Bersama kita bisa menghidupkan kembali alam! Dukung kampanye Revive Our Nature dengan menanam pohon dan mengembalikan kehidupan hutan, demi masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan untuk generasi mendatang. Ayo, beraksi sekarang!
Center for Indonesian Medical Students’ Activities (CIMSA) merupakan organisasi mahasiswa kedokteran non-profit, non-pemerintahan, dan non-politik yang memfasilitasi mahasiswa kedokteran Indonesia untuk memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat melalui aktivitas berbasis data.
Standing Committee on Human Rights and Peace (SCORP) merupakan salah satu standing committee CIMSA yang bergerak di bidang hak asasi manusia dan perdamaian. SCORP CIMSA memiliki empat fokus kerja, yaitu manajemen bencana, hak atas kesehatan, kesehatan pengungsi, dan kelompok rentan.
Sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap risiko bencana, SCORP CIMSA menyelenggarakan kampanye International Day for Disaster Risk Reduction × World Science Day for Peace and Development 2026 dengan tema “Strengthening Disaster Management through Scientific Precision”. Kampanye ini menekankan pentingnya pemanfaatan ilmu pengetahuan dalam memahami risiko bencana dan mengembangkan langkah mitigasi yang tepat untuk membangun masyarakat yang lebih tangguh.
Salah satu upaya untuk mengurangi risiko bencana adalah dengan menjaga kelestarian ekosistem yang berperan sebagai pelindung alami lingkungan dan masyarakat. Kerusakan hutan dan ekosistem gambut dapat meningkatkan kerentanan lingkungan terhadap berbagai ancaman, seperti banjir, kebakaran, dan dampak perubahan iklim. Oleh karena itu, upaya membangun ketahanan bencana tidak hanya dilakukan melalui peningkatan pengetahuan dan kesiapsiagaan, tetapi juga melalui aksi nyata untuk memulihkan lingkungan.
Salah satu wilayah yang membutuhkan perhatian adalah Sungai Sintuk, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Ekosistem di wilayah ini mengalami degradasi akibat pembabatan hutan, aktivitas pertambangan, dan kebakaran. Kondisi tersebut mengancam habitat berbagai satwa liar, seperti orang utan, bekantan, kancil, dan beruang, serta berpotensi memengaruhi kehidupan masyarakat di sekitarnya.
Melalui “Revive Our Nature”, SCORP CIMSA mengajak teman-teman untuk berkontribusi dalam upaya restorasi ekosistem gambut di Sungai Sintuk. Penanaman pohon diharapkan dapat membantu memulihkan ekosistem yang terdegradasi, meningkatkan tutupan hijau, mendukung pengurangan emisi karbon, serta memberikan manfaat bagi keanekaragaman hayati dan perekonomian masyarakat setempat.
Setiap pohon yang ditanam membawa harapan bagi pulihnya ekosistem dan terjaganya kehidupan di sekitarnya. Yuk, ikut berdonasi dan jadilah bagian dari upaya pelestarian lingkungan bersama SCORP CIMSA!
Besaran Donasi yang diperlukan untuk melakukan penanaman dan perawatan pohon adalah
Rp 30,000/pohon.
Sungai Sintuk terletak di Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Sungai ini merupakan rumah bagi banyak satwa liar seperti orang utan, bekantan, kancil, dan beruang. Sayangnya, ekosistem di sungai ini terdegradasi akibat pembabatan hutan, pertambangan, dan kebakaran.
Sejak tahun 2018, LindungiHutan bersama masyarakat melakukan kegiatan konservasi dengan penanaman pohon nyatoh. Program ini diharapkan dapat memperbaiki ekosistem yang terdegradasi. Ekosistem gambut yang kembali pulih akan berdampak positif pada kehidupan satwa dan ekonomi masyarakat.
Program Utama
Penanaman Pohon Nyatoh untuk merestorasi ekosistem gambut
Mengapa Harus Mendukung Program Ini?
Partisipasiprogramdi lokasi ini turut mendukungPembangunan Keberlanjutan (SDG's)dengan
- Mencegah degradasi lahan akibat abrasi(SDG's 15)
- Mengurangi dampak banjir di pemukiman warga(SDG's 15)
- Meningkatkan area tutupan hijau(SDG's 15)
- Membantu pengurangan emisi karbon(SDG's 13)
- Meningkatkan perekonomian petani dan warga sekitar(SDG's 1)
- Menyediakan jam kerja bagi warga sekitar(SDG's 8)