Kampanye Alam "Kudus #RawatBumi2019: Mari Bersama Hijaukan Lereng Gunung Muria" | LindungiHutan
Gambar Kampanye
Kampanye Selesai

Kudus #RawatBumi2019: Mari Bersama Hijaukan Lereng Gunung Muria

Dodok

Dodok

65 pohon terkumpul dari 2,000 pohon

18 Donatur

Batas Donasi: 25 April 2019
Kampanye Selesai
Penanaman: 27 April 2019
Selesai Ditanam
Unduh LPJ

Belum ada kampanye terkait

Cerita
Pantau
Update
Kampanye dibuat 26 February 2019
September 2015 lalu, hutan di puncak Argopiloso, salah satu puncak di Gunung Muria, mengalami kebakaran hebat, dan sampai saat ini belum diadakan reboisasi. Yuk bersama hijaukan Argopiloso kembali.
Perkenalkan, nama saya Dodok. Saya bekerja sebagai wiraswasta di Kutoharjo, Kabupaten Pati. Selain itu, saya juga aktif di organisasi pegiat alam, terutama di kawasan Gunung Muria.

Gunung Muria merupakan salah satu gunung di utara Jawa Tengah sebelah timur. Gunung ini termasuk dalam wilayah Kabupaten Kudus di sisi selatan, di sisi barat laut berbatasan dengan Kabupaten Jepara, dan di sisi timur berbatasan dengan Kabupaten Pati. Keberadaan gunung ini tak dapat dipisahkan dari sejarah penyebaran agama Islam di tanah Jawa. Di sinilah, Sunan Muria, salah satu Wali Sanga, berdakwah menyebarkan agama Islam hingga akhir hayatnya.



Foto: Kawasan makam Sunan Muria

Gunung dengan ketinggian 1.602 mdpl ini merupakan salah satu gunung yang sering saya daki bersama dengan para pengiat alam dan pencinta alam karena masih asri dan alami. Dan kejadian kebakaran hutan di wilayah lereng Muria pada 28 Sepember 2015 membuat saya prihatin. Kebakaran yang ditengarai akibat kelalaian manusia tersebut menghanguskan kawasan hutan blok 45 Petung Lestari yang dikenal dengan sebutan puncak Argowiloso.

Untuk menuju pos pendakian puncak Argo Wiloso Langsungsaja anda menuju wisata air tiga rasa Rejenu. Di air tiga rasa Rejenu inilah pos terakhir anda sebelum mendaki, dan juga sebagai tempat terakhir anda untuk mengisi air dan perbekalan menuju puncak, janganlah khawatir, karena di wisata air tiga rasa Rejenu telah tersedia banyak warung-warung yang buka 24jam. Dari air tiga rasa Rejenu, anda juga bisa berziarah ke Makam Syeh Syadzali terlebih dahulu atau bisa langsung menuju ke arah jalur puncak. Dari sumber mata air tiga rasa, ikutilah jalan kecil setapak yang terletak di samping kiri sumber mata air tiga rasa tersebut, jalan inilah satu-satunya jalur untuk menuju puncak Argo piloso.



Foto: pemakanan Syeikh Sadzali



Foto: lokasi sumber air 3 rasa

Dampak dari kebakaran tersebut, sering terjadi longsor di sekitar lokasi karena tidak ada penahan tanah. Lokasi tersebut sekarang hanya ditumbuhi perdu dan semak belukar. Dan meskipun dampak terhadap masyarakat sekitar secara langsung belum terasa, tetapi dampak untuk fauna di lereng Muria seperti monyet dan burung endemik sangat terasa. Dahulu di sekitar lokasi banyak satwa, tetapi setelah terjadinya kebakaran mulai berkurang karena tidak adanya tempat tinggal dan makanan bagi mereka.



Foto: Lokasi sekitar tempat penanaman di lereng Muria

Oleh sebab itu, saya dan teman-teman berinisiatif untuk mengadakan reboisasi di kawasan bekas kebakaran tersebut. Penanaman ini sekaligus masuk dalam Gerakan Rawat Bumi yang diagendakan LindungiHutan untuk memperingati Hari Bumi dan akan dilaksanakan pada tanggal 21 April mendatang.

Besaran Donasi yang diperlukan untuk melakukan penanaman dan perawatan pohon adalah Rp 12.000/pohon.

Dengan Rincian :
  1. Biaya Bibit
  2. Biaya Tanam
  3. Biaya perawatan selama 1 Tahun (Update perkembangan pohon dapat dilihat di website ini)
  4. Update dilakukan selama 3 Bulan sekali
  5. Pengembangan Website Lindungi Hutan

Bagaimana Cara Berdonasi ??
  1. Klik Tombol Donasi
  2. Input Jumlah Pohon yang akan di donasikan
  3. Pilih Transaksi Pembayaran
  4. Konfirmasi
  5. Nama Anda Akan muncul di Halaman Donatur
  6. Selesai

Anda Juga dapat melakukan Gabung Aksi penanaman dengan melakukan pendaftaran di Tombol “Gabung Aksi”, biaya ditanggung peserta.
Salam Lestari !!

Kampanye alam"Kudus #RawatBumi2019: Mari Bersama Hijaukan Lereng Gunung Muria" telah dilaksanakan diLereng Gunung Muria pada tanggal21 April 2019dibantu oleh Relawan LindungiHutan Kudus dan juga peserta gabung aksi yang berjumlah37 orang.



Dokumentasi lengkap penanaman pada kampanye ini dapat diakses di link berikut RawatBumi Kudus
Data dan Emisi/Serapan Carbon dapat berubah sesuai data update dan usia pohon
28 Mar 2021
Campaign telah dilaksanakan 28-03-2021
66
Pohon Hidup
0
Pohon Mati
1cm
Diameter Pohon
1cm
Tinggi Pohon
1%
Perkembangan
28 Mar 2021
Campaign telah dilaksanakan 28-03-2021
66
Pohon Hidup
0
Pohon Mati
1cm
Diameter Pohon
1cm
Tinggi Pohon
1%
Perkembangan
03 Jun 2020
Kampanye alam "Kudus #RawatBumi2019: Mari Bersama Hijaukan Lereng Gunung Muria" telah dilaksanakan di Lereng Gunung Muria pada tanggal 21 April 2019 dibantu oleh Relawan LindungiHutan Kudus dan juga peserta gabung aksi yang berjumlah 37 orang. Dokumentasi lengkap penanaman pada kampanye ini dapat diakses di link berikut https://drive.google.com/open?id=1_4KxtM5IwaztyPjogJspY4tNDDAWJd4B
66
Pohon Hidup
0
Pohon Mati
1cm
Diameter Pohon
1cm
Tinggi Pohon
1%
Perkembangan
Gambar Monitoring
03 Jun 2020
Campaign telah dilaksanakan 03-06-2020
66
Pohon Hidup
0
Pohon Mati
1cm
Diameter Pohon
1cm
Tinggi Pohon
1%
Perkembangan
29 Apr 2019
Campaign telah dilaksanakan 29-04-2019
66
Pohon Hidup
0
Pohon Mati
0.1cm
Diameter Pohon
0.1cm
Tinggi Pohon
100%
Perkembangan
26 Feb 2019
Update Kampanye Dimulai Nanti Pada Tanggal Pelaksanaan 21-04-2019
1
Pohon Hidup
0
Pohon Mati
0.1cm
Diameter Pohon
0.1cm
Tinggi Pohon
100%
Perkembangan
Gambar Monitoring
4 tahun yang lalu
Avatar
Rio chairuddin taufani
2 Pohon
Dia juga titipanNYA yg harus kita jaga. "Gunung muria"
4 tahun yang lalu
Avatar
Solichul Umar
4 Pohon
Hutan butuh aksi nyata, bukan hanya kata2 yang terdengar merdu ditelinga
4 tahun yang lalu
Avatar
Anonymous
5 Pohon
4 tahun yang lalu
Avatar
Nor Khalim
2 Pohon
4 tahun yang lalu
Avatar
Ida endang s
1 Pohon
4 tahun yang lalu
Avatar
Tipak Tapak
8 Pohon
8
4 tahun yang lalu
Avatar
Anonymous
5 Pohon
5
4 tahun yang lalu
Avatar
Anonymous
5 Pohon
5

Hitung Emisi Karbon dengan Mudah dan Gratis

Melalui Imbangi, setiap pengguna dapat menghitung jejak karbon yang dihasilkan dan menyerapnya dengan langkah penghijauan bersama LindungiHutan

Hitung Jejak Karbon