Kegiatan
Ngabuburit Seru dan Inspiratif di Ramadan Creative Gathering LindungiHutan
Daftar Isi
- Ngabuburit di Ramadan Creative Gathering LindungiHutan
- Momen Interaktif Berbagi Perspektif
- Apa kata Peserta tentang Ngabuburit Inspiratif ini?
- Bersama LindungiHutan, Wujudkan Aksi Nyata untuk Lingkungan
- LindungiHutan Menanam Lebih dari 1.2 JUTA Pohon di 30+ Lokasi Penanaman Bersama 600+ Brand dan Perusahaan
LindungiHutan Insight
- Ramadan Creative Gathering menjadi kegiatan ngabuburit kreatif yang mengajak peserta berdiskusi dan menggambar tentang isu lingkungan
- Acara ini diikuti 31 peserta dari berbagai sektor untuk berbagi ide, perspektif, dan membuka peluang kolaborasi
- Hasil diskusi kemudian diwujudkan menjadi kampanye penanaman pohon melalui program Reforestathon LindungiHutan
Kehadiran bulan suci ramadan, selalu menjadi momen yang dinanti oleh umat Muslim di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Selama satu bulan penuh, umat muslim menjalankan ibadah puasa (menahan lapar dan dahaga) dari terbit fajar hingga terbenam matahari.
Biasanya suasana sore berubah menjadi lebih hidup menjelang waktu buka puasa tiba. Orang-orang keluar rumah untuk menghabiskan waktu dengan sekadar jalan santai hingga berburu takjil atau mencari aneka makanan dan minuman persiapan buka puasa. Kegiatan inilah yang disebut dengan ngabuburit.
Selain sekadar jalan santai atau mencari makanan berbuka, ngabuburit juga dapat diisi dengan berbagai kegiatan yang lebih beragam. Seperti kegiatan Ramadan Creative Gathering LindungiHutan berkolaborasi bersama Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI), Dompet Dhuafa, Wantja dan Kawan Upcycle.
Melalui kegiatan diskusi santai bersama, momen ngabuburit bukan hanya menunggu waktu berbuka tetapi juga menjadi momen produktif yang menyenangkan.
Ngabuburit di Ramadan Creative Gathering LindungiHutan
Mengusung tema “Dari ide jadi kesadaran, dari coretan jadi gerakan”, Ramadan Creative Gathering menghadirkan suasana diskusi yang santai namun tetap penuh makna.
Melalui pendekatan yang kreatif bersama kak Wantja sebagai fasilitator, para peserta diajak menuangkan gagasan dan refleksi mereka melalui gambar dan coretan sederhana.

Berlokasi di Dompet Dhuafa Philanthropy Building, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, kegiatan ini sukses digelar pada tanggal 27 Februari 2026 lalu dengan total 31 peserta dari berbagai sektor. Acara ini juga terbuka untuk umum, sehingga siapa saja yang tertarik dapat mendaftarkan diri melalui link pendaftaran yang sudah disediakan.
“Karena kita buka buat publik jadi yang datang ada dari individu, korporasi, dan NGO yang hadir” ujar Wisnu – Project Leader acara Ramadan Creative Gathering.
Di balik suasana diskusi yang santai, Ramadan Creative Gathering sebenarnya punya tujuan yang besar, yaitu mengenalkan LindungiHutan sekaligus membuka ruang kolaborasi dalam upaya melestarikan alam.
Lewat pertemuan ini, peserta diajak untuk memahami bahwa pelestarian lingkungan bisa dimulai dari langkah yang sederhana untuk berkembang menjadi gerakan yang lebih luas.
Agar semangat menjaga lingkungan lebih terasa dalam kegiatan ini, peserta yang hadir diminta untuk membawa tempat minum atau tumbler sendiri untuk mengurangi penggunaan sampah sekali pakai.
Setelah sesi berbagi ide selesai, kegiatan ditutup dengan momen buka puasa bersama, sekaligus kesempatan para peserta untuk saling mengenal satu sama lain.
Baca juga: Sukses Digelar, Open House LindungiHutan 2026 Jadi Gerbang Awal Reforestathon
Momen Interaktif Berbagi Perspektif
Acara dibuka dengan sambutan dari perwakilan LindungiHutan, Perhimpunan Filantropi Indonesia sebagai strategic partner dan juga tuan rumah Dompet Dhuafa. Kemudian masuk pada inti acara yaitu sesi corat-coret yang dipandu oleh kak Wantja.
Kak Wantja sendiri adalah seorang content creator yang kontennya berupa coretan atau doodling dan fokus pada pesan mental health.
Kak Wantja mengajak peserta untuk tidak terlalu memikirkan hasil gambar yang sempurna, melainkan proses mengekspresikan pikiran dan perasaan.
“Nah pada pelaksanaanya, supaya lebih mantep lagi kita didampingi sama fasilitator oleh kak Wantja, content creator yang fokusnya di doodling dan mental health. Jadi ini kolaborasi yang sangat unik acara hari ini” ungkap Wisnu.

Pada sesi corat-coret yang berlangsung sekitar 45 menit, peserta dibagi menjadi 5 kelompok dan diberi 1 kertas besar beserta krayon. Tugasnya, setiap kelompok harus menuangkan ide gagasan mereka dengan menggambar dari 5 topik yang sudah ditentukan
- Things We Think Can’t Change Anything, But it Actually Did – Hal kecil sehari-hari yang Kita Anggap Biasa, Dampaknya Gak Kecil buat Alam dan Sosial
- This Should Be Illegal, but Somehow Isn’t – Kebiasaan Legal yang Pelan-pelan Merusak Alam
- Small Daily Choices We Pretend Don’t Matter – Pilihan Kecil yang Efeknya Jangka Panjang
- Things We Know are Bad but Keep Doing Anyway – Kita Tahu ini Salah, Tapi Tetap Dilakukan
- I Cannot Do Much Things About it, But it Still Irritates me – Hal yang Ada di Luar Kendaliku, Tapi Sering Bikin Aku Merasa Tidak Nyaman.
Selama sesi corat-coret berlangsung, suasana ruangan terasa penuh dengan tawa ringan, berbagai ide yang muncul secara spontan serta percakapan hangat.
Setelah diskusi selesai, selanjutnya masuk sesi refleksi. Di sesi ini, setiap kelompok akan maju untuk mempresentasikan karya yang sudah mereka gambar di depan kelompok lainnya.

Momen presentasi ini menjadi kesempatan berdiskusi dan berbagi perspektif, karena setiap kelompok punya sudut pandang yang berbeda.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi sekaligus buka puasa bersama yang hangat.

Baca juga: Maksimalkan Ramadan dengan Ilmu: Ikuti Kelas Ngabuburit Sambil Seru-Seruan Bareng LindungiHutan
Apa kata Peserta tentang Ngabuburit Inspiratif ini?
Sebelum acara benar-benar berakhir, para peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan kesan dan pesan selama mengikuti acara.
Deyan Prasna dan Utami, perwakilan dari Kelompok 1 menyampaikan bahwa mereka mendapatkan banyak ilmu baru dalam menjaga lingkungan dan sustainability terutama cara memilah sampah dengan bijak. Mereka juga berharap agar acara ini terus berlanjut dan peserta yang hadir terus bertambah.
Perwakilan dari kelompok 2, Fisya merasa acara Ramadan Creative Gathering sangat seru, insightful, keren dan nyaman. Ia juga berharap agar acara ini bisa kembali digelar dengan durasi yang lebih lama.
Diwakilkan oleh Arsyiela dari kelompok 3, menyampaikan perasaan senang karena acara ini mengharuskan untuk aktif menuangkan ide, gagasan yang memicu kreativitas, juga bisa menjaring banyak koneksi untuk berkolaborasi bersama.
Sementara itu, dari kelompok 4, semua anggota berterima kasih kepada LindungiHutan dan Dompet Dhuafa karena telah membuat sesi diskusi menjadi lebih menyenangkan. Seperti mengenang masa lalu dengan menggambar dan menyadarkan betapa pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Terakhir, Raysha dari perwakilan kelompok 5 mengatakan acara ini sangat berkesan karena mereka dapat belajar mengekspresikan perasaan tentang lingkungan, kebiasaan sehari-hari yang tidak hanya berdampak bagi lingkungan tetapi juga bagi orang disekitar.
Bersama LindungiHutan, Wujudkan Aksi Nyata untuk Lingkungan
Berakhirnya Ramadhan Creative Gathering tidak serta merta ditutup dengan buka puasa bersama, tetapi juga dorongan untuk melakukan aksi Reforestathon. Dari hasil diskusi corat-coret yang dibuat oleh peserta, LindungiHutan kemudian membantu membuatkan satu aksi penanaman pohon untuk setiap kelompok.
“Terakhir, coretan itu dari ide, kemudian kita coret-coret jadi sebuah karya, kita presentasikan dan akhirnya nanti kita akan bikinkan sebuah campaign di lindungihutan. Memang campaignnya spesifik di penanaman pohon. Walaupun temanya luas, tapi kita coba fasilitasi supaya peserta yang ada disini nggak cuma berhenti di ide dan menuangkan keresahan tapi juga bisa mengimplementasikannya dalam bentuk action. Temen-temen bisa berdonasi ataupun sekadar menyuarakan kampanye nya” Tutup Wisnu.
Program ini menjadi salah satu kontribusi aksi nyata sebagai upaya pelestarian alam dan tentunya, kampanye penanaman pohon setiap kelompok Ramadan Creative Gathering dapat dilihat melalui website resmi LindungiHutan:
- Kelompok 1: Save The Planet From Within: Mulai dari Meja Makan Kita.
- Kelompok 2: Mengubah Rasa Tidak Nyaman, Menjadi Aksi Nyata untuk Hutan.
- Kelompok 3: Berhenti Maklum: Saatnya Mengakhiri Siklus yang Merusak.
- Kelompok 4: Ketika ‘Legal’ Tak Lagi Cukup: Mengganti Kebiasaan Merusak dengan Aksi Menanam.
- Kelompok 5: Bukan Sekadar ‘Ah, Cuma…’: Ubah Pilihan remeh Jadi Aksi Nyata.
Ayo bersama-sama menjaga bumi dengan mendukung aksi Reforestathon 2026 melalui LindungiHutan.
