fb Hutan Merdeka - LindungiHutan

Karena Penjarahan di dalam Hutan harus dihapuskan -

Penanaman dan penyulaman sebagai wujud apresiasi untuk 45 PejuangHutan di Bulan Juni - Agustus 2019

128        Pohon

40 Partisipan

Tanam Pohon Kemerdekaanmu

Pilih kota dan isi donasi kamu

Cisadap Ciamis, 0 Pohon Dadap Indramayu, 0 Pohon Makassar, 0 Pohon Cirebon, 0 Pohon Maluku Tenggara, 0 Pohon Sumbawa, 0 Pohon Magetan, 0 Pohon Puloby Indramayu, 0 Pohon Lombok Barat, 0 Pohon Temanggung Prau, 0 Pohon Kuta, 0 Pohon Tegal, 0 Pohon Tanah Laut, 0 Pohon Palu, 0 Pohon Pekalongan, 0 Pohon Linggasari Ciamis, 0 Pohon Gunungkidul, 0 Pohon Semarang, 0 Pohon Kutai Kartanegara, 0 Pohon Banyumas, 0 Pohon Toraja Utara, 0 Pohon Banjarbaru, 20 Pohon Muaro Jambi, 0 Pohon Polewali Mandar, 36 Pohon Demak, 39 Pohon Mataram, 32 Pohon

#HutanMerdeka

- Indonesia kehilangan hutan seluas 3 kali lapangan sepak bola tiap menitnya? -

Kita telah kehilangan hutan aslinya sebesar 72%, dan hanya menyisakan sekitar 125,9 juta hektar hutan darat (2018), dan kehilangan hutan mangrove sebesar 50% atau sejumlah 3,2 juta hektar. Bahkan penjarahan hutan di Indonesia ini menjadi tingkat kerusakan hutan yang tertinggi di dunia. Dihimpun dari hasil penafsiran citra landsat, pada tahun 2000 terdapat 101,73 juta hektar hutan dan lahan yang rusak, di antaranya seluas 59,62 juta hektar berada dalam kawasan hutan.

#HutanMerdeka with LindungiHutan.com

       Apa yang lebih mengerikan dari menjarah? Mengambil sumberdaya hutan tanpa tanggungjawab? Yang lebih mengerikan adalah tidak mengambil peran. Penjarahan itu berupa sikap acuh dan abai dan menganggap yang terjadi dalam hutan adalah hutan mereka, Harusnya HutanMerdeka, suaranya kita dengar, setara dengan masalah lainnya..

       Pernah baca berita tentang pembalakan liar? Deforestasi hutan?

       Mungkin pernah baca fakta di media bahwa Indonesia kehilangan hutan seluas 3 kali lapangan sepak bola tiap menitnya? Atau sudah mengetahui data bahwa Indonesia telah kehilangan hutan aslinya sebesar 72%, dan hanya menyisakan sekitar 125,9 juta hektar hutan darat (2018), dan kehilangan hutan mangrove sebesar 50% atau sejumlah 3,2 juta hektar. Bahkan penjarahan hutan di Indonesia ini agaknya menjadi tingkat kerusakan hutan yang tertinggi di dunia. Dihimpun dari hasil penafsiran citra landsat, pada tahun 2000 terdapat 101,73 juta hektar hutan dan lahan yang rusak, di antaranya seluas 59,62 juta hektar berada dalam kawasan hutan.

       Sudah pernah?

       Selama ini, banyak kabar buruk dari hutan yang hanya menyoroti beberapa pihak saja. Sehingga, banyak dari kita menganggap bahwa hutan hanyalah milik mereka yang kehidupannya bersentuhan langsung dengan hutan; baik kementrian kehutanan, perusahaan yang mengeksploitasi lahan, maupun penduduk sekitar hutan. Hal ini menimbulkan rasa abai terhadap masalah hutan. Bahkan banyak dari kita yang percaya bahwa masalah hutan bukanlah masalah kita. Kerusakan hutan adalah tanggung jawab “mereka”, bukan bersama.

       Padahal semua hal yang kita nikmati adalah hasil dari hutan. Dapat mengkonsumsi udang, kepiting ataupun makanan laut lain yang melimpah adalah hasil lestarinya hutan pesisir yang menjadi bagian dari habitat. Dapat mengkonsumsi air bersih yang melimpah adalah bagian dari lestarinya hutan kita, bahkan bisa bernapas sehari-hari dengan udara bersih adalah salah satu bentuk kontribusi hutan menjaga keberlangsungan kehidupan makhluk hidup. Tidak banyak dari kita yang tahu kebaikan hutan yang telah diberikan kepada kita, karena memang berita buruk lebih menarik untuk dibaca ketimbang kabar-kabar baik yang bertebaran.

       Tapi tahukah kalian, dibalik semua kabar buruk tentang hutan yang seringkali terekspos, ada banyak kabar baik dari hutan yang harus kita dengar. Salah satunya adalah kabar para #PejuangHutan yang mengabdi ke alam demi lestarinya kehidupan di masa depan. Sayangnya, tak banyak beda nasibnya dengan hutan, nasib #PejuangHutan sama menyedihkannya; tidak terekspos kebaikannya, tidak didukung usahanya. Padahal merekalah, orang-orang yang hadir di balik mudahnya kita bernapas karena polusi yang tereduksi oleh hijaunya hutan kita. Merekalah, orang-orang baik yang berjuang keras dibalik lestarinya keseimbangan alam kita. Merekalah #PejuangHutan nyata tanpa tanda jasa.

       Sekarang saatnya kita dukung perjuangan mereka. Jadilah salah satu penyebar kabar baik hutan sekaligus penyala semangat #PejuangHutan dengan menjadi #PembelaHutan dalam #HutanMerdeka.

Mari dukung #PejuangHutan demi #HutanMerdeka!
Merdeka!