Yuk, jadikan kita bagian dari perubahan! Mari berkolaborasi dalam kampanye "Belajar Mendengar Bumi: Tanam Mangrove di Desa Sukawali" untuk menjaga kelestarian hutan bersama-sama. Ayo, tanam mangrove demi masa depan yang lebih hijau! 🌿 #LindungiHutan #ReboisasiHutan
Belajar Mendengar Bumi adalah sebuah ajakan untuk kembali peka terhadap lingkungan di sekitar kita. Bumi tidak pernah benar-benar diam. Ia berbicara melalui air yang mengalir, tanah yang kita pijak, pesisir yang kita tinggali, serta kehidupan yang tumbuh di dalamnya. Namun, di tengah kesibukan dan aktivitas sehari-hari, kita sering kali lupa untuk berhenti sejenak dan memperhatikan apa yang sedang terjadi di sekitar kita. Melalui campaign ini, kita diajak untuk tidak hanya melihat alam, tetapi juga belajar memahami pesan yang disampaikannya.
Kawasan Muara Sungai Cisadane di Tangerang menjadi salah satu ruang yang menunjukkan pentingnya kepedulian tersebut. Berkurangnya mangrove, sampah yang terbawa aliran sungai, serta perubahan kondisi perairan dan tanah telah memberikan dampak terhadap ekosistem dan kehidupan masyarakat di sekitarnya. Kondisi ini juga berpengaruh terhadap masyarakat yang menggantungkan kehidupannya pada kawasan pesisir. Namun, di tengah berbagai tantangan tersebut, masyarakat telah mulai bergerak untuk memulihkan kembali lingkungan melalui penanaman mangrove.
Desa Sukawali, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten, menjadi lokasi dipilihnya langkah kecil ini. Melalui campaign Belajar Mendengar Bumi, kami mengajak masyarakat, komunitas, relawan, dan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan untuk bersama-sama mengambil bagian dalam aksi penanaman mangrove. Kegiatan ini menjadi ruang untuk belajar sekaligus bertindak secara langsung, dengan menanam mangrove sebagai salah satu upaya menjaga ekosistem pesisir dan mendukung lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Kegiatan penanaman mangrove direncanakan akan dilaksanakan pada 30 Desember 2026 dengan target sebanyak 206 bibit Mangrove Rhizophora yang akan ditanam bersama petani lokal dan Tim Lindungi Hutan. Pelaksanaan kegiatan tidak berhenti pada proses menanam, tetapi juga dilanjutkan hingga proses pemantauan yang pertanggungjawaban yang juga dapat di monitor secara langsung oleh donatur. Dengan demikian, satu hari kegiatan dapat menjadi awal dari kepedulian yang terus dibawa setelah kegiatan selesai.
Setiap bibit yang ditanam menjadi bagian dari upaya untuk memulihkan ekosistem sekaligus bentuk kepedulian terhadap masyarakat dan kehidupan yang bergantung pada kawasan pesisir. Kita mungkin tidak dapat melihat seluruh manfaatnya hari ini, tetapi setiap akar yang tumbuh memiliki kesempatan untuk menjadi bagian dari ekosistem yang lebih kuat di masa depan.
Campaign ini percaya bahwa perubahan tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Satu bibit, satu tangan, dan satu kepedulian dapat menjadi awal dari perubahan yang lebih luas. Karena itu, Belajar Mendengar Bumi bukan hanya tentang satu kegiatan penanaman mangrove, tetapi tentang bagaimana kita belajar melihat kondisi di sekitar, memahami apa yang dibutuhkan, dan memilih untuk melakukan sesuatu.
Melalui langkah sederhana ini, kami ingin mengajak lebih banyak orang untuk ikut menjaga apa yang telah Tuhan percayakan kepada kita. Sebab ketika sesuatu yang baik kita terima, sudah selayaknya kebaikan tersebut kembali kita bagikan dan menjadi berkat bagi sesama. Apa yang kita tanam hari ini, kiranya dapat tumbuh menjadi berkat bagi masyarakat, bagi alam, dan bagi bangsa.
#BelajarMendengarBumi #MenanamMangrove #DesaSukawali
Besaran Donasi yang diperlukan untuk melakukan penanaman dan perawatan pohon adalah
Rp 45,000/pohon.
Desa Sukawali, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten merupakan titik bermuaranya sungai Cisadane ke Laut Jawa. Daerah ini merupakan daerah pesisir dan memiliki beberapa pulau kecil hasil dari endapan sungai. Sejak dahulu Muara Cisadane ditumbuhi tanaman-tanaman pesisir, termasuk mangrove. Namun, beberapa orang mengubah daerah tersebut menjadi pertambakan. Hal ini menyebabkan rusaknya ekosistem mangrove dan menimbulkan abrasi. Selain itu, masyarakat berharap adanya upaya pemanfaatan lahan yang tertimbun sampah menjadi lahan yang produktif. Masyarakat terus melakukan upaya agar keberadaan mangrove ini terjaga.
Pada tahun 2022, LindungiHutan membantu masyarakat untuk melakukan penanaman pohon Mangrove di sana. Pohon mangrove bermanfaat menjaga daratan dari abrasi dengan pembentukan sedimen baru. Selain itu, hasil mangrove juga dapat dimanfaatkan untuk usaha olahan oleh masyarakat sekitar.
Selengkapnya...Program Utama
Penanaman pohon mangrove untuk mencegah perluasan abrasi dan banjir rob.
Potensi Pengembangan Program
- Ekowisata mangrove
- Pusat pengendalian dan pemanfaatan sampah
Mengapa Harus Mendukung Program Ini?
Partisipasiprogramdi lokasi ini turut mendukung
Pembangunan Keberlanjutan (SDG's)
dengan
- Mencegah degradasi lahan akibat abrasi(SDG's 15)
- Mengurangi dampak banjir di pemukiman warga(SDG's 15)
- Meningkatkan area tutupan hijau(SDG's 15)
- Membantu pengurangan emisi karbon(SDG's 13)
- Meningkatkan perekonomian petani dan warga sekitar(SDG's 1)
- Menyediakan jam kerja bagi warga sekitar(SDG's 8)