki peran penting dalam menjaga garis pantai dari abrasi, menyerap emisi karbon, menjadi habitat berbagai biota, serta menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir Indonesia.
Melalui AKAR BANGSA, UKM Pengawal Ideologi Bangsa bersama LindungiHutan ingin mengajak generasi muda untuk memahami bahwa mencintai Indonesia tidak berhenti pada upacara dan pengibaran bendera. Cinta tanah air diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat bagi bangsa, masyarakat, dan generasi mendatang. Menanam satu pohon mangrove berarti menanam harapan, menjaga kehidupan, dan memperkuat akar Indonesia agar tetap kokoh menghadapi berbagai tantangan lingkungan.
Campaign ini mengusung semangat gotong royong yang menjadi nilai luhur Pancasila. Seluruh peserta akan terlibat langsung dalam kegiatan edukasi lingkungan, penanaman mangrove, serta penyebaran pesan konservasi melalui media sosial agar semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk ikut menjaga alam Indonesia.
"Mengakar untuk Negeri, Bertumbuh untuk Indonesia."
Karena kemerdekaan sejati bukan hanya diwariskan, tetapi juga dirawat. Dan salah satu cara merawat Indonesia adalah dengan menanam akar yang akan menjaga bumi, pesisir, dan masa depan bangsa.
Besaran Donasi yang diperlukan untuk melakukan penanaman dan perawatan pohon adalah
Rp 25,000/pohon.
Tambakrejo dikenal sebagai desa nelayan dan terletak di Kelurahan Tanjungmas, Semarang Utara, Jawa Tengah. Laut menjadi tumpuan nelayan Tambakrejo untuk menghidupi keluarganya. Namun, abrasi terus mengikis daratan Tambakrejo dan mengakibatkan jarak pantai semakin dekat serta banjir rob. Selain itu, tumpukan sampah di pesisir juga mengancam kesehatan warga.
Untuk menahan abrasi, LindungiHutan melalui kampanye alam melakukan penanaman pohon Mangrove Rhizophora di kawasan tersebut sejak tahun 2016. Akar Mangrove memiliki kemampuan untuk menahan dan mengendapkan lumpur sehingga dapat menahan laju ombak yang menerjang daratan. Penanaman mangrove juga dapat meningkatkan kualitas ekosistem setempat sehingga biota laut termasuk ikan dapat berkembang dengan baik.
Selengkapnya...Program Utama
Penanaman pohon mangrove untuk mencegah perluasan abrasi dan banjir rob.
Potensi Pengembangan Program
- Rumah pembibitan
- Sistem tambak berkelanjutan
- Sistem penahan ombak
- Usaha olahan hasil mangrove
- Ekowisata mangrove
Mengapa Harus Mendukung Program Ini?
Partisipasiprogramdi lokasi ini turut mendukung
Pembangunan Keberlanjutan (SDG's)
dengan
- Mencegah degradasi lahan akibat abrasi(SDG's 15)
- Mengurangi dampak banjir di pemukiman warga(SDG's 15)
- Meningkatkan area tutupan hijau(SDG's 15)
- Membantu pengurangan emisi karbon(SDG's 13)
- Meningkatkan perekonomian petani dan warga sekitar(SDG's 1)
- Menyediakan jam kerja bagi warga sekitar(SDG's 8)