Green Skilling
Laporan Keberlanjutan: Dasar Regulasi hingga Tahapan Penyusunannya
Sustainability report atau laporan keberlanjutan menjadi bagian penting dari strategi bisnis modern, terutama bagi perusahaan yang berkomitmen pada tanggung jawab sosial dan lingkungan.
Di era transparansi dan akuntabilitas menjadi prioritas, laporan keberlanjutan membantu perusahaan menunjukkan komitmen mereka terhadap keberlanjutan dan memberikan gambaran jelas tentang dampak operasional mereka terhadap lingkungan, sosial, dan ekonomi.
Lantas apa itu sustainability report? Apa bedanya dengan report lainnya? Serta bagaimana tahapan penyusunannya? Simak insight Green Workshop LindungiHutan “Empowering Financial Officers: Practical Insights on Sustainability Reporting” bersama Regina Inderadi, MBA, Sustainability Expert & GHG Verifier, Head of External ISSP Indonesia dan Disya Berlianis S, S.T., CSRS, CSP, SPV, sustainability consultant.
Daftar Isi
- Apa yang Dimaksud dengan Sustainability Report?
- Apa Perbedaaan Sustainability Report dengan ESG Report, GHG Report, dan Impact Report?
- Bagaimana Tahapan Penyusunan Laporan Keberlanjutan?
- LindungiHutan Menanam Lebih dari 900 RIBU Pohon di 40+ Lokasi Penanaman di Indonesia Bersama 500+ Brand dan Perusahaan
Apa yang Dimaksud dengan Sustainability Report?
Laporan keberlanjutan atau sustainability report adalah dokumen yang mengungkapkan serta mengkomunikasikan tujuan ESG (Environmental, Social, and Governance) dari sebuah bisnis atau organisasi. Laporan ini juga mencakup rencana dan inisiatif masa depan yang disusun oleh organisasi untuk mendukung keberlanjutan.
Lanskap sustainability report mencakup empat elemen utama: Kerangka pelaporan (seperti GRI, SASB, dan TCFD) tujuan global (SDGs dan target berbasis sains), ESG ratings and indices untuk evaluasi kinerja keberlanjutan, serta regulasi yang mewajibkan pelaporan praktik keberlanjutan perusahaan.

“Sustainability report in landscapes itu ada 4 kuadran yang mana kuadran pertama ini terdiri dari reporting frameworks (GRI, SASB, TCFD, ISO, CDSB), selain reporting frameworks yang merupakan tujuan dari pembuatan sustainability report yang disebut global goals itu terdiri dari SDGs, Greenhouse Green Protocols, dan science based targets, lalu di kuadran yang ketiga ada ESG Ratings and Indices nah ini berfokus pada peringkat dan index esg yang membantu mengevaluasi dan membandingkan kinerja keberlanjutan perusahaan, lalu kuadran keempat regulations and guidelines, kenapa ini termasuk dalam sustainability reporting landscape karena ini mewajibkan perusahaan untuk melaporkan praktik keberlanjutan mereka,” ujar Regina.
Regina juga menekankan pentingnya praktik keberlanjutan dan pelaporan seharusnya selaras, karena jika tidak, hal tersebut dapat dianggap sebagai greenwashing.
Baca juga: Carbon Footprint Scopes 1, 2, dan 3, Contoh serta Cara Menghitungnya
Apa Perbedaaan Sustainability Report dengan ESG Report, GHG Report, dan Impact Report?
Meskipun istilah sustainability report atau laporan keberlanjutan sering dianggap sinonim dengan laporan ESG, keduanya memiliki perbedaan mendasar. ESG report berfokus pada evaluasi kinerja perusahaan melalui metrik tertentu, sementara sustainability report mencakup pendekatan yang lebih luas, mencakup model dan metodologi bisnis secara keseluruhan.
“Keduanya itu berbeda, ESG itu mengevaluasi kinerja perusahaan berdasarkan matrik kinerjanya mereka, nah kalau pelaporan keberlanjutan atau SR (Sustainability Report) melihat secara lebih luas model dan metodologi bisnisnya juga lebih besar, jadi pelaporan SR ini juga dikenal sebagai pelaporan keberlanjutan yang tidak sepenuhnya adalah pelaporan ESG, pelaporan keberlanjutan ini dapat membantu dalam penyusunan laporan ESG dan menambah nilai, tetapi mereka berdua enggak sama,” terang Regina.
Selain sustainability report dan ESG report, terdapat juga jenis pelaporan lain seperti impact report dan GHG report. Impact report berfokus pada dampak yang dihasilkan oleh suatu aktivitas atau inisiatif, sementara GHG report secara khusus terkait dengan perhitungan emisi karbon.
“Impact report itu laporan dampak yang merinci hasil nyata dari inisiatif-inisiatif organisasi contoh bagaimana melakukan inovasi, fokusnya perubahan positif yang terjadi di masyarakat atau lingkungan,” sambung Regina.
Baca juga: Pengungkapan Emisi Karbon dan Manfaatnya bagi Perusahaan
Bagaimana Tahapan Penyusunan Laporan Keberlanjutan?
Penyusunan sustainability report atau laporan keberlanjutan memerlukan langkah-langkah strategis untuk memastikan laporan memenuhi standar global sekaligus mencerminkan komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan secara transparan.
Dalam penjelasannya, Disya Berliani S, S.T., CSRS, CSP, SPV memaparkan beberapa tahapan yang dapat dilakukan:
- Organization context: Memahami identitas organisasi sangat penting, termasuk mengenali bagaimana proses inti bisnis berjalan dan apa yang menjadi fokus utama. Selain itu, perlu dievaluasi apakah visi dan misi perusahan sudah selaras dengan prinsip-prinsip keberlanjutan.
- Materiality assessment: Menentukan isu yang paling relevan untuk perusahaan.
- Pengumpulan data: Pengumpulan data berdasarkan framework pedoman.
- Reporting:Penyusunan laporan berdasarkan standar.
- Dissemination: Publikasi laporan kepada pemangku kepentingan untuk meningkatkan transparansi
Baca juga: BCA Syariah, Tingkatkan Awareness Environment dalam ESG Perusahaan
