Penggalang
Kampanye Alam Suzan: Bumi Kita Hijau Demi Selamatkan Bumi
Saat bumi menghadapi tekanan berat akibat krisis iklim, kampanye alam Suzan menjadi salah satu gerakan akar rumput yang mulai memainkan peran penting.
Salah satunya datang dari Suzan Oktaria, seorang influencer asal Palembang, yang melalui kampanye alamnya berhasil menyuarakan pentingnya aksi nyata untuk menyelamatkan lingkungan.
Sesuai ajakannya, “Yuk jaga bumi kita, mulai dari sendiri agar bumi kita hijau dan lestari. Mulai dari tanam pohon, kurangi sampah, dan jaga lingkungan. Karena bumi ini warisan anak cucu kita kedepannya.” — Suzan Oktaria
Daftar Isi
- Bumi Sudah Terlalu Tua, Apa yang Kita Lakukan?
- Kampanye Alam Suzan: Bumi Kita Hijau
- Dampak Nyata Kampanye Alam Suzan: “Bumi Kita Hijau”
- Bagaimana Suzan Mengenal LindungiHutan?
- Ajakan Suzan untuk Masyarakat
- Kesan Suzan untuk LindungiHutan
- Ayo Ikuti Jejak Suzan, Mulai Kampanye Alam-mu Hari Ini!
- Ingin Membuat Kampanye Alam Bersama LindungiHutan?
Bumi Sudah Terlalu Tua, Apa yang Kita Lakukan?
Suzan Oktaria menggagas kampanye alam bertajuk Bumi Kita Hijau melalui platform LindungiHutan. Kampanye ini lahir dari rasa keprihatinannya terhadap kerusakan alam yang kian parah.
Suzan melihat bahwa bumi sudah “terlalu tua” dan semakin rusak akibat keserakahan manusia. Ia mencontohkan, bencana banjir kini terjadi di berbagai wilayah Indonesia seperti Jakarta, Bekasi, Lombok, hingga Palu.
Semua itu adalah dampak nyata dari pembangunan yang tidak memperhatikan keseimbangan lingkungan, serta pengelolaan sampah yang buruk.
Suzan percaya bahwa aksi penghijauan adalah langkah kecil tapi berarti untuk memulihkan bumi. “Bumi kita sudah terlalu tua. Sudah terlalu rusak. Tapi masih bisa diselamatkan asalkan kita mau bergerak bersama,” ujarnya.
Kampanye Alam Suzan: Bumi Kita Hijau
Kampanye Bumi Kita Hijau yang diinisiasi oleh Suzan berhasil menjadi kampanye dengan jumlah pohon terbanyak terkumpul pada Juni 2025 di LindungiHutan.
Ia sukses mengumpulkan 134 pohon Mangrove Rhizophora yang ditanam pada 3 Juli 2025 di Pantai Mangunharjo, Semarang. Penanaman pohon ini bertujuan mencegah abrasi pantai dan banjir rob yang semakin meluas akibat perubahan iklim.
Suzan mengaku bahwa kampanye ini adalah langkah awal dari gerakan sosialnya.“Bumi Kita Hijau” bukanlah organisasi besar. Gerakan ini merupakan sebuah movement yang bertujuan mengajak masyarakat untuk ikut menjaga bumi
Caranya pun sederhana seperti menanam pohon, mengurangi penggunaan plastik, serta mengelola sampah dengan bijak.
Meski kampanye pertamanya dijalankan ketika kondisi fisiknya sedang tidak fit, Suzan tetap optimis bahwa gerakan ini akan terus berkembang di masa depan.
Tentang Gerakan Bumi Kita Hijau
Bumi Kita Hijau masih berupa movement, bukan yayasan atau organisasi formal. Suzan bersama rekan-rekan terdekatnya menginisiasi gerakan ini dengan fokus pada edukasi lingkungan, seperti pengurangan sampah plastik dan penggunaan tumblr.
Gerakan ini dimulai dari lingkaran kecil, lalu disebarkan melalui media sosial untuk menjangkau lebih banyak orang. “Siapa pun bisa menjadi penjaga bumi. Gerakan ini mengajak semua orang mulai dari hal kecil, bahkan dari rumah mereka sendiri,” kata Suzan.
Dampak Nyata Kampanye Alam Suzan: “Bumi Kita Hijau”
Kampanye Bumi Kita Hijau sudah memberikan dampak yang dapat diukur:
- Meningkatkan pendapatan petani mangrove hingga 23%
- Menyerap karbon sebesar 2 kg CO₂eq
- Menghijaukan lahan seluas 12 m²
Bagi Suzan, dampak ini membuktikan bahwa satu kampanye kecil dapat memberikan manfaat besar, baik bagi lingkungan maupun masyarakat lokal. Ia pun berharap gerakan ini bisa menginspirasi orang lain untuk ikut membuat kampanye alam serupa di LindungiHutan.




Baca Juga: 5 Kampanye Alam Juni 2025 dengan Jumlah Pohon Terbanyak
Bagaimana Suzan Mengenal LindungiHutan?
Suzan mengenal LindungiHutan melalui Instagram, di mana konten platform ini muncul di feed-nya sesuai dengan minatnya pada isu lingkungan.
Selain itu, ia juga mengikuti event Green Skilling yang diadakan LindungiHutan pada April–Mei 2025. Dari situ, ia semakin yakin untuk membuat kampanye alamnya sendiri.
“Saya merasa LindungiHutan adalah platform yang cepat, mudah, dan transparan. Semua orang bisa membuat kampanye alamnya sendiri, bahkan tanpa perlu pengalaman teknis,” ungkapnya.
Namun, Suzan juga memberi masukan agar ukuran huruf di platform diperbesar, karena menurutnya agak sulit dibaca melalui layar ponsel.
Ajakan Suzan untuk Masyarakat
Suzan menyadari bahwa tingkat kepedulian terhadap lingkungan di Indonesia masih tergolong rendah. Banyak orang yang bertanya-tanya, “Untuk apa menanam pohon?” atau “Apa dampaknya bagi saya?”
Namun, melalui aktivitas positifnya sebagai influencer dan relawan, Suzan membuktikan bahwa aksi kecil bisa menular dan menginspirasi orang lain.
Pesannya sederhana namun kuat:
“Yuk, jaga bumi kita mulai dari diri sendiri. Lindungi bumi agar tetap hijau dan lestari. Mulailah dari menanam pohon, mengurangi sampah, dan menjaga lingkungan. Karena bumi adalah warisan untuk anak cucu kita.”
Kesan Suzan untuk LindungiHutan
Suzan memberikan apresiasi tinggi untuk LindungiHutan. Menurutnya, platform ini tidak hanya menyediakan akses donasi pohon, tetapi juga membuka peluang kolaborasi, edukasi, serta kampanye besar yang melibatkan narasumber hebat dan komunitas relawan.
“LindungiHutan ini luar biasa. Dari Indonesia, untuk Indonesia. Gerakan ini lahir dari kita, oleh kita, dan untuk bumi kita,” ungkapnya.
Ayo Ikuti Jejak Suzan, Mulai Kampanye Alam-mu Hari Ini!
Kisah Suzan melalui kampanye alam Suzan yaitu “Bumi Kita Hijau” adalah bukti bahwa siapa pun bisa memulai perubahan.
Anda juga bisa menjadi change maker dengan membuat kampanye alam versi kamu di LindungiHutan. Mulailah dari satu kampanye, satu pohon, satu aksi untuk bumi kita.
