Kampanye Alam "Tumbuhkan Harapan untuk Bumi!" | LindungiHutan
Gambar Kampanye

Tumbuhkan Harapan untuk Bumi!

Lindungi Hutan

Lindungi Hutan

0 pohon Terkumpul dari 66 pohon

0 Donatur

Batas Donasi: 01 November 2026
Kampanye Selesai
Penanaman: 31 December 2027
Belum Ditanam
Cerita
Pantau
Update
Kampanye dibuat 30 October 2026
Satu Planting Kit untukmu, satu langkah hijau untuk bumi! Yuk, bawa pulang Planting Kit eksklusif di event LindungiHutan.
Menanam kebaikan bisa dimulai dari langkah sederhana!

LindungiHutan hadir di event Camponaria, yang berlangsung di Panorama Hjp Land, Sukaharja, Bogor, pada 31 Oktober – 1 November 2026.

Cukup dengan Rp50.000, kamu bisa membawa pulang 1 Planting Kit sekaligus mendapatkan 1 pohon yang akan ditanam di Pesisir Tambakrejo, Kota Semarang.

Penting untuk Diperhatikan! 📢

Planting Kit hanya bisa didapatkan melalui pembelian langsung di lokasi event (offline event only), selama persediaan masih ada.

Bagi kamu yang melakukan pembelian secara online namun tidak hadir pada lokasi event, Planting Kit tidak akan dikirimkan. Namun, pembelianmu akan tetap tercatat sebagai kontribusi penanaman pohon dan akanditanam untuk mendukung aksi penghijauan bersama LindungiHutan.

Yuk, beli Planting Kit dan jadi bagian dari aksi penghijauan bersama LindungiHutan!🌱

Besaran Donasi yang diperlukan untuk melakukan penanaman dan perawatan pohon adalah
Rp 50,000/pohon.

Tambakrejo (dikenal juga Tambak Lorok) merupakan kawasan pesisir di Semarang Utara yang selama bertahun-tahun menghadapi abrasi, banjir rob, dan penurunan muka tanah. Nama Tambak Lorok sendiri berasal dari kata nglorok yang berarti tanah yang merosot, sementara nama Tambakrejo mengingatkan pada masa ketika tambak masih produktif dan menopang kehidupan masyarakat. Tekanan tersebut menghilangkan sebagian daratan serta mengganggu permukiman, tambak, hingga kawasan pemakaman, sehingga perlindungan pesisir menjadi kebutuhan penting bagi warga yang mayoritas menggantungkan hidup pada laut dan tambak.

Tambakrejo memiliki arti khusus bagi LindungiHutan karena menjadi lokasi penanaman pertama sejak 2016. Bersama Kelompok CAMAR (Cinta Alam Mangrove Asri dan Rimbun), rehabilitasi dilakukan dengan penanaman Rhizophora sp., yang membantu menahan sedimen sekaligus menyediakan habitat bagi ikan, udang, dan kepiting. Perjalanan konservasi turut mengubah pandangan masyarakat yang dahulu sempat menganggap mangrove sebagai pengganggu tambak menjadi pelindung penting bagi kampung mereka.

Seiring penanaman terus berjalan, perubahan mulai dirasakan di area yang semakin rapat oleh mangrove, mulai dari berkurangnya air pasang yang masuk ke permukiman hingga terbukanya sumber penghidupan baru. Pembibitan mangrove, Mangrove Edupark, serta olahan mangrove dan hasil laut kini memberi ruang tambahan bagi masyarakat untuk terlibat dalam ekonomi berbasis konservasi. Sehingga, proses pemulihan akan terus digalakkan untuk menekan laju abrasi, penurunan muka tanah, hingga potensi rob.
Baca selengkapnya...

Fokus Program
Penanaman mangrove dan pemberdayaan masyarakat lokal.

Tujuan dan Dampak Program
• Mengurangi tekanan abrasi dan banjir rob serta memperkuat ketahanan pesisir (SDG 13 & 15)
• Memulihkan ekosistem mangrove dan habitat biodiversitas pesisir (SDG 14 & 15)
• Mendukung sumber penghidupan dan peluang ekonomi masyarakat pesisir (SDG 1 & 8)

Peluang Pengembangan
• Pengelolaan sampah dan limbah pesisir
• Pengembangan Mangrove Edupark
• Penguatan pembibitan mangrove bersama Kelompok CAMAR
• Pengembangan UMKM olahan mangrove
• Edukasi dan monitoring biodiversitas
Data pantau belum tersedia saat ini

Buka kembali setelah pelaksanaan penanaman

Data monitoring belum tersedia saat ini

Buka kembali setelah pelaksanaan penanaman

Belum ada dukungan dari Sahabat Alam

Belum ada dukungan dari Sahabat Alam

Hitung Emisi Karbon dengan Mudah dan Gratis

Melalui Imbangi, setiap pengguna dapat menghitung jejak karbon yang dihasilkan dan menyerapnya dengan langkah penghijauan bersama LindungiHutan

Hitung Jejak Karbon
Powered by ProofFactor - Social Proof Notifications