Penggalang
Small Gifts That Grow: Cerita Clara Anastasia Rayakan Ulang Tahun yang Lebih Bermakna
Ulang tahun bagi kebanyakan orang identik dengan kado, lilin, dan perayaan. Namun, bagi Clara Anastasia, momen menginjak usia 29 tahun menjadi kesempatan untuk mengubah kepedulian menjadi aksi nyata yang lebih bermakna.
Lahir dari keresahannya terhadap berbagai tantangan lingkungan yang ia jumpai sehari-hari, Clara memulai kampanye penggalangan dana Small Gifts That Grow: A-29 Day Mangrove Project bersama LindungiHutan, untuk mengajak lebih banyak orang berkontribusi bagi lingkungan.
Daftar Isi
Ketika Ulang Tahun Jadi Alasan untuk Memberi, Bukan Menerima
Lahir dan tumbuh di Jakarta, Clara menyaksikan sendiri persoalan lingkungan, mulai dari sampah yang terus bertambah, polusi, hingga ruang hijau semakin menyusut. Dan ia menyadari, gaya hidupnya sendiri turut andil di dalamnya.
“Mungkin apa yang kita lakukan terasa kecil. Tapi jika dilakukan terus-menerus, dampaknya menjadi besar. Di sisi lain, banyak hal yang terjadi di sekitar kita terasa terlalu besar untuk diselesaikan sendiri, tapi bukan berarti kita tidak bisa mulai berbuat sesuatu” tulisnya di halaman kampanye.
Dari kesadaran inilah ia memutuskan menjadikan momen ulang tahun sebagai jejak awal yang ia harap terus tumbuh.

Melalui momen donasi pohon ulang tahun ini, Clara membalik tradisi. Alih-alih berfokus pada apa yang ia terima, Clara memilih untuk memberi kepada lingkungan, kepada wilayah pesisir, dan kepada masa depan generasi mendatang.
Tema Small Gifts That Grow menurutnya merepresentasikan gagasan sederhana, yaitu hadiah tidak harus berhenti pada momen saat diberikan, namun dapat terus tumbuh, memberi manfaat, dan meninggalkan dampak bahkan lama setelah perayaan selesai.
Melalui kampanye tersebut, setiap kontribusi yang diberikan akan dikonversikan menjadi pohon mangrove yang ditanam di wilayah pesisir Indonesia.
Dari Rekomendasi Teman hingga Hari Penanaman
Perjalanan Clara memilih LindungiHutan bermula dari rekomendasi seorang teman. Setelah mengeksplorasi platformnya, ia terkesan dengan transparansi data, kemudahan pemantauan perkembangan pohon, serta keterbukaan informasi yang tersedia pada platform LindungiHutan.
Merasa yakin dengan sistem yang disediakan, ia langsung menghubungi tim untuk mewujudkan idenya.
Meski baru pertama kali berperan sebagai campaigner Clara berupaya memahami setiap tahap proses. Dan tim LindungiHutan, ia rasakan, mengakomodasi semuanya dengan baik.
Pada 14 Mei 2026, bersama 6 peserta, Clara turun langsung ke Desa Sukawali, Tangerang, sebuah wilayah pesisir sekitar 1,5 jam dari Jakarta yang kondisinya makin rentan terhadap abrasi dan rob.

Di sana, mereka menanam mangrove bersama, didampingi oleh Kelompok Tani Hutan Kampung Bahari Nusantara yang sudah lama berjuang menjaga ekosistem ini.
Dari Jakarta ke Sukawali: Pesisir yang Perlu Dijaga
Desa Sukawali bukan nama yang asing bagi mereka yang bergerak di bidang konservasi pesisir. Desa ini berdiri di kawasan muara Sungai Cisadane, menjadikannya sebagai titik akumulasi segala yang mengalir dari hulu, termasuk sampah.
Dulu, kawasan ini ditumbuhi lebat oleh mangrove alami. Tetapi seiring waktu, sebagian lahan beralih fungsi menjadi tambak dan sampah yang mengendap di pesisir merusak ekosistem mangrove.
Masyarakat setempat, termasuk Kelompok Tani Hutan Kampung Bahari Nusantara, sudah lama berjuang mempertahankan apa yang tersisa dan terus berupaya memulihkannya.
Menurut Clara, menyaksikan secara langsung kondisi pesisir dan mendengar cerita warga setempat memberikan perspektif baru. “Ini bukan cuma soal alam. Tapi juga soal warga di sekitarnya, para petani dan nelayan, yang kehidupannya sangat bergantung pada ekosistem yang kita, sebagai anak kota, sering lupa,” refleksinya.
318 Pohon dan Satu Pesan: Hadiah Kecil yang Terus Tumbuh
Kampanye Small Gifts That Grow: A-29 Day Mangrove Planting Project berhasil menanam 318 pohon mangrove Rhizophora di area seluas 80m² . Pohon-pohon itu kini menyerap 13,24 kg CO₂eq dan berdampak pada peningkatan pendapatan petani lokal sebesar 23%.

Namun, yang paling berkesan bagi Clara bukan jumlah pohonnya. Melainkan fakta bahwa ada orang-orang yang berdonasi ke kampanyenya meski tidak kenal atau tidak dekat, bahkan mereka ikut menggerakkan orang lain di sekitarnya. Mereka ikut karena terinspirasi.
“Kesadaran bahwa setiap orang memiliki kemampuan untuk menciptakan dampak, selama berani memulai, karena setiap kontribusi, sekecil apapun, ketika dilakukan bersama-sama, akan sangat berarti,” ungkapnya.
Baca Juga: Risa Vibia dan #Peluk2111Pohon: Merayakan Ulang Tahun dengan Menanam Pohon Alpukat
Pesan Clara: “Act on What You See”
Clara tidak memiliki latar belakang di bidang lingkungan. Ia karyawan swasta biasa, dengan keseharian yang tidak jauh dari kebanyakan orang Jakarta. Tapi justru dari posisi itulah pesannya terasa kuat. Bagi Clara, kepedulian tidak harus berawal dari keahlian khusus atau latar belakang tertentu.
“Saya sadar aksi ini tidak akan sepenuhnya menghapus dampak dari gaya hidup kita. Tapi saya percaya, perubahan besar selalu dimulai dari langkah yang kecil yang dilakukan bersama-sama,” ujar Clara Anastasia.
Ia percaya bahwa banyak juga orang yang peduli, tapi belum tau harus mulai dari mana. Ke depan, Clara berharap akan ada lebih banyak orang yang tidak hanya berdonasi, tetapi juga ikut turun langsung ke lumpur pantai untuk merasakan pengalaman menanam pohon secara langsung, atau melakukan kegiatan serupa demi lingkungan, dan menginspirasi lebih banyak aksi baik.
——————————————————————————————————————————————–
Mari buat perubahan nyata dan abadikan momen spesialmu lewat program Kampanye Alam dari LindungiHutan. Mulai langkah kecilmu sekarang, dan biarkan hadiahmu terus bertumbuh menjaga bumi!
Rayakan Ulang Tahunmu Lebih Bermakna Lewat Tanam Pohon
