Pendukung
Motivasi Ismoyo Menjaga Alam Lewat LindungiHutan
Setiap orang memiliki alasan unik ketika memutuskan untuk berdonasi pohon di LindungiHutan. Bagi Ismoyo, seorang sarjana pertanian yang kini bekerja di luar bidangnya, menjaga lingkungan menjadi sesuatu yang tidak boleh ditinggalkan.
Meski tak lagi berkecimpung langsung di dunia pertanian, ia tetap berusaha memberi kontribusi sesuai ilmu dan pengetahuannya.
Kesibukan Ismoyo saat ini tidak lagi bersentuhan langsung dengan dunia pertanian. Namun hal tersebut, tidak membuatnya berhenti berusaha memberikan kontribusi sesuai dengan ilmu yang dimilikinya.
Semangat ini menjadi motivasi utama Ismoyo dalam mendukung program penanaman pohon di LindungiHutan. Penasaran kisahnya?
Daftar Isi
Motivasi Donasi Ismoyo
“Saya ingin mencoba memberikan kontribusi terhadap pelestarian lingkungan. Karena kondisi lingkungan menjadi salah satu faktor penting bagi keberhasilan kegiatan budidaya pertanian. Walaupun, pekerjaan saya sekarang tidak berkaitan langsung dengan pertanian,” tuturnya.
Awalnya, Ismoyo ingin melakukan kegiatan penanaman pohon secara mandiri. Namun ia menyadari bahwa secara teknis dirinya belum cukup telaten dalam menjalankanya.
Atas dasar itulah muncul motivasi untuk mencari cara praktis agar bisa tetap berperan menjaga kelestarian lingkungan, hingga akhirnya ia menemukan LindungiHutan.
Menemukan LindungiHutan
Keputusan Ismoyo untuk berdonasi di LindungiHutan bermula dari pencarian di internet. Seiring waktu, ia merasa nyaman untuk tetap bertahan di platform ini. Terdapat beberapa hal yang menurutnya menjadi kelebihan dari LindungiHutan.
Kemudahan Akses
Bagi Ismoyo, kemudahan akses platform menjadi pintu masuk utama. Proses registrasi dan donasi terasa sederhana. Hal itu menjadikan niat baik cepat berubah menjadi aksi yang nyata.
Minimnya hambatan seperti alur yang jelas dan metode pembayaran yang familiar membuat Ismoyo nyaman menggunakan LindungiHutan.
Ia juga mengapresiasi update rutin yang berorientasi pada kemudahan pengguna. Tidak lupa, ia juga berharap ada opsi-opsi lain terkait donasi lebih fleksibel.
Informasi yang Lengkap
Transparansi proyek penanaman adalah alasan lain menurut Ismoyo terkait nilai plus bagi LindungiHutan.
Halaman kampanye memuat lokasi, waktu pelaksanaan, serta aktivitas penanaman merupakan informasi awal yang penting bagi calon donatur.
Informasi lainya berupa foto, progres, dan hasil monitoring membuat donatur dapat “melihat” hasil kontribusi.
Baca Juga: Kisah Donasi Pohon Sanyasa Achtsami dari Sleman
Edukasi Mangrove
Awalnya, ia mengira hutan hanya identik dengan pohon daratan seperti jati atau mahoni. Edukasi di LindungiHutan membuka wawasannya bahwa mangrove adalah bagian krusial dari ekosistem pesisir.
Wawasan ini mengubah motivasinya dari sekadar menanam pohon yang bersifat mikro, menjadi usaha untuk menjaga kelestarian lingkungan yang bersifat makro.
Selain itu, pengetahuan tentang peran tanaman mangrove bagi lingkungan membuat keputusan donasi terasa lebih matang dan terarah. Terkhusus pada tantangan yang dihadapi saat ini, seperti pencemaran udara dan pemanasan global.
Keterkaitan dengan SDGs
Motivasi ini semakin diperkuat dengan pengetahuan terkait Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau dalam bahasa inggris dikenal sebagai Sustainable Development Goals (SDGs).
Menurut Ismoyo, aktivitas penanaman mangrove di daerah pesisir mendukung capaian SDGs. Hal ini terkhusus pada SDGs 13 (Penanganan Perubahan Iklim), SDGs 14 (Eksosistem Lautan), dan SDGs 15 (Ekosistem Daratan).
Tanaman Mangrove memiliki manfaat sebagai penyerap karbon dioksida, penahan laju abrasi, dan rumah bagi biota laut. Dengan begitu, kontribusi kecil dari donasi pohon mangrove dapat beresonansi pada isu lingkungan yang terjadi. Sehingga, penanaman mangrove menjadi langkah awal dalam pembangunan berkelanjutan menuju hari esok yang lebih baik.
Selain itu, Ismoyo melihat potensi untuk mengkaitkan penanaman mangrove dengan SDGs 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak). Hal ini didasarkan salah satu manfaat tanaman mangrove untuk desalinasi (pengurangan kandungan garam) pada air laut.
Ekosistem mangrove yang sehat dapat mendukung kualitas sumber daya air di pesisir melalui proses alami penyaringan dan perbaikan lingkungan.
Wawasan Baru tentang Mangrove
Saat pertama kali mendengar nama “LindungiHutan”, Ismoyo membayangkan kegiatan menanam pohon di hutan daratan. Namun, kenyataannya, banyak program justru berfokus pada penanaman mangrove.
“Ini membuka wawasan baru bagi saya. Ternyata hutan tidak hanya ada di daratan, tetapi juga di pesisir dan laut. Konsep hutan lebih luas daripada yang saya bayangkan,” jelasnya.
Menghadapi Isu Lingkungan
Motivasi Ismoyo semakin kuat ketika menyadari tantangan besar yang dihadapi lingkungan, seperti alih fungsi lahan dan perubahan iklim. Menurutnya, penanaman mangrove bukan sekadar kegiatan menjaga pesisir, tetapi juga langkah nyata dalam mitigasi iklim.

“Walaupun tidak sepenuhnya menggantikan hutan daratan, mangrove mampu menjaga keseimbangan alam dan meminimalisir dampak negatif perubahan iklim,” ujarnya.
Baca Juga: Donasi Pohon Brigit: Menghubungkan Spiritualitas dan Kepedulian Lingkungan
Pesan untuk Sesama
Ismoyo meyakini bahwa LindungiHutan adalah jembatan antara niat baik dan aksi nyata. Banyak orang memiliki keinginan untuk berkontribusi, tetapi sering kali terkendala oleh waktu maupun keterampilan teknis. Melalui donasi pohon di LindungiHutan, siapa pun dapat ikut serta menjaga kelestarian lingkungan.
“Sekecil apa pun kontribusi kita, tetap berarti bagi bumi. Bersama LindungiHutan, kita bisa ikut memelihara lingkungan tanpa harus turun langsung dalam kegiatan menanam pohon. Praktis bukan?” pungkasnya.
Pentingnya partisipasi aktif pada kegiatan penanaman pohon juga dapat dirasakan dari sisi ekonomi. Yaitu muncul dan berkembangnya ekosistem agribisnis yang berfokus pada kegiatan pelestarian lingkungan. Ismoyo percaya, jika semakin banyak orang berpartisipasi, bumi akan menjadi tempat yang lebih baik bagi generasi mendatang.
Yuk, Ikut Donasi Pohon Mulai 25 Ribu di LindungiHutan
