Mitra Hijau
PT SPIL Jalankan Feasibility Study Penghijauan di Lamongan
Daftar Isi
- Perusahaan Pelayaran yang Memilih Langkah Hijau
- Pendekatan Berbasis Data: Feasibility Study sebagai Langkah Awal
- Pohon yang Ditanam Bukan Asal Pilih
- Dampak dan Makna: ESG yang Bisa Dirasakan
- Wujudkan Program Penghijauan Terukur dengan SustainabiliTree
- Pelajari Layanan SustanabiliTree dan Jadilah Bagian dari Aksi Nyata untuk Lingkungan
LindungiHutan Insight
- PT Salam Pacific Indonesia Lines (PT SPIL) lakukan penghijauan di PT Dok Pantai Lamongan
- PT SPIL melakukan feasibility study yang merupakan bagian layanan SustanabiliTree sebelum melakukan program penghijauan
Dalam industri maritim, keberlanjutan lingkungan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah tanggung jawab yang harus terintegrasi pada inti operasional. PT Salam Pacific Indonesia Lines (PT SPIL) sebagai salah satu perusahaan pelayaran kontainer menunjukkan keseriusannya.
Melalui unit usahanya, PT Dok Pantai Lamongan (PT DPL) yang berlokasi di Paciran, Kabupaten Lamongan memulai langkah penghijauan. Berada di kawasan pesisir yang rentan terhadap abrasi dan tekanan industri galangan kapal, mereka menghijaukan lahannya sendiri.
Perusahaan Pelayaran yang Memilih Langkah Hijau
PT Salam Pacific Indonesia Lines adalah perusahaan pelayaran kontainer dan solusi logistik yang telah lama beroperasi di Indonesia.
Sebagai bagian dari komitmen ESG perusahaan, PT SPIL memanfaatkan area di PT Dok Pantai Lamongan sebagai pusat program penanaman. Secara geografis, wilayah ini memiliki ketinggian berkisar antara 2,9 meter hingga 29 mdpl serta topografi yang cenderung berlereng.
Menyadari potensi ancaman abrasi dan pencemaran di kawasan tersebut, PT SPIL tidak ingin sekadar melakukan aksi formalitas, melainkan sebuah kontribusi berkelanjutan.
Melalui program ini, PT SPIL menargetkan area seluas 10 Ha di kawasan PT DPL untuk dihijaukan. Tujuannya untuk memperkuat kawasan pesisir, menyerap emisi karbon, dan memberi manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat di sekitarnya.
Pendekatan Berbasis Data: Feasibility Study sebagai Langkah Awal
Salah satu bukti keseriusan PT SPIL adalah dengan melakukan feasibility study (FS) sebelum menanam. Bersama LindungiHutan sebagai mitra pelaksana, studi ini dilakukan untuk mengkaji kondisi fisik dan ekologis lapangan secara mendalam.
Dari total target area seluas 10 Ha, studi ini berhasil mengidentifikasi dua area prioritas yang paling layak untuk segera ditanami.

Langkah ini memastikan bahwa setiap investasi penghijauan didasarkan pada data lapangan yang akurat, mulai dari ketersediaan air hingga jenis tanah, bukan asumsi semata.
Baca juga: 3 Sustainability Perusahaan Indonesia yang Patut Dijadikan Benchmark
Pohon yang Ditanam Bukan Asal Pilih
Hasil dari feasibility study tidak hanya menentukan lokasi, tetapi jenis vegetasi yang akan ditanam. Tim LindungiHutan merekomendasikan delapan spesies pohon yang sesuai dengan karakteristik lahan.
Rekomendasi spesies mencakup dua kategori utama, yaitu tanaman non-komoditas yang diprioritaskan berdasarkan nilai serapan karbon dengan Cemara Laut (Casuarina equisetifolia) sebagai pilihan utama, serta tanaman komoditas yang dipilih berdasarkan nilai ekonomis dan manfaatnya bagi masyarakat sekitar dengan Kelapa (Cocos nucifera) sebagai rekomendasi utamanya
Dampak dan Makna: ESG yang Bisa Dirasakan
Langkah PT SPIL memberikan sinyal kuat bahwa industri maritim mampu memiliki jejak hijau yang nyata.
Manfaat ekologis dari program ini sangat krusial, mulai dari perlindungan pesisir dari abrasi hingga penyerapan di area industri. Secara sosial, keterlibatan masyarakat melalui tanaman komoditas diharapkan dapat memberi manfaat ekonomi jangka panjang.
Kombinasi tersebut adalah bentuk implementasi ESG yang matang, di mana aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan bertemu dalam satu program yang terencana.
Baca juga: SustainabiliTree: Penanaman Pohon di Lokasi Perusahaan & Program Non-Planting
Wujudkan Program Penghijauan Terukur dengan SustainabiliTree
PT SPIL telah membuktikan bahwa kunci keberhasilan program lingkungan terletak pada persiapan yang matang sejak awal. Memahami kondisi lingkungan secara mendalam melalui feasibility study adalah fondasi agar tanaman dapat benar-benar tumbuh dan berdampak.
Ingin memulai program penghijauan seperti PT SPIL?
Mulai dengan program SustainabiliTree bersama LindungiHutan. Mulai dari feasibility study, pemilihan bibit yang tepat, hingga sistem monitoring transparan, kami memastikan program berkelanjutan Anda tepat guna.

