Di hari ulang tahunku, aku mau merayakannya dengan menanam pohon. Yuk, tumbuh bersamaku!
Grow with me!
Halo, aku Citta! 🌱
Di hari ulang tahunku tahun ini, aku mau merayakannya dengan cara yang berbeda. Nggak ada kue yang habis dalam sehari, nggak ada kado yang hilang.
Aku mau kado yang terus tumbuh, bahkan saat aku lupa berapa usiaku.Aku mau menanam pohon untuk hutan Indonesia. Karena buat aku, ulang tahun bukan cuma soal bertambahnya usia, tapi soal bertambahnya akar — akar kebaikan, akar harapan, akar kebahagiaan.
Setiap pohon yang kita tanam bareng adalah janji kecil untuk terus tumbuh, menjadi versi yang lebih baik, dan membawa kebahagiaan untuk bumi dan orang lain.
Sesuai sama yang selalu aku percaya: bringing happiness.
Yuk, jadi bagian dari hutan ulang tahunku!
Kamu bisa ikut merayakannya dengan donasi pohon. Satu pohon darimu adalah satu doa baik untuk perjalananku yang baru.
Terima kasih sudah bikin hari lahirku jadi lebih berarti dan lebih hijau!
Peluk hijau,
Citta
Besaran Donasi yang diperlukan untuk melakukan penanaman dan perawatan pohon adalah
Rp 25,000/pohon.
Tambakrejo (dikenal juga Tambak Lorok) merupakan kawasan pesisir di Semarang Utara yang selama bertahun-tahun menghadapi abrasi, banjir rob, dan penurunan muka tanah. Nama Tambak Lorok sendiri berasal dari kata nglorok yang berarti tanah yang merosot, sementara nama Tambakrejo mengingatkan pada masa ketika tambak masih produktif dan menopang kehidupan masyarakat. Tekanan tersebut menghilangkan sebagian daratan serta mengganggu permukiman, tambak, hingga kawasan pemakaman, sehingga perlindungan pesisir menjadi kebutuhan penting bagi warga yang mayoritas menggantungkan hidup pada laut dan tambak.
Tambakrejo memiliki arti khusus bagi LindungiHutan karena menjadi lokasi penanaman pertama sejak 2016. Bersama Kelompok CAMAR (Cinta Alam Mangrove Asri dan Rimbun), rehabilitasi dilakukan dengan penanaman Rhizophora sp., yang membantu menahan sedimen sekaligus menyediakan habitat bagi ikan, udang, dan kepiting. Perjalanan konservasi turut mengubah pandangan masyarakat yang dahulu sempat menganggap mangrove sebagai pengganggu tambak menjadi pelindung penting bagi kampung mereka.
Seiring penanaman terus berjalan, perubahan mulai dirasakan di area yang semakin rapat oleh mangrove, mulai dari berkurangnya air pasang yang masuk ke permukiman hingga terbukanya sumber penghidupan baru. Pembibitan mangrove, Mangrove Edupark, serta olahan mangrove dan hasil laut kini memberi ruang tambahan bagi masyarakat untuk terlibat dalam ekonomi berbasis konservasi. Sehingga, proses pemulihan akan terus digalakkan untuk menekan laju abrasi, penurunan muka tanah, hingga potensi rob.
Baca selengkapnya...Fokus ProgramPenanaman mangrove dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Tujuan dan Dampak Program• Mengurangi tekanan abrasi dan banjir rob serta memperkuat ketahanan pesisir (SDG 13 & 15)
• Memulihkan ekosistem mangrove dan habitat biodiversitas pesisir (SDG 14 & 15)
• Mendukung sumber penghidupan dan peluang ekonomi masyarakat pesisir (SDG 1 & 8)
Peluang Pengembangan• Pengelolaan sampah dan limbah pesisir
• Pengembangan Mangrove Edupark
• Penguatan pembibitan mangrove bersama Kelompok CAMAR
• Pengembangan UMKM olahan mangrove
• Edukasi dan monitoring biodiversitas