fb Kampanye Alam "Malang #RawatBumi: Ayo Bantu Rawat Gunung Katu" - LindungiHutan

Malang #RawatBumi: Ayo Bantu Rawat Gunung Katu

"Kami ingin kawasan hutan ini tetap lestari, karena hutan ini merupakan rumah bagi ribuan satwa dan juga pelindung situs sejarah peninggalan kerajaan Singasari"

Dibuat: Ari prabowo | Jan 28, 2019

Lokasi: Malang | Kota: Malang

Dibantu Relawan Malang


32 Sahabat Alam Tergabung



Lihat Update terbaru dari Kampanye Alam ini.
Malang adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur,Indonesia. Kabupaten Malang adalah kabupaten terluas kedua di Jawa Timur setelah Kabupaten Banyuwangi dan merupakan kabupaten denganpopulasi terbesardi Jawa Timur. Sebagian besar wilayahnya merupakan pegunungan yang berhawa sejuk, Kabupaten Malang dikenal sebagai salah satu daerah tujuan wisata utama di Jawa Timur.

Kabupaten Malang pada jaman dahulu kala merupakan pusat pemerintahan dari Kerajaan Singasari. Kerajaan yang dipimpin oleh Raja Ken Arok dan Ratu Ken Dedes itu menjadi cikal bakal Kerajaan Majapahit.



Foto: Gunung Katu

Dalam sejarah Singhasari dan Majapahit, raja yang mangkat biasanya didarmakan dalam bentuk arca dewa. Mereka akan terus dikenang dengan dibuatkan sebuah candi pemujaan. Dan situs candi pemujaan Ken Arok salah satunya berada di Gunung Katu, di Dusun Pendem, Desa Jatisati, Kecamatan Pakisaji.

Gunung yang terletak 17km dari kota Malang ini masuk dalam kawasan hutan lindung Pehutani Unit II, KPH Malang. Hutan ini didominasi oleh pinus, damar, dan jati di sebelah selatan yang berupa pegunungan kapur.



Foto: Lokasi situs

Saat melakukan survey kesana, kami menemukan bagian hutan yang agak gundul di beberapa lokasi. Luasan lahan gundul ini sekitar 13 ha, dan lokasinya berada di dekat situs candid an di lereng yang curam, sehingga dikhawatirkan terjadi tanah longsor, apalagi di musim hujan.

Oleh sebab itu, kami dari Relawan LindungiHutan Malang berinisiatif untuk melakukan penanaman di kawasan tersebut. Penanaman ini masuk dalam “Gerakan Rawat Bumi” yang diselenggarakan LindungiHutan dalam rangka Hari Bumi. Rencananya kami akan menanam bibit pinus, bibit beringin beserta buah-buahan yang nantinya bertujuan untuk menyediakan makanan bagi satwa yang hidup di sekitar hutan demi mempermudah kelangsungan hidupnya.





Foto: Lokasi penanaman

Penanaman akan dilakukan di Kawasan Gunung Katu, Dusun Pendem, Desa Jatisati, Kecamatan Pakisaji. Besaran Donasi yang diperlukan untuk melakukan penanaman dan perawatan pohon adalah Rp 10.000/pohon.

Dengan Rincian :
  1. Biaya Bibit
  2. Biaya perawatan selama 1 Tahun (Update perkembangan pohon dapat dilihat di website ini)
  3. Update dilakukan selama 3 Bulan sekali
  4. Pengembangan Website Lindungi Hutan

Bagaimana Cara Berdonasi ??
  1. Klik Tombol Donasi
  2. Input Jumlah Pohon yang akan di donasikan
  3. Pilih Transaksi Pembayaran
  4. Konfirmasi
  5. Nama Anda Akan muncul di Halaman Donatur
  6. Selesai

Anda Juga dapat melakukan Gabung Aksi penanaman dengan melakukan pendaftaran di Tombol “Gabung Aksi”, biaya ditanggung peserta.
Salam Lestari !!

LindungiHutan juga akan melakukan monitoring disetiap kampanye alam, dan kamu sebagai donatur ataupun relawan dapat melihatnya di halaman ini.

Tanyakan Tentang Kampanye ini





Disclaimer: Informasi dan opini yang tertulis di halaman ini adalah milik pembuat kampanye alam dan tidak mewakili lindungihutan.com.

Kamu bisa melaporkan kepada lindungihutan.com jika kampanye alam yang dibuat mencurigakan atau keterangan yang tertera tidak mengandung kebenaran, dengan klik link berikut. Laporkan

Siti Yuli Nuril Hidayah

35 Pohon

Anonymous

20 Pohon

Pohon adalah paru-paru dunia. Sumber udara yang dihirup manusia dan hewan. Kalau bukan kita, siapa lagi.

Anonymous

20 Pohon

Ayo kita jaga bersama-sama hutan kita.

Trihartati Hidayati Atmi Prayitno

20 Pohon

Kalau bukan kita siapa lagi yang akan melindungi Hutan ini ^^

Paper Forest Ilpem UB

14 Pohon

Aksi kecil untuk tindakan nyata akan sangat berarti entah dari siapapun.Alam butuh manusia dan manusia butuh alam seutuhnya.Tidak ada yang lebih berarti untuk alam ini tanpa rasa kepedulian dari kita