Tim Kami
Cek Kontribusi SDGs & Kinerja ESG 2025 LindungiHutan
Daftar Isi
LindungiHutan Insight
- LindungiHutan melaporkan kinerja ESG 2025 menggunakan standar GRI untuk menjamin akuntabilitas kontribusi terhadap 8 poin SDGs.
- Berhasil menanam 215.676 pohon di 39 lokasi melalui sinergi bersama 84 mitra perusahaan dan pemberdayaan masyarakat lokal secara berkelanjutan.
- Mencatatkan donasi sebesar Rp6 miliar yang didukung inovasi Dashboard Impact Report untuk memudahkan mitra memantau dampak lingkungan.
Tahun 2025 menjadi tahun yang bermakna bagi LindungiHutan dalam memperkuat posisinya sebagai platform kolaboratif yang menjembatani aksi lingkungan, teknologi, dan keterlibatan multipihak.
Di tengah tantangan krisis iklim yang semakin nyata, LindungiHutan menyadari bahwa mengelola dampak melalui kinerja ESG 2025 secara strategis, terukur, dan berkelanjutan adalah sebuah keharusan.
Laporan tahunan (annual report) yang merangkum kinerja ESG 2025 ini disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada seluruh pemangku kepentingan atas berbagai program, pencapaian kontribusi SDGs LindungiHutan, dan kinerja organisasi yang telah diraih sepanjang tahun.
Di dalamnya, terdapat capaian perusahaan, kinerja ekonomi, sosial, dan lingkungan, serta berbagai inisiatif yang dilakukan selama satu tahun berjalan.
Sebagai bagian dari kinerja ESG 2025, sepanjang tahun ini LindungiHutan berhasil menanam 215.676 pohon melalui 306 kampanye bersama 84 perusahaan dan mitra di berbagai wilayah Indonesia.
Capaian ini menunjukkan bahwa bukan hanya hasil kerja satu pihak, melainkan hasil kolaborasi, konsistensi, dan investasi hijau dari berbagai mitra serta individu yang terlibat dalam gerakan pelestarian lingkungan.
Kinerja ESG 2025: Kontribusi LindungiHutan terhadap SDGs
Sebagai platform yang menjembatani aksi lingkungan, LindungiHutan berkomitmen pada transparansi laporan berkelanjutan. Penyusunan laporan kinerja ESG 2025 ini sepenuhnya mengacu pada standar global GRI (Global Reporting Initiative).
Secara khusus, laporan ini mengacu pada GRI Universal Standards 2021, terutama GRI 2 yang membahas pengungkapan umum perusahaan. Selain itu, laporan juga menggunakan 14 standar topik GRI lainnya yang mencakup aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial.
Standar tersebut meliputi antara lain kinerja ekonomi, dampak ekonomi tidak langsung, praktik pengadaan, penggunaan material, energi, air dan efluen, keanekaragaman hayati, emisi, hingga aspek ketenagakerjaan, pelatihan dan pendidikan, masyarakat setempat, serta kesehatan dan keselamatan pelanggan.
Dengan pendekatan ini, data dan informasi disajikan untuk memberikan gambaran yang jelas bagi mitra mengenai sejauh mana kontribusi bersama telah menyentuh poin-poin dalam Sustainable Development Goals (SDGs)
Kontribusi tersebut mencakup SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), SDG 14 (Ekosistem Lautan), SDG 15 (Ekosistem Daratan), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Baca Juga: Apa Itu GRI Sustainability Reporting? Bagaimana Cara Mengimplementasikannya?
Kinerja Lingkungan
Dalam aspek lingkungan, LindungiHutan mencatat capaian sepanjang tahun 2025. Perusahaan ini berhasil menanam 215.676 pohon melalui 306 kampanye alam yang dilaksanakan bersama berbagai mitra dan komunitas.
Program penanaman ini tersebar di 39 lokasi aktif di berbagai wilayah Indonesia, mencakup ekosistem daratan maupun pesisir. Perluasan wilayah penanaman juga terus dilakukan dengan penambahan lokasi baru untuk mendukung rehabilitasi ekosistem secara lebih merata.
Selain itu, LindungiHutan memperkenalkan sejumlah program strategis untuk memperluas partisipasi publik dalam aksi penghijauan, seperti Mei Menanam dan A Million Tree.
Program-program tersebut dirancang untuk memperkuat momentum aksi kolektif sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat yang lebih luas dalam upaya pelestarian lingkungan.
Baca Juga: Kenali 7 Program B2C Terbaru LindungiHutan Tahun Ini
Kinerja Sosial
Aspek sosial menjadi hal yang penting dalam implementasi program keberlanjutan LindungiHutan. Dalam pelaksanaannya, perusahaan ini menempatkan pemberdayaan masyarakat lokal sebagai bagian yang menyatu dari operasional di lapangan.
Petani dan komunitas setempat dilibatkan secara langsung dalam proses penanaman, pemeliharaan, hingga pemantauan pohon. Pendekatan ini tidak hanya mendukung keberhasilan rehabilitasi ekosistem, tetapi juga menciptakan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Di sisi lain, LindungiHutan juga mengembangkan berbagai ruang interaksi dan pembelajaran untuk memperkuat literasi keberlanjutan.
Beberapa inisiatif yang dijalankan sepanjang tahun 2025 antara lain Green Skilling, Greenfluence, kegiatan monitoring dan pelaporan, serta berbagai forum komunikasi yang mendorong dialog terbuka mengenai isu keberlanjutan.
Kinerja Ekonomi
Dari perspektif ekonomi, LindungiHutan mencatat total donasi sebesar Rp 6.041.319.134 sepanjang tahun 2025. Pencapaian ini menunjukkan bahwa pendekatan bisnis berbasis dampak dapat berjalan seiring dengan pertumbuhan finansial yang stabil.
Selain itu, program yang dijalankan juga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat lokal. Proses pengadaan bibit, kegiatan penanaman, serta pemeliharaan pohon melibatkan berbagai kelompok petani dan komunitas, sehingga turut mendukung perputaran ekonomi di wilayah tempat program dilaksanakan.

Untuk melihat dampak yang lebih luas, LindungiHutan juga menggunakan pendekatan Social Return on Investment (SROI) dalam mengukur dampak ekonomi tidak langsung dari program penanaman.
Pendekatan ini membantu mengidentifikasi nilai sosial, lingkungan, dan ekonomi yang dihasilkan, sehingga manfaat program dapat dipahami secara lebih komprehensif oleh para pemangku kepentingan.
Dengan pendekatan tata kelola yang baik dan orientasi jangka panjang, LindungiHutan menempatkan kinerja ekonomi sebagai bagian yang saling menguatkan dengan tujuan keberlanjutan lingkungan dan sosial.
Inovasi & Tata Kelola: Mendukung Kredibilitas ESG
Sepanjang tahun 2025, LindungiHutan juga terus mengembangkan inovasi untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas program keberlanjutan.
Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah Dashboard Impact Report, sebuah fitur yang memungkinkan mitra memantau dampak kontribusi mereka secara lebih mudah dan transparan.
Selain itu, LindungiHutan memperluas akses partisipasi publik melalui integrasi fitur donasi pohon di GoPay Mini Apps, sehingga masyarakat dapat berkontribusi dalam aksi penanaman pohon dengan lebih praktis.
Dari sisi tata kelola, LindungiHutan telah memiliki legalitas resmi sebagai yayasan yang terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, serta memperoleh izin Pengumpulan Uang dan Barang (PUB) dari Kementerian Sosial Republik Indonesia untuk kegiatan penghimpunan dana publik.
Keberadaan sistem pemantauan dan pelaporan yang transparan juga mendukung implementasi program yang terukur serta membantu mitra perusahaan dalam melaporkan program CSR lingkungan dan ESG secara akurat.
Baca Juga: Transparansi, Tata Kelola, Roadmap 2026: Komitmen 9 Tahun LindungiHutan
Memasuki tahun berikutnya, LindungiHutan menempatkan penguatan kolaborasi dan pendalaman dampak sebagai fokus utama.
Perusahaan ini berkomitmen untuk terus mengembangkan sistem, produk, dan program yang relevan dengan kebutuhan pasar serta tantangan keberlanjutan di masa depan.

Pencapaian dalam kinerja ESG 2025 menunjukkan bahwa keberhasilan program keberlanjutan tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja.
Seluruh capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama antara mitra perusahaan, komunitas, masyarakat, serta individu yang berpartisipasi dalam berbagai kampanye lingkungan.
Bagi perusahaan/brand yang ingin mengembangkan program keberlanjutan, laporan tahunan LindungiHutan 2025 ini dapat menjadi referensi dalam merancang inisiatif CSR dan ESG yang lebih terukur, transparan, dan berdampak jangka panjang.
Temukan Data Lengkap Kontribusi LindungiHutan terhadap SDGs dan Kinerja ESG Sepanjang 2025
