Ayo berikan napas baru untuk bumi bersama Re-Brew Candles!
Halo Sahabat Alam, Tahu enggak, jutaan cangkir kopi yang diminum setiap hari menghasilkan ampas yang sebagian besarnya berakhir di tempat sampah dan merusak lingkungan? Di
Re-Brew Candles, kami percaya ampas kopi punya kesempatan kedua. Lewat semangat
"From Waste to Wellness", kami mengolah limbah ampas kopi dari kafe lokal menjadi lilin aromaterapi yang menenangkan untuk menemani hari-harimu.
Misi Kampanye Kami Langkah kami enggak berhenti di pengolahan limbah saja. Melalui kampanye ini,
setiap satu unit Re-Brew Candles yang terjual, sebagian keuntungannya akan didonasikan untuk penanaman bibit pohon/mangrove bersama LindungiHutan.
Bagaimana Kamu Bisa Berkontribusi? Saat membawa pulang lilin Re-Brew Candles, kamu enggak cuma membeli keharuman dan ketenangan untuk ruanganmu tapi juga ikut merawat masa depan bumi. Yuk, jadi bagian dari gerakan hijau ini. Setiap pilihan kecilmu sangat berarti untuk menghijaukan kembali hutan dan pesisir Indonesia! Salam hangat,
Tim Re-Brew Candles 🌿
Besaran Donasi yang diperlukan untuk melakukan penanaman dan perawatan pohon adalah
Rp 25,000/pohon.
Tambakrejo (dikenal juga Tambak Lorok) merupakan kawasan pesisir di Semarang Utara yang selama bertahun-tahun menghadapi abrasi, banjir rob, dan penurunan muka tanah. Nama Tambak Lorok sendiri berasal dari kata nglorok yang berarti tanah yang merosot, sementara nama Tambakrejo mengingatkan pada masa ketika tambak masih produktif dan menopang kehidupan masyarakat. Tekanan tersebut menghilangkan sebagian daratan serta mengganggu permukiman, tambak, hingga kawasan pemakaman, sehingga perlindungan pesisir menjadi kebutuhan penting bagi warga yang mayoritas menggantungkan hidup pada laut dan tambak.
Tambakrejo memiliki arti khusus bagi LindungiHutan karena menjadi lokasi penanaman pertama sejak 2016. Bersama Kelompok CAMAR (Cinta Alam Mangrove Asri dan Rimbun), rehabilitasi dilakukan dengan penanaman Rhizophora sp., yang membantu menahan sedimen sekaligus menyediakan habitat bagi ikan, udang, dan kepiting. Perjalanan konservasi turut mengubah pandangan masyarakat yang dahulu sempat menganggap mangrove sebagai pengganggu tambak menjadi pelindung penting bagi kampung mereka.
Seiring penanaman terus berjalan, perubahan mulai dirasakan di area yang semakin rapat oleh mangrove, mulai dari berkurangnya air pasang yang masuk ke permukiman hingga terbukanya sumber penghidupan baru. Pembibitan mangrove, Mangrove Edupark, serta olahan mangrove dan hasil laut kini memberi ruang tambahan bagi masyarakat untuk terlibat dalam ekonomi berbasis konservasi. Sehingga, proses pemulihan akan terus digalakkan untuk menekan laju abrasi, penurunan muka tanah, hingga potensi rob.
Baca selengkapnya...Fokus ProgramPenanaman mangrove dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Tujuan dan Dampak Program• Mengurangi tekanan abrasi dan banjir rob serta memperkuat ketahanan pesisir (SDG 13 & 15)
• Memulihkan ekosistem mangrove dan habitat biodiversitas pesisir (SDG 14 & 15)
• Mendukung sumber penghidupan dan peluang ekonomi masyarakat pesisir (SDG 1 & 8)
Peluang Pengembangan• Pengelolaan sampah dan limbah pesisir
• Pengembangan Mangrove Edupark
• Penguatan pembibitan mangrove bersama Kelompok CAMAR
• Pengembangan UMKM olahan mangrove
• Edukasi dan monitoring biodiversitas