Connect with us

Wilayah

Pulihkan Ekosistem: Budidaya Mangrove Desa Lontar, Kecamatan Kemiri, Tangerang

Published

on

OPS Lokasi Baru_ Desa Lontar, Kecamatan Kemiri

LindungiHutan Insight

  • Desa Lontar, Kecamatan Kemiri, dikenal sebagai pusat pemberdayaan masyarakat nelayan dan budidaya mangrove. 
  • Alih fungsi hutan mangrove menjadi PLTU Banten 3 Lontar, memicu ancaman serius berupa abrasi, pencemaran lingkungan dan udara, serta penurunan ekonomi masyarakat pesisir akibat kerusakan ekosistem.
  • Upaya mitigasi dilakukan melalui kolaborasi LindungiHutan dan Kelompok Tani Lestari Lontar dengan merencanakan penanaman mangrove berbasis kampanye alam untuk memulihkan ekosistem dan ekonomi lokal.

Desa Lontar, yang terletak di Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, sedang mendapat ancaman kerusakan ekosistem, imbas dari pengalihan lahan hutan mangrove. Diketahui, Desa Lontar di Kecamatan Kemiri ini, terkenal dengan budidaya mangrovenya.

Budidaya mangrove dilakukan untuk melindungi desa dari gelombang laut yang kapan saja bisa masuk ke pemukiman. Ini dikarenakan, Desa Lontar di Kecamatan Kemiri, terletak di pesisir Pantai Utara (Pantura) Jawa.

Pengalihan lahan hutan mangrove di Desa Lontar, Kecamatan Kemiri, diketahui untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap atau PLTU Banten 3 Lontar. Akibatnya, hutan mangrove menjadi berkurang, dan pesisir Desa Lontar terancam abrasi.

Selain itu, masyarakat Desa Lontar, Kecamatan Kemiri, juga terancam oleh pencemaran udara imbas dari limbah PLTU.

Mengetahui hal tersebut, untuk melindungi ekosistem dan masyarakat di wilayah pesisir Desa Lontar, Kecamatan Kemiri, maka direncanakanlah penanaman pohon mangrove.

Ancaman Ekologis Desa Lontar, Kecamatan Kemiri, Tangerang

Desa Lontar

Desa Lontar, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, sedang mengalami ancaman ekologis, imbas dari pengalihan lahan hutan mangrove menjadi pembangunan PLTU Banten 3 Lontar. Ancaman tersebut diantaranya, bencana abrasi dan pencemaran udara imbas dari limbah PLTU.

Akibat alih fungsi lahan, ekosistem mangrove di sekitar area PLTU Banten 3 Lontar, mengalami kerusakan. 

Selain itu, juga menimbulkan dampak negatif yang diantaranya, abrasi, polusi udara, dan pencemaran lingkungan imbas dari limbah PLTU.

Dilansir dari jurnal berjudul ”Pencegahan Kerusakan Ekosistem Laut Di Sekitar Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang Dalam Perspektif Fikih Lingkungan”, disebutkan bahwa, PLTU dapat menyebabkan penyakit pernapasan bagi masyarakat sekitar, imbas dari pembuangan limbah debu(fly ash) yang terbuang bebas ke udara.

Masih dilansir dari jurnal yang sama, disebutkan juga bahwa, PLTU yang dibangun di sekitar pesisir pantai, dapat merusak ekosistem laut. Pada pengoperasiannya, PLTU memerlukan banyak air untuk menghidupkan turbin.

Air laut menjadi pilihan terdekat. Air laut kemudian disedot dalam jumlah yang banyak, dan dibuang kembali dalam keadaan kotor dan tercemar. Akibatnya, air laut tercemar dan merusak ekosistem laut.

Dampak negatif lainnya yaitu, terancamnya regenerasi biota laut. Berbagai biota laut seperti udang, ikan, dan kepiting, diketahui menjadikan area sekitar akar mangrove sebagai habitat alami. Namun, hilangnya hutan mangrove, menyebabkan populasi biota laut di kawasan tersebut ikut menurun.

Hal tersebut berdampak juga pada penghasilan nelayan, yang merupakan profesi masyarakat pesisir Desa Lontar, Kecamatan Kemiri.

Desa Lontar (2)

Jika sebelumnya para nelayan cukup berlayar di sekitar hutan mangrove untuk mendapatkan tangkapan, kini para nelayan harus berlaut cukup jauh untuk mendapatkan tangkapan yang lebih banyak, dengan konsumsi bahan bakar (bensin) yang lebih tinggi.

Selain itu, tanpa akar mangrove yang berfungsi memperkuat tanah pesisir, abrasi akibat hantaman gelombang laut menjadi ancaman nyata bagi pemukiman warga.

Profil Desa Lontar, Kecamatan Kemiri, Tangerang

Kecamatan Kemiri, merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, yang berada di bagian utara Kabupaten.

Kecamatan Kemiri mempunyai luas wilayah sekitar 33.44 km2 atau setara 3.25% dari luas wilayah Kabupaten Tangerang, dan terdiri atas 7 desa, salah satunya Desa Lontar.

Desa Lontar, Kecamatan Kemiri, terletak di pesisir Pantai Utara (Pantura) Jawa. Desa Lontar memiliki luas wilayah 7.78 km2 atau setara 23.27% dari luas wilayah Kecamatan Kemiri. Desa Lontar menjadi desa terluas di Kecamatan Kemiri.

Desa Lontar (3)

Sebagai desa pesisir, Desa Lontar dikenal sebagai pusat pemberdayaan masyarakat nelayan dan budidaya mangrove. 

Saat ini, kondisi ekosistem mangrove di kawasan ini terus terancam akibat alih fungsi lahan, sementara ratusan keluarga nelayan menggantungkan penghidupan mereka pada kelestarian ekosistem tersebut.

Baca juga: Profil Wilayah Penanaman Hutan Mangrove Wonorejo, Surabaya

Upaya Mitigasi: Budidaya Mangrove Untuk Pulihkan Ekosistem Desa Lontar, Kecamatan Kemiri

Melihat ancaman yang terjadi di pesisir Desa Lontar, Kecamatan Kemiri, LindungiHutan kemudian menyusun rencana penanaman mangrove, sebagai langkah awal untuk perlindungan dan pemulihan ekosistem pesisir.

Penanaman akan dilakukan bersama kelompok Tani Mangrove Lestari Lontar, yang dipimpin oleh Eka Komara selaku mitra petani sekaligus ketua kelompok Lestari Lontar.

Desa Lontar (4)

Penanaman akan dilakukan di atas area seluas 5 hektar. Jenis tanaman mangrove yang dipilih yaitu mangrove Rhizophora.

Mangrove Rhizophora dipilih karena manfaat ekologis yang terbukti, mulai dari menahan abrasi hingga memulihkan habitat laut.

Melalui pulihnya ekosistem mangrove, para nelayan dapat kembali menangkap udang dan kepiting di sekitar akar mangrove tanpa harus melaut jauh.

Baca juga: CorporaTree Bantu Aksi CSR Perusahaan Melalui Tanam Pohon

Memulihkan Ekosistem Bersama LindungiHutan

LindungiHutan membuka kesempatan bagi campaigner, brand, perusahaan, dan KOL untuk berkontribusi langsung dalam pemulihan ekosistem pesisir Desa Lontar melalui kampanye alam melalui link ini https://lindungihutan.com/lokasi/197/desa-lontar.

Selain kampanye alam, LindungiHutan juga menyediakan program CorporaTree dan CollaboraTree untuk program CSR penanaman pohon yang terstruktur, serta program donasi pohon untuk individu yang ingin berkontribusi.

Kontribusi yang diberikan tidak hanya berdampak bagi lingkungan, tetapi juga menjadi bukti nyata komitmen keberlanjutan yang dapat dikomunikasikan kepada publik maupun dicantumkan dalam laporan CSR/ESG perusahaan.

Hingga saat ini, LindungiHutan telah menanam lebih dari 1,2 juta pohon di 40+ lokasi bersama 600+ brand, perusahaan, mitra hijau, dan sahabat alam, di seluruh Indonesia.

Pulihkan Mangrove Desa Lontar dan Lindungi Pesisir dari Abrasi

Ikut Pulihkan Pesisir Sekarang!
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *