Connect with us

Hutanpedia

Pohon Meranti, Raksasa Hutan Penghuni Kanopi Teratas

Published

on

Gambar pohon meranti

Indonesia memiliki 8 genus Dipterocarpaceae yang meliputi 238 spesies. Salah satu genusnya adalah meranti (Shorea spp.). Pohon meranti (Shorea spp.) merupakan salah satu pohon penghuni emergent layer pada strata hutan hujan tropis. Lantaran, pohon ini dapat tumbuh hingga mencapai 80 m.

Spesies meranti telah mengalami degradasi di hutan alam. Penebangan massif untuk memanfaatkan sumber daya kayunya menyebabkan keberadaan pohon ini terus menurun. Karenanya, beberapa spesies Shorea masuk ke dalam Red List IUCN.

Meranti merupakan jenis slow-growing species, riapnya hanya sekitar 1,72 cm/tahun dan tertinggi hanya mencapai 1,75 cm/tahun (Hardiansyah, 2012). Penelitian Widiyatno dkk (2011) menyebutkan bahwa spesies S. leprosula memiliki riap tertinggi yaitu 1,94 cm/tahun.

Klasifikasi dan Ciri-Ciri Pohon Meranti

Meranti termasuk ke dalam golongan Dipterocarpaceae yaitu pohon yang memiliki biji bersayap. Ciri khas lain famili Dipterocarpaceae adalah adanya saluran resin pada empulur, kayu, dan kulit batang. Berikut merupakan klasifikasi ilmiahnya.

KingdomPlantae
DivisiMagnoliophyta
KelasMagnoliopsida
OrdoMalvales
FamiliDipterocarpaceae
GenusShorea
SpesiesShore spp.
Tabel klasifikasi pohon meranti

Secara umum, pohon meranti merupakan jenis pohon yang mampu tumbuh 70 m hingga mencapai 80 m di alam (Purwaningsih dan Kintamani, 2018). Tinggi batang bebas cabang bisa mencapai 35 m. Batangnya berbentuk silindris lurus berwarna cokelat keabu-abuan bersisik, dan berbanir kuncup dengan panjang maksimal 2,5 m dari tanah.

Daun meranti merupakan daun tunggal, berbentuk oval hingga jorong (panjang daun 1,5x lebarnya), pangkal daun berbentuk tumpul, dan ujung daunnya memuncak. Permukaan atas daunnya berwarna hijau dan permukaan bawahnya akan berwarna merah karat saat daun mulai mengering.

Pohon meranti memiliki bentuk biji yang khas dan berbeda dengan jenis pepohonan lainnya. Bijinya memiliki 5 sayap, 3 sayap besar dan 2 sayap yang belum sempurna/tidak berkembang.

Meranti tidak selalu berbuah setiap tahun, tetapi pada saat musimnya akan berbuah lebat. Biasanya bunganya akan mekar pada musim kemarau panjang antara bulan Agustus hingga Oktober. Sementara, buahnya akan masak dari bulan Januari hingga Maret. Biji yang ada di dalamnya termasuk jenis rekalsitran (tidak dapat disimpan lama karena kadar air sedikit).

Baca juga: Pohon Saninten, Flora Langka Berjuluk Rambutan Hutan

Di mana Habitat Pohon Meranti?

Pohon ini tumbuh dengan baik di tipe tanah podzolik merah dan kuning dengan altitude di bawah 1300 mdpl dan curah hujan > 1000 mm per tahun. Tumbuh di berbagai habitat seperti hutan dataran rendah, hutan rawa gambut, hutan perbukitan, hutan kerangas, hutan rawa, hutan riparian, hutan pantai, dan hutan kapur dengan karakteristik yang berbeda dari setiap spesies.

Sebaran meranti terbanyak terdapat di Pulau Sumatra yaitu 52 jenis, 34 jenis di antaranya ditemukan di hutan hujan dataran rendah. Selain itu, pohon jenis ini juga tersebar di Kalimantan, Maluku, dan Pulau Jawa. Spesies S. littoralis (Plahlar/Pelalar) merupakan spesies hampir punah yang hanya ada di Pulau Nusakambangan.

Jenis-Jenis Pohon Meranti

Secara umum, meranti dibedakan menjadi tiga jenis yaitu meranti kuning, merah, dan putih. Berikut ini penjelasan selengkapnya!

1. Meranti Kuning

Meranti kuning memiliki warna kuning kecokelatan. Karakteristiknya tekstur kayunya merupakan yang paling kasar diantara jenis meranti lainnya. Komponen kimia kayunya mengandung holoselulosa sebesar 77,34%, selulosa, 63,97% (kategori tinggi), hemiselulosa 13,37%, lignin 29,39% (sedang), zat ekstraktif 6,26%, dan kadar abu 0,85% (sedang) (Supartini, 2009).

Meranti kuning terdiri dari S. acuminatissima, S. faguetiana, S. gibbosa, S. hopeifolia, dan S. multiflora.

2. Meranti Merah

Jenis ini memiliki warna kayu teras kuning kecokelatan dan kayu gubal merah kecokelatan. Komponen kimia pada meranti merah meliputi kadar holoselulosa sebesar 63,16-75,16%, alfa-selulosa sebesar 39,7-48,33%, dan lignin sebesar 0,02-1,4% (Yunanta dkk, 2014).

Meranti merah terdiri dari S. leprosula, S. johorensis, S. acuminata, S. macrophylla, S. retusa, S. macroptera, dan lainnya.

3. Meranti Putih

Jenis ini memiliki warna kayu gubal putih kekuningan dan kayu teras yang berwarna lebih gelap. Jenis meranti putih terdiri dari S. assamica, S. bracteolata, S. javanica, S. lamellata, S. ochracea, S. retionades, dan S. virescens.

Pohon Meranti Digunakan Untuk Apa?

Meranti memiliki banyak manfaat, terutama manfaat kayunya. Karenanya, jenis ini sering menjadi komoditas utama untuk Hak Pengusahaan Hutan (HPH) di luar Jawa. Berikut ini merupakan manfaat selengkapnya.

1. Penghasil Kayu

Meranti merupakan penghasil kayu terutama untuk furnitur, vinir, kayu lapis, kayu pertukungan, bahan pembuatan kapal, peti pengepak mebel, kerangka rumah, dan alat musik. 

Kayunya memiliki kelas kuat II-IV dan kelas awet III-IV sehingga cukup baik digunakan sebagai kayu pertukungan maupun gergajian. Kayunya juga dikenal anti rayap karena cukup keras sehingga tidak tertembus oleh capitan rayap.

Kayu meranti bisa dibilang mendekati sempurna karena batangnya berbentuk silindris yang hampir simetris. Karenanya, dalam proses penggergajian akan sangat menguntungkan. 

2. Bahan Baku Pembuatan Kertas

Kayu meranti memiliki kadar lignin yang rendah hingga tinggi serta kadar selulosa yang tinggi sehingga cocok digunakan sebagai bubur kertas. Kadar lignin yang rendah akan membantu proses isolasi lignin (delignifikasi) dari selulosa lebih cepat. Sedangkan, selulosa yang tinggi akan membuat kualitas bubur kertas lebih baik.

Baca juga: Pohon Sosis: Tak Hanya Buahnya yang Unik, Manfaatnya juga Tak Main-Main

Harga Kayu Meranti

Karena tergolong sebagai kayu unggulan, kayu meranti dipatok harga yang cukup mahal. Dilansir dari harga.web.id, harga kayu meranti kisaran Rp 5.750.000,- untuk ukuran 10x3x4000 cm hingga Rp 9.950.000,- untuk ukuran 30x6x400 cm.

FAQ

Kayu Meranti Dari Pohon Apa?

Berasal dari pohon meranti (Shorea spp.).

Apakah Kayu Meranti Kuat?

Kayu meranti berada pada kelas kuat II-IV sehingga merupakan kayu yang hamper mendekati sempurna pada tingkat kekuatannya. Bahkan pohon ini dijuluki pohon anti rayap karena kayunya yang kuat.

Apa manfaat pohon meranti?

Pohon meranti terkenal akan kekuatan kayunya yang kuat sehingga banyak dimanfaatkan sebagai kayu pertukangan dan gergajian. Selain itu, kayu meranti juga menjadi bahan baku pembuatan kertas.

Penulis: Bilal Adijaya

Ambil Langkah Nyata dengan Menanam Pohon Bersama LindungiHutan Hanya

10 Ribu Rupiah

LindungiHutan telah dipercaya 40 RIBU Sahabat Alam untuk menanam pohon dengan mudah, transparan, dan berkelanjutan. Kami menjalin kerja sama dengan puluhan petani bibit dan masyarakat sekitar hutan untuk memberikan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Unduh annual report LindungiHutan