Jumbotron

#JagaHutan Jakarta Sedekah Pohon: Raih Pahala, Sejukkan Ibukota

Dibuat

53 Donatur

Jenis Pohon Tanam : Mangrove Rhizophora

83 pohon terkumpul dari 1,000 pohon

Batas Donasi: 01 Dec 2021

Penanaman: Jumat, 31 Desember 2021

Kampanye Alam Selesai

Ibukota penuh dengan keriuhan dunia, tapi kamu bisa berkontribusi untuk alam sekaligus bersedekah jariyah dan memperoleh pahala tiada hentinya!
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)

Dalil tersebut mengindikasikan 3 jenis amalan yang terus mengalirkan pahala sekalipun orang tersebut telah meninggal, perbuatan baik yang dimaksud mencakup:
  • Sedekah jariyah, seperti membangun masjid, menggali sumur, mencetak buku yang bermanfaat serta berbagai macam wakaf yang dimanfaatkan dalam ibadah,
  • Ilmu yang bermanfaat, yaitu ilmu syar’i (ilmu agama) yang ia ajarkan pada orang lain dan mereka terus amalkan, atau ia menulis buku agama yang bermanfaat dan terus dimanfaatkan setelah ia meninggal dunia,
  • Anak yang sholeh karena anak sholeh itu hasil dari kerja keras orang tuanya. Oleh karena itu, Islam amat mendorong seseorang untuk memperhatikan pendidikan anak-anak mereka dalam hal agama, sehingga nantinya anak tersebut tumbuh menjadi anak sholeh. Lalu anak tersebut menjadi sebab, yaitu orangtuanya masih mendapatkan pahala meskipun ortunya sudah meninggal dunia.

Hadits lain yang diriwayatkan oleh Anas radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

سَبْعٌ يَجْرِي لِلْعَبْدِ أَجْرُهُنَّ وَهُوَ فِي قَبْرِهِ بَعْدَ مَوْتِهِ : مَنْ عَلَّمَ عِلْمًا أَوْ أَجْرَى نَهْرًا أَوْ حَفَرَ بِئْرًا أَوْ غَرَسَ نَخْلاً أَوْ بَنَى مَسْجِدًا أَوْ وَرَّثَ مُصْحَفًا أَوْ تَرَكَ وَلَدًا يَسْتَغْفِرُ لَهُ بَعْدَ مَوْتِهِ

“‘Ada tujuh hal yang pahalanya akan tetap mengalir bagi seorang hamba padahal dia sudah terbaring dalam kuburnya setelah wafatnya (yaitu) : Orang yang yang mengajarkan suatu ilmu, mengalirkan sungai, menggali sumur, menanamkan kurma, membangun masjid, mewariskan mushaf atau meninggalkan anak yang memohonkan ampun buatnya setelah dia meninggal” (Hadits ini diriwayatkan oleh al-Bazzar dalam Kasyful Astâr, hlm. 149. hadits ini dinilai hasan oleh Syaikh al-Albani rahimahullah dam shahihul Jami’, no. 3602)

Pada riwayat di atas secara eksplisit dijelaskan bahwa menanam kurma jadi salah satu ibadah yang dianjurkan karena memberikan pahala yang tidak terputus.

Apakah manfaat yang akan kita dapat hanya jika menanam pohon kurma saja?

Mari kita lihat kaidah lain dari hadist yang dibawakan oleh Jabir radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,

دَخَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى أُمِّ مَعْبَدٍ حَائِطًا فَقَالَ يَا أُمَّ مَعْبَدٍ مَنْ غَرَسَ هَذَا النَّخْلَ أَ مُسْلِمٌ أَمْ كَافِرٌ فَقَالَتْ بَلْ مُسْلِمٌ قَالَ فَلاَ يَغْرِسُ الْمُسْلِمُ غَرْسًا فَيَأْكُلَ مِنْهُ إِنْسَانٌ وَلاَ دَابَّةٌ وَلاَ طَيْرٌ إِلاَّ كَانَ لَهُ صَدَقَةً إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memasuki kebun Ummu Ma’bad, kemudian beliau bersabda, “Wahai Ummu Ma’bad, siapakah yang menanam kurma ini, seorang muslim atau seorang kafir?” Ummu Ma’bad berkata, “Seorang muslim.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah seorang muslim menanam tanaman lalu dimakan oleh manusia, hewan atau burung kecuali hal itu merupakan shadaqah untuknya sampai hari kiamat.” (HR. Muslim, no. 1552)

Pada riwayat Muslim yang lain disebutkan,

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا إِلاَّ كَانَ مَا أُكِلَ مِنْهُ لَهُ صَدَقَةً وَمَا سُرِقَ مِنْهُ لَهُ صَدَقَةٌ وَمَا أَكَلَ السَّبُعُ مِنْهُ فَهُوَ لَهُ صَدَقَةٌ وَمَا أَكَلَتِ الطَّيْرُ فَهُوَ لَهُ صَدَقَةٌ وَلاَ يَرْزَؤُهُ أَحَدٌ إِلاَّ كَانَ لَهُ صَدَقَةٌ

“Tidaklah seorang muslim menanam tanaman melainkan apa yang dimakan dari tanaman tersebut akan menjadi sedekah baginya. Apa yang dicuri dari tanaman tersebut merupakan sedekahnya. Apa yang dimakan oleh binatang buas dari tanaman tersebut merupakan sedekahnya. Apa yang dimakan oleh seekor burung dari tanaman tersebut merupakan sedekahnya. Tidaklah dikurangi atau diambil oleh seseorang dari tanaman tersebut kecuali merupakan sedekahnya.” (HR. Muslim, no. 1552)

Ajaran agama ini telah mempermudah pengikutnya dalam bersedekah dengan menanam pohon, sebab seluruh jenis dan bentuk kemaslahatan yang diambil darinya merupakan sedekah bagi seorang muslim. Pohon itu senantiasa mengalirkan pahala selama hidup, sekalipun pemberi sedekah telah meninggalkan dunia fana ini.

Lalu apa saja manfaat dari sebuah pohon?

Pohon mempunyai beragam fungsi, keunggulan dan manfaat seperti:
  1. Menghasilkan Oksigen (O2) yang digunakan seluruh makhluk hidup di muka bumi untuk bernafas, beraktivitas dan metabolisme,
  2. Mengurai Karbon Dioksida (CO2) dan gas rumah kaca yang dapat mengancam keberlangsungan kehidupan karena meningkatkan suhu serta memicu perubahan iklim dan pemanasan global,
  3. Menjaga stabilitas ekosistem,
  4. Mencegah bencana yang dapat mengganggu aktivitas manusia seperti banjir, abrasi dan tanah longsor,
  5. Mengurangi dampak buruk yang timbul akibat angin puting beliung atau tornado,
  6. Memberikan makanan bagi manusia dan hewan-hewan,
  7. Mengurangi efek buruk stress dan meringankan beban mental jika diamati dengan seksama,
  8. Menjadi naungan dan tempat berteduh bagi kita maupun fauna,
  9. Menyejukkan udara dan menurunkan suhu sekitar pohon tumbuh,
  10. Mengurangi imbas buruk abrasi di kawasan pesisir dan erosi tanah di area aliran sungai dan pegunungan,
  11. Beberapa jenis pohon dan tumbuhan dapat digunakan untuk pengobatan atau olahan makanan seperti teh daun mangrove
  12. Menjadi bahan baku rumah tangga atau kerajinan

Manfaat, fungsi dan keunggulan yang tercantum hanyalah sebagian dari bermacam pengaruh yang sebuah pohon hasilkan.

Lalu mengapa kita harus ragu untuk mulai bersedekah bagi alam dan memperoleh pahala yang senantiasa mengucur?


Dokumentasi penghijauan kampanye Alam "Ayo Bersama #MendekorBumi" di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara

Kampanye Alam Jakarta Sedekah Pohon:Jakarta Sedekah Pohon: Raih Pahala, Sejukkan Ibukota berpartisipasi dalam perayaan Hari Hutan Indonesia yang akan kita laksanakan 7 Agustus 2021 mendatang. Kamu tetap bisa berdonasi meskipun telah melewati tanggal tersebut.

Besaran Donasi yang diperlukan untuk melakukan penanaman dan perawatan pohon adalah
Rp 60,000/pohon.

Pantai Indah Kapuk (PIK) merupakan wilayah yang menjadi benteng abrasi dan erosi (pengikisan tanah) di kawasan pantai Jakarta. Di PIK, terdapat kawasan wisata hutan Mangrove yang memiliki luas mencapai 99 hektar dan 40% lahan di kawasan hutan ini digunakan untuk konservasi hutan bakau yang asri dan alami. Namun begitu, Jakarta tetap menjadi daerah rawan banjir karena penyerapan air yang buruk dan naiknya permukaan air laut. Untuk itu, LindungiHutan melalui kampanye alam akan melakukan penanaman pohon Mangrove Rhizophora yang dapat mengendapkan lumpur di akar-akar pohon bakau sehingga mencegah terjadinya intrusi air laut ke daratan. Selain itu, Mangrove Rhizophora memiliki akar yang dapat mempercepat penguraian limbah organik dan limbah kimia yang dapat mencemari laut. Penanaman Mangrove di wilayah ini merupakan langkah pertahanan terhadap resiko bencana banjir di Jakarta.



Bagaimana Cara Berdonasi ??
1. Klik Tombol “DONASI SEKARANG”
2. Input nominal yang akan di donasikanπ
3. Pilih metode pembayaran transfer Bank (transfer bank BNI, Mandiri, BCA, BRI, BNI), Go-
Pay dan Doku Wallet
4. Konfirmasi melalui WhatsApp, Website atau E-mail
5. Selesai

Anda Juga dapat melakukan Gabung Aksi penanaman dengan melakukan pendaftaran di
Tombol “Gabung Aksi”, biaya ditanggung peserta.
Salam Lestari !!

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

Apa itu LindungiHutan?

LindungiHutan merupakan platform penggalangan dana dan kolaborasi untuk pelestarian hutan Indonesia.

Apakah penggalangan dana di LindungiHutan memiliki izin dari pihak terkait?

LindungiHutan mengikuti peraturan dan regulasi yang berlaku di Indonesia dengan mendirikan Yayasan Lindungi Hutan berdasarkan Akta Notaris Ida Widiyanti, SH dengan SK Kemenkumham Nomor AHU-0003033.AH.01.04.Tahun 2018. LindungiHutan juga memiliki Izin Pengumpulan Uang dan Barang yang diperbaharui setiap tiga bulan dengan nomor SK Kemensos Nomor 252/HUK-PS/2020.

Apakah LindungiHutan itu komunitas?

Bukan. LindungiHutan merupakan startup yang berfokus pada konservasi hutan melalui penanaman pohon dalam naungan Yayasan Lindungi Hutan.

Apa itu Sedekah Pohon?

#SedekahPohon merupakan nama Campaign yang LindungiHutan inisiasi untuk mengajak kepedulian publik dan menunjukkan bahwa sedekah bukan hanya bagi manusia saja, namun bersedekah pohon dalam bentuk menanam pohon.

Bagaimana cara mengunduh sertifikat donasi?

Sila baca caranya melalui artikel di link ini

#Update 23-Feb-2021

Update Kampanye Dimulai Nanti Pada Tanggal Pelaksanaan 20-12-2020
Gloria

Gloria

1 Pohon

Syarifah Suri

Syarifah Suri

2 Pohon

Anonymous

Anonymous

1 Pohon

Kelompok 2 Kelas D Psikologi Positif Universitas Tarumanagara

Kelompok 2 Kelas D Psikologi Positif Universitas Tarumanagara

7 Pohon

Anonymous

Anonymous

1 Pohon

Anonymous

Ali Mas'udi bin Abdullah M Tafrihan

9 Pohon

Anonymous

Anonymous

8 Pohon

Anonymous

Kelompok 2 Kelas D Psikologi Positif Universitas Tarumanagara

7 Pohon