Connect with us

Kegiatan

From Indonesian Dears for Dimash’ Birthday Tanam Ribuan Pohon di Jawa Tengah

Logo LindungiHutan - Green - Square - 1280 x 1280 pixels - PNG

Published

on

Artikel penanaman pohon untuk ulang tahun Dimash ke-28.

LindungiHutan sebagai sebuah platform penggalangan dana online dan gerakan pelestarian hutan serta lingkungan hidup di Indonesia bersama Indonesian Dears untuk Dimash Birthday yang ke 28, baru saja selesai mengadakan aksi tanam pohon di Tambakrejo, Tanjung Mas, Semarang Utara, Kota Semarang pada Minggu, 15 Mei 2022 lalu.

Penanaman yang bertajuk ‘From Indonesian Dears for Dimash’ Birthday’, dilaksanakan di Tambakrejo, Tanjung Mas, Semarang Utara, Kota Semarang, merupakan hasil kerjasama antara LindungiHutan dan komunitas Indonesia Dears with Love. Proyek dibentuk sebagai perayaan peringatan hari kelahiran Dimash.

Peserta penanaman pada ulang tahun Dimash yang ke-28 dari Indonesian Dears.
Peserta penanaman mangrove pada kampanye alam “From Indonesian Dears for Dimash’ Birthday” di pesisir utara Kota Semarang, Jawa Tengah (Dok: Business Development/LindungiHutan).

Baca juga: Gemar Menginisiasi Kampanye Alam, Simak Cerita Inspiratif Farid Aulia Rahman

Selain itu juga kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya untuk mengajak anak-anak muda di Indonesia agar lebih peduli pada kelestarian lingkungan sekitar. Pada kegiatan penanaman kali ini LindungiHutan berhasil mengantarkan 10.40 bibit mangrove Rhizophora mucronata sukses tertanam. Dengan kondisi rata-rata bibit mangrove yang ditanam oleh LindungiHutan memiliki dimensi tinggi mencapai 70 cm dengan diameter 1,5 cm.

Aksi tanam pohon tersebut, dihadiri oleh beberapa orang peserta yang terdiri dari tim internal LindungiHutan bersama dengan beberapa diantaranya merupakan mitra petani LindungiHutan.

Ulang Tahun Dimash untuk Menghijaukan Semarang

Desa Tambakrejo berasal dari kata “Tambak” dan “Reja” yang berarti tempat dan makmur dalam bahasa Jawa. Saat itu, Tambakrejo berarti tempat yang membawa kemakmuran bagi penduduknya. Selama bertahun-tahun, nelayan menjadi mata pencaharian utama bagi penduduk Tambakrejo.

Adanya peningkatan kualitas hidup penduduk membawa hal menguntungkan, namun akan selalu ada dua sisi mata uang akibat dari eksploitasi tambak yang tak terkendali, yaitu kerusakan lingkungan. Di setiap tahunnya, garis pantai mengalami penurunan 10 cm akibat abrasi yang disebabkan oleh aktivitas tambak penduduk Tambakrejo.

Belum lagi banjir rob yang tidak hanya merusak lingkungan, namun juga ekonomi, kesehatan, dan kelangkaan sumber air bersih di Desa Tambakrejo. 

Baca juga: Sepotong Cerita Novia dan Elia Merayakan Momen Idolanya Bersama LindungHutan

Rayakan Momen Spesialmu dengan Cara yang Spesial Bersama LindungiHutan

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rawat Bumi LindungiHutan