Connect with us

Hutanpedia

Pohon Saninten, Flora Langka Berjuluk Rambutan Hutan

Published

on

Gambar pohon saninten

Pohon saninten (Castanopsis argentea) merupakan pohon asli Indonesia yang memiliki nama lokal Berangan atau Sarangan. Pohon yang sering disebut ‘Rambutan Hutan’ ini merupakan spesies hampir punah (Endangered Species) berdasarkan IUCN. Bahkan di beberapa tempat, pohon ini telah mengalami kepunahan karena pembukaan lahan kelapa sawit.

Rambutan hutan merupakan tempat bersarang, mencari makan, dan beristirahat bagi satwa burung dan mamalia karena pohon ini memiliki tajuk yang lebar dan buah sebagai sumber makanan.

Klasifikasi dan Ciri-Ciri

Saninten berasal dari famili Fagaceae yang merupakan suku pasang-pasangan, juga merupakan keluarga dari pohon oak dan beech. Klasifikasi ilmiahnya sebagai berikut:

KingdomPlantae
DivisiMagnoliophyta
KelasMagnoliopsida
OrdoFagales
FamiliFagaceae
GenusCastanopsis
SpesiesCastanopsis argentea
Tabel klasifikasi pohon saninten

Pohon saninten dapat tumbuh tinggi mencapai 35-40 m. Memiliki batang berwarna hitam dengan bentuk silindris. Kulit batangnya tidak rata, beralur hingga pecah-pecah.

Daun pohon saninten merupakan daun tunggal dengan duduk daun berseling dan tersusun spiral. Daun pohon ini berbentuk lanset (lancip memanjang) dengan panjang 7-12 cm dan lebar 2-3,5 cm. Permukaan daunnya licin mengkilap dengan permukaan bawah daunnya kasap berwarna hijau keabu-abuan yang ditutupi bulu-bulu halus seperti sisik (Heriyanto, 2007). 

Apabila daun saninten dilipat maka akan terlihat garis lilin berwarna putih memanjang yang merupakan ciri khas dari organ vegetatif pohon hutan ini (Prawira, 1990).

Satu-satunya alasan kenapa saninten diberi nama rambutan hutan karena bentuk buahnya. Pohon ini memiliki bentuk buah yang sangat mirip dengan rambutan. Buah berbentuk bulat ditutupi oleh duri panjang, tajam, dan berkayu. Buahnya juga bergerombol dan bertangkai persis seperti buah rambutan. Di dalam buahnya terdapat biji sebanyak 3 biji berwarna cokelat kemerahan.

Rambutan hutan memiliki masa pembungaan pada bulan Agustus-Oktober dan berbuah pada bulan November-Februari. Menurut ahli botani Van Steenis (1972) dalam Heriyanto (2007), rambutan hutan memiliki bunga jantan yang tersusun dalam untaian berbentuk bulir dengan panjang 15-25 cm, sedangkan bunga betina tumbuh menyendiri dengan panjang 5-15 cm. Bunganya berwarna kuning keputihan.

Baca juga: Pohon Sosis: Tak Hanya Buahnya yang Unik, Manfaatnya juga Tak Main-Main

Habitat dan Sebaran Pohon Saninten

Saninten merupakan pohon asli Indonesia tepatnya berasal dari pulau Sumatera dan Jawa. Pohon saninten tumbuh optimal di wilayah perbukitan dengan ketinggian mulai dari 150-1750 mdpl. 

Rambutan hutan ini banyak ditemukan di kawasan hutan lindung maupun kawasan-kawasan pelestarian seperti taman nasional dan cagar alam mengingat habitat alaminya (in-situ) sudah banyak yang mengalami kerusakan. Pohon ini sekarang banyak dibudidayakan untuk tujuan konservasi ex-situ di kawasan hutan pohon dan agroforestri (Hilwan & Irfani, 2018).

3 Manfaat Buah Saninten

Pohon saninten memiliki banyak manfaat mulai dari manfaat ekonomi hingga manfaat ekologi. Karenanya, pohon ini terus diupayakan kelestariannya untuk mempertahankan manfaat yang didapatkan darinya. Berikut ini merupakan manfaat selengkapnya dari pohon saninten:

1. Penghasil Kayu

Kayu dari pohon saninten dapat digunakan sebagai bahan bangunan dan kayu pertukangan sebab kayunya tergolong kuat dan awet. Selain itu, bagian kulit batangnya dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami (Wiranto, 2005; Hilwan & Irfani, 2018).

2. Bahan Makanan

Biji saninten biasa dimanfaatkan oleh masyarakat lokal sebagai bahan makanan. Pengolahannya sederhana, biji saninten biasa dibakar atau direbus sampai lunak atau terlebih dahulu dilepas cangkangnya untuk disangrai bagian dalam bijinya (Menlhk, 2018). 

Buahnya juga biasa dimanfaatkan sebagai bahan makanan. Namun, buahnya tidak hanya dikonsumsi oleh manusia tetapi juga beragam jenis satwa liar seperti lutung, monyet, musang, dan satwa pemakan buah lainnya.

Di Italia, spesies saninten lainnya Castanopsis sativa diolah menjadi tepung sebagai bahan baku pembuatan biskuit, roti, pasta, dan lain sebagainya (Durazzo dkk, 2012). 

Hal ini karena tepung C. sativa memiliki kandungan antioksidan, kalsium, polifenol, dan lignan yang tinggi (Durazzo dkk, 2012). Kandungan lignin yang tinggi dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskular maupun penyakit jantung.

3. Aspek Konservasi

Rambutan hutan merupakan tanaman indigenous/native Indonesia, sehingga di beberapa tempat dijadikan sebagai tanaman reklamasi dan rehabilitasi pada aliran Daerah Aliran Sungai (DAS)

Morfologi pohon saninten mendukung sebagai tanaman rehabilitasi karena memiliki tajuk yang lebar sehingga akan menahan presipitasi. Dalam buku Cerita 100 Pohon (2019), tajuk saninten dapat menahan sekitar 80% curah hujan yang jatuh. Selain itu, konsumsi airnya juga cukup rendah dengan nilai evapotranspirasi sebesar 19,3%

Mengapa Pohon Saninten Dilindungi?

Berdasarkan Peraturan Menteri LHK Nomor P.20/MENLHK/SETJEN KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi menyebutkan bahwasanya spesies C. argentea merupakan satu-satunya genus castanopsis yang dilindungi dalam skala nasional. 

Lantaran, saninten hanya berbuah dua tahun sekali. Kalaupun setiap tahun berbuah, biasanya berselang setahun buahnya kosong (Menlhk, 2018). Selain itu, buah pohon ini juga menjadi rebutan bagi manusia dan satwa liar seakan menjadi primadona untuk dikonsumsi sehingga anakan alami dari pohon ini sangat sulit ditemukan di alam.

Mitos Saninten dan Pasang?

Sebagian masyarakat lokal memiliki cerita tersendiri tentang pohon sinten. Pasalnya, pohon ini merupakan keluarga Fagaceae (suku pasang-pasangan) sehingga memiliki kemiripan dengan Pohon Pasang (Quercus sp.) yang merupakan kerabat Pohon Oak. 

Masyarakat memercayai bahwasanya pohon saninten merupakan pasangan hidup pasang. Diduga pohon pasang berperan penting dalam proses pembuahan saninten.

Baca juga: Pohon Murbei: Si Hitam Manis Pemilik Segudang Manfaat

FAQ

Apa itu buah saninten?

Buah dari pohon saninten ini berbentuk bulat ditutupi oleh duri panjang, tajam, dan berkayu. Buahnya juga bergerombol dan bertangkai persis seperti buah rambutan. Di dalam buahnya terdapat biji sebanyak 3 biji berwarna cokelat kemerahan. Karena mirip dengan buah rambutan, maka pohon saninten dijuluki sebagai rambutan hutan.

Bagaimana Cara Memperoleh Bibit Saninten?

Penangkaran ex-situ menjadi salah satu cara paling efektif untuk mendapatkan pasokan bibit saninten. Pasalnya, bibit saninten di alam sangat susah untuk didapatkan.

Penulis: Bilal Adijaya

Dapatkan Ebook GRATIS dari LindungiHutan

LindungiHutan menyusun Ebook panduan menanam pohon GRATIS untuk kamu. Ebook ini sangat ringkas tetapi penuh dengan informasi serta pengetahuan dan berdasarkan penelitian terhadap banyak literatur terpercaya. Klik tombol di bawah ini untuk mengunduh!

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sedekah Pohon LindungiHutan