Bantu masyarakat terdampak banjir di Semarang dan Demak untuk meringankan beban mereka!
Banjir di Semarang dan Demak, Galang Solidaritas bagi Warga Terdampak!

Foto: Kondisi banjir di salah satu rumah mitra petani kami.
Kota Semarang baru saja mengalami banjir besar setelah hujan lebat turun merata di beberapa area sekitarnya pada malam Rabu, 13 Maret 2024.
BNPB sudah memberitakan bahwa Semarang terjebak dalam situasi banjir karena cuaca buruk yang mencakup hujan deras, petir, dan angin kencang yang menghantam hampir seluruh area ibukota Jawa Tengah ini beserta sekitarnya.
“Terutama di wilayah pesisir, daratnya itu lebih rendah dari muka air laut. Menjadikan Semarang itu paling parah. Padahal, pasokan hujannya sama dengan sekitarnya. Ini karena efek kondisi lahan setempat yang menurun,” Terang Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dikutip dari
cnbcindonesia.com.
Adapun, sejumlah wilayah yang terdampak banjir antara lain Jalan Kaligawe Kelurahan Muktoharjo, Kelurahan Tambakrejo, Kelurahan Sambirejo, Kelurahan Krobokan, serta Kelurahan Kudu.
Terpantau, hingga Kamis pagi, 14 Maret 2024, banjir masih menggenangi sebagian wilayah Kota Semarang dengan ketinggian 15-80 cm.
Perjuangan Menanam Jangan Sampai Terhenti! Kita Solid Bantu yang Sulit!
Tahukah kamu, Kelurahan Tambakrejo merupakan salah satu wilayah penanaman LindungiHutan yang terdampak banjir Semarang baru-baru ini!
Puluhan tahun Kelompok CAMAR melakukan upaya konservasi hutan mangrove di Pesisir Tambakrejo yang juga mengalami abrasi. Kurang lebih 500.000 pohon tertanam guna menghijaukan lebih dari 3 hektare lahan yang ada.
Apa yang terjadi di Tambakrejo juga terjadi di Trimulyo Kecamatan Genuk. Antok bersama warga sekitar Pantai Trimulyo aktif dalam kegiatan penanaman mangrove. Aksinya ini dilakukan untuk menjaga kelestarian hutan mangrove yang ada demi terhindarnya dari ancaman abrasi.
Apa yang Kelompok CAMAR dan Antok serta warga Trimulyo lakukan jangan sampai terhenti. Banjir tak boleh menghentikan kerja-kerja kebaikan mereka!
Mari bergandeng tangan untuk membantu mereka yang saat ini terjebak dalam cengkraman banjir. Kondisi ini tidak hanya merusak tempat tinggal dan sumber penghidupan mereka, tapi juga menghambat usaha penting dalam pelestarian mangrove, yang merupakan benteng alami kita melawan perubahan iklim
Setiap tindakan kecil dari kamu merupakan langkah besar untuk mendukung para pejuang lingkungan dari pesisir utara Semarang dan Demak. Mari kita tunjukkan solidaritas dan peran kita bersama.
KITA SOLID BANTU YANG SULIT!
Besaran Donasi yang diperlukan untuk melakukan penanaman dan perawatan pohon adalah
Rp 40,000/pohon.
Ekosistem Mangrove Wonorejo terletak di Kota Surabaya, Jawa Timur. Pemerintah kota Surabaya memanfaatkan keberadaan mangrove di sana sebagai wisata berbasis lingkungan. Ekosistem Mangrove Wonorejo memfasiitasi pengunjung yang datang dengan wahana kapal ataupun jembatan kayu. Namun, lokasi masih menjadi daerah utama di wilayah pantai timur Surabaya yang terkena dampak abrasi.
Untuk menangani abrasi yang terjadi, pada tahun 2022 LindungiHutan turut andil dalam memfasilitasi penanaman mangrove. Pohon mangrove berperan dalam mehanan ombak yang dapat mengikis daratan. Penanaman mangrove berguna untuk melestarikan keberadaan kawasan mangrove yng sudah dimanfaatkan menjadi tempat wisata. Masyarakat bisa melakukan pengembangan potensi wisata menjadi wisata edukasi. Kawasan Mangrove Wonorejo memiliki keberagaman dan keunikan ekosistem yang menarik untuk diamati dan dipelajari.
Selengkapnya...Program Utama
Penanaman pohon mangrove untuk mencegah perluasan abrasi dan menjaga keutuhan ekowisata mangrove.
Potensi Pengembangan Program
- Pusat penelitian Mangrove
Mengapa Harus Mendukung Program Ini?
Partisipasiprogramdi lokasi ini turut mendukung
Pembangunan Keberlanjutan (SDG's)
dengan
- Mencegah degradasi lahan akibat abrasi(SDG's 15)
- Mengurangi dampak banjir di pemukiman warga(SDG's 15)
- Meningkatkan area tutupan hijau(SDG's 15)
- Membantu pengurangan emisi karbon(SDG's 13)
- Meningkatkan perekonomian petani dan warga sekitar(SDG's 1)
- Menyediakan jam kerja bagi warga sekitar(SDG's 8)