Connect with us

Mitra Hijau

Inisiatif Hijau Atmos Indonesia Tanam 1.000 Pohon Laban di Taman Nasional Way Kambas

Published

on

Program penanaman pohon Atmos Indonesia

Sebuah brand ternama dengan dalam industri sneaker dan streetwear asal Jepang, Atmos, melebarkan lini bisnisnya dengan membuka cabang di Indonesia tahun 2020. Sebuah inisiatif hijau dari Atmos Indonesia,“Green Initiative” merupakan dukungan dalam upaya keberlanjutan lingkungan.

Mereka juga berkolaborasi dengan LindungiHutan melakukan penanaman ribuan pohon di Taman Nasional Way Kambas. 

Komitmen Atmos Indonesia dalam Upaya Pelestarian Lingkungan

Program Green Initiative Atmos Indonesia merupakan bagian dari kontribusi terhadap lingkungan dan mendukung gerakan global menuju industri fashion yang lebih berkelanjutan. Bersama LindungiHutan, Atmos Indonesia berhasil menanam 1.000 pohon laban di Taman Nasional Way Kambas pada 8 Juni 2024.

Melalui program ini Atmos Indonesia berkomitmen untuk mengurangi jejak karbon dan berupaya memperbaiki ekosistem di sekitar Way Kambas yang menjadi rumah bagi satwa liar seperti Gajah Sumatera yang patut dilindungi populasinya.

Mereka juga bekerja sama dengan komunitas lokal melakukan perawatan atau monitoring secara berkala dari pohon yang telah ditanam.

Inisiatif Atmos Indonesia melalui program Green Initiative dalam upaya rehabilitasi lingkungan sangat penting bagi keberlanjutan bumi. Atmos menjadi contoh dan menambah kesadaran bersama bahwa untuk menciptakan masa depan yang hijau dan lestari.

Baca juga: Yayasan WINGS Peduli Tanam 500 Mangrove dalam Program #WINGSPeduliLingkungan

Mengenal Pohon Endemik Way Kambas

Pemilihan jenis laban dalam penanaman Atmos Indonesia dikarenakan jenis ini termasuk dalam pohon endemik Taman Nasional Way Kambas. Pohon laban dengan nama lain pohon kayu hitam (Vitex pubescens).

Secara ekologis, pohon laban efektif membantu untuk mengurangi jumlah karbondioksida di atmosfer, mencegah erosi dan tanah longsor, menyimpan air tanah, dan menjadi habitat bagi satwa. Pohon ini menjadi alternatif pohon dalam program penghijauan yang membantu dalam pemulihan ekosistem yang rusak.

Jenis laban memiliki kayu berkualitas yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku furniture, kerajinan tangan, dan konstruksi bangunan. Kayu ini diperjualbelikan dapat menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat lokal. Daun dan kulit kayunya dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional untuk berbagai macam penyakit.

Melihat begitu banyaknya manfaat dari pohon laban, Atmos Indonesia berharap dapat memberikan dampak kepada lingkungan dan masyarakat secara finansial.

Baca juga: Eathink Market dan LindungiHutan Tanam 130 Mangrove di Tangerang

Jalin Kolaborasi Lingkungan Bersama LindungiHutan

LindungiHutan menebarkan misi kebaikan dengan menanam jumlah pohon sebanyak masyarakat Indonesia. Misi ini tidak akan berhasil jika Anda tidak terlibat bersama kami. Kami membuka peluang kolaborasi dengan berbagai entitas mulai dari Individu, komunitas, organisasi, hingga perusahaan dalam berkontribusi untuk alam Indonesia.

Saat ini LindungiHutan telah menanam 832.500 pohon di 50 lokasi di Indonesia. Dipercaya 533 mitra hijau baik brand dan perusahaan melakukan aksi nyata pelestarian lingkungan bersama. Kami berkolaborasi bersama mitra petani/komunitas lokal sebagai penggerak program penanaman. Mereka dilibatkan dengan tujuan pemberdayaan masyarakat sehingga dampak dari kegiatan penanaman ini dapat memberikan manfaat secara luas dari segi lingkungan, sosial, dan ekonomi.

Mari berkolaborasi bersama kami, #BersamaMenghijaukanIndonesia!

LindungiHutan Menanam Lebih Dari 800 RIBU Pohon di 50 Lokasi Penanaman Bersama 500 Brand dan Perusahaan

Ana Salsabila adalah Junior SEO Content Writer di LindungiHutan yang berpengalaman dalam penulisan artikel tentang lingkungan dan kehutanan.

Survey LindungiHutan