Connect with us

Kegiatan

450 Pohon Choi Siwon untuk Indonesia

Logo LindungiHutan - Green - Square - 1280 x 1280 pixels - PNG

Published

on

Kegiatan penanaman mangrove untuk merayakan ulang tahun Choi Siwon.

Pada hari Sabtu tanggal 16 April 2022 lalu, LindungiHutan melakukan kegiatan penanaman bertajuk ‘450 Pohon Untuk Choi Siwon’ di pesisir Kampung Laut, Kampung Laut, kab. Cilacap, Jawa Tengah.

LindungiHutan sebagai sebuah platform penggalangan dana online dan gerakan pelestarian hutan serta lingkungan hidup di Indonesia bersama komunitas ELF (fans Super Junior) di Indonesia untuk Choi Siwon, baru saja selesai mengadakan aksi tanam pohon di pesisir Kampung Laut, Kampung Laut, kab. Cilacap, Jawa Tengah pada Sabtu, 16 April 2022 lalu.

Penanaman yang bertajuk ‘450 Pohon Untuk Choi Siwon, dilaksanakan di pesisir Kampung Laut, Kampung Laut, kab. Cilacap, merupakan hasil kerjasama antara LindungiHutan dan komunitas ELF Indonesia. Proyek dibentuk sebagai perayaan peringatan hari kelahiran Choi Siwon.

Proses penanaman pohon Choi Siwon di Jawa Tengah.
Mitra penggerak LindungiHutan di Cilacap sedang menanam mangrove untuk kampanye alam ‘450 Pohon Untuk Choi Siwon’ (Dok: Business Development/LindungiHutan).

Selain itu juga kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya untuk mengajak anak-anak muda di Indonesia agar lebih peduli pada kelestarian lingkungan sekitar. Pada kegiatan penanaman kali ini LindungiHutan berhasil mengantarkan 450 bibit mangrove Rhizophora mucronata sukses tertanam. Dengan kondisi rata-rata bibit mangrove yang ditanam oleh LindungiHutan memiliki dimensi tinggi mencapai 60 cm dengan diameter 2 cm.

Kegiatan tanam pohon tersebut, dihadiri oleh beberapa orang peserta yang terdiri dari tim internal LindungiHutan bersama dengan mitra petani LindungiHutan di Cilacap.

Fans Choi Siwon di Tanah Air Berupaya Mengatasi Abrasi di Pesisir Jawa

Menurut Undang-Undang No. 24 Tahun 2007 Abrasi merupakan suatu proses pengikisan pesisir pantai dengan di akibatkan oleh adanya gelombang dan juga arus laut merusak yang mana pemicunya berupa keseimbangan alam yang mulai terganggu.

Kepala Bidang Kelautan Pesisir dan Pulau – Pulau Kecil DKP Jateng, Lilik Harnadi mengatakan lahan seluas 8.023 hektar tenggelam akibat abrasi, wilayah yang terkena dampak abrasi terbesar di Jawa Tengah diantaranya Kabupaten Brebes seluas 2.300 hektar, Demak 2.200 hektar, dan Kota Semarang sekitar 1.900 hektar.

Sementara itu, Cilacap adalah sebuah kota yang terletak di Jawa Tengah, satu hal yang menarik dari Cilacap adalah kota tersebut memiliki dua sisi yang berbeda. Sisi utara Cilacap adalah lajur pegunungan tengah Jawa dengan kontur curamnya perbukitan, sementara sisi selatannya merupakan pesisir pantai. Dua sisi tersebut tentu saja memiliki ancaman satu sama lain, baik berupa longsor maupun abrasi.

Pengikisan daratan (abrasi) dan kerusakan hutan mangrove di pesisir Cilacap menjadi salah satu yang paling parah di Jawa Tengah, tepatnya di pantai Lengkong Cilacap Utara, di sini abrasi semakin mempersempit daratan pantai yang biasanya menjadi sandaran kapal nelayan, seperti yang kita ketahui bahwa abrasi bisa disebabkan oleh kerusakan hutan mangrove yang terjadi di daerah tersebut.

Kerusakan hutan mangrove di Cilacap begitu kompleks, di daerah Sagara Anakan, Kabupaten Cilacap misalnya, kerusakan hutan mangrove disini diakibatkan oleh perusakan habitat ikan laut. Perusakan tersebut didasari oleh pendangkalan Sungai Citanduy, bahkan sejak tahun 1980 pendangkalan ini sudah terjadi, yang mana sebanyak 4,5 juta ton sedimen dibawa oleh Sungai Citanduy setiap tahunnya.

Penebangan liar juga turut memperparah kondisi hutan mangrove yang ada di Cilacap, keragaman hayati yang ada di dalam hutan mangrove di Cilacap menjadi daya tarik bagi sebagian orang yang ingin mengeksploitasi pohon mangrove secara berlebih. Salah satu jenis mangrove yang sering menjadi buruan ialah Nyirih (Sxylocarpus granatum), pohon ini sering diburu lantaran kualitas kayunya yang sangat bagus, sehingga sering digunakan sebagai bahan pembuatan perahu.

Ancaman abrasi di pesisir pantai Cilacap tentu saja menjadi perhatian penting baik untuk pemerintah daerah maupun masyarakat sekitar. Salah satu solusi paling baik ialah konservasi mangrove.

Tumbuhan mangrove adalah benteng pertahanan pantai terdepan dari ancaman abrasi, lebih lanjut mangrove juga menjadi salah satu tumbuhan penyumbang oksigen terbanyak, selain itu tumbuhan mangrove merupakan sumber nutrien bagi ekosistem yang ada disekitarnya.

Komoditas mangrove juga memiliki nilai jual yang cukup tinggi, selain dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat pesisir untuk menjadi petani bakau, pohon mangrove juga memiliki potensi blue carbon yang ternyata dapat menghasilkan nilai jual yang tinggi. Hal tersebut seperti diamini oleh Daniel Murdiyasro selaku dosen Ilmu Atmosfer Institut Pertanian Bogor (IPB) saat acara Blue Carbon Summit 2018 di Jakarta.

“Potensi ekonomi dari mangrove sangatlah besar. Ada potensi blue carbon yang bisa dihasilkan nilai ekonomi hingga USD10 miliar. Itu jumlah yang sangat besar,” ujar beliau.

Hingga saat ini jumlah keseluruhan hutan mangrove di seluruh dunia tercatat mencapai luas sekitar 16.530.000 ha yang tersebar di seluruh benua, sedangkan di Indonesia sendiri menjadi salah satu negara dengan kepemilikan lahan hutan mangrove terluas di dunia, dengan luas 3.735.250 ha, bahkan lebih luas dari luas tanah hutan mangrove di benua afrika dengan luas 3.258.000 ha (jurnal untan 2020).

Data yang dikeluarkan FAO pada tahun 2005 sangat memprihatinkan, mereka mengatakan bahwa luas hutan mangrove di Indonesia memang menjadi salah satu yang paling besar, dengan capaian angka 3.062.300 hektar atau hanya 19% dari luas mangrove di seluruh dunia. Akan tetapi luas hutan mangrove di Indonesia semakin berkurang dari tahun ke tahun, pada rentang waktu 1980 sampai 2005 saja sudah 120.000 hektar luas hutan mangrove yang hilang yang disebabkan perubahan penggunaan lahan, baik menjadi pertanian maupun lahan industri.

Daruratnya abrasi serta pentingnya pohon mangrove seharusnya menjadi perhatian penting untuk kita semua, agar terciptanya keseimbangan alam, pelestarian mangrove menjadi pilihan yang paling baik.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Survey LindungiHutan