Connect with us

Emisi Karbon

GHG Protocol: Definisi, Manfaat, Scopes dan Implementasinya

Logo LindungiHutan

Published

on

GHG Protocol adalah

Perubahan Iklim menjadi tantangan global yang serius. Sektor industri sebagai salah satu penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar, memiliki peran penting dalam mengatasi masalah ini. GHG protocol menawarkan sebuah pendekatan sistematis bagi perusahaan untuk mengukur dan mengurangi jejak karbon mereka. 

Simak lebih lanjut tentang GHG protocol dan bagaimana protokol ini dapat memberikan manfaat bagi perusahaan!

Apa Itu GHG Protocol?

Pada Perjanjian Paris, semua negara dan perusahaan diwajibkan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Negara-negara dan perusahaan ini diharuskan melacak, mengungkapkan, dan mengurangi emisi dengan mengikuti kriteria atau standar yang ditetapkan.

Greenhouse Gas atau GHG protocol adalah standar yang diakui global untuk mengukur dan mengelola emisi gas rumah kaca.

Menanggapi permintaan kerangka kerja yang konsisten untuk pelaporan gas rumah kaca, WRI dan WBCSD pada tahun 1990 mengembangkan GHG protocol. Sebagai standar global, GHG protocol menyediakan metode yang terstandarisasi untuk menghitung dan melaporkan emisi perusahaan, termasuk pengklasifikasian emisi ke dalam tiga scope.

Baca juga: Ekosistem Karbon Biru, Potensi, Simpanan Karbon, dan Tantangan 2024

Manfaat GHG Protocol bagi Perusahaan Keuangan

Berikut ini berbagai manfaat baik itu menyangkut reputasi perusahaan hingga terkait penghematan biaya.

1. Peningkatan Reputasi Perusahaan

Konsistensi dalam pelaporan emisi gas rumah kaca yang dibersamai dengan upaya untuk menguranginya, dapat membangun reputasi positif di antara stakeholder perusahaan. Publik akan menilai bahwa perusahaan memiliki concern terhadap isu lingkungan dan berkelanjutan. Bukan hanya concern tetapi juga implementasi dalam proses bisnisnya.

2. Peluang Investasi

Perusahaan yang berkomitmen pada keberlanjutan dan mampu membuktikannya melalui laporan emisi, dapat meningkatkan ketahanan dan profitabilitas perusahaan. Hal ini menjadi kelebihan di mata investor dan lembaga keuangan.

3. Penghematan Biaya

Dengan mengoptimalkan proses produksi dan menggunakan teknologi hemat energi, serta mengadopsi sumber energi terbarukan, perusahaan dapat mengurangi biaya operasional dan meningkatkan daya saing.

GHG Protocol Scopes

Untuk  menghitung emisi, GHG protocol fokus pada enam gas rumah kaca yang paling berkontribusi terhadap pemanasan global. Emisi ini kemudian dikelompokkan dalam tiga kategori berdasarkan sumbernya:

Scope 1

Emisi langsung dari aktivitas perusahaan, seperti proses manufaktur di lokasi dan penggunaan pembangkit listrik berbahan bakar fosil.

Scope 2

Emisi tidak langsung dari listrik atau energi panas yang dibeli perusahaan dari pihak lain.

Scope 3

Emisi tidak langsung yang terjadi dalam rantai nilai perusahaan. Emisi ini dibagi dalam 15 kategori, termasuk emisi dari pemasok, pelanggan, dan transportasi barang.

Gambar kalkulator jejak karbon.

Sudahkah Menghitung Jejak Karbon Hari Ini?

Melalui kalkulator karbon Imbangi, Anda bisa menghitung besar emisi karbon dari penggunaan kendaraan, listrik, dan peralatan elektronik lainnya.

Coba Imbangi GRATIS di Sini!

Baca juga: Carbon Footprint Scopes 1, 2, dan 3, Contoh serta Cara Menghitungnya

Implementasi GHG Protocol di Perusahaan Keuangan

GHG protocol dibagi menjadi sejumlah standar yang berbeda, salah satunya standar perusahaan. Standar perusahaan dirancang untuk memberikan panduan bagi bisnis dalam memperkirakan dampak iklim serta potensi risiko dan peluang dalam operasi mereka.

Berikut ini langkah yang bisa ditempuh perusahaan dalam mengimplementasikan GHG protocol.

1. Definisikan Batasan dan Ruang Lingkup Perusahaan

Langkah ini adalah langkah awal yang melibatkan penentuan sejauh mana operasi perusahaan, anak perusahaan, dan usaha patungan yang akan dimasukkan dalam pelaporan.

2. Pengumpulan Data

Pengumpulan data yang akurat dilakukan dengan:

  • Mengidentifikasi sumber emisi dalam setiap lingkungan
  • Pertimbangan jenis energi yang digunakan, konsumsi bahan bakar, dan aktivitas bisnis
  • Melibatkan departemen pengadaan, operasi, dan keuangan

3. Perhitungan Emisi

Penghitungan emisi dilakukan dengan menggunakan faktor emisi yang disediakan dalam GHG protocol. Faktor-faktor tersebut bersifat khusus untuk setiap wilayah yang digunakan untuk mengubah data konsumsi energi menjadi emisi gas rumah kaca yang setara.

4. Menetapkan Target dan Tujuan

Target dan tujuan ini dapat didasarkan pada beberapa faktor, seperti mengurangi emisi absolut, meningkatkan efisiensi energi, atau mempromosikan penggunaan energi terbarukan. 

5. Verifikasi dan Jaminan

Verifikasi independen atas data yang dilaporkan mampu menambah kredibilitas dan menunjukkan komitmen perusahaan terhadap pelaporan yang transparan dan akurat.

6. Pelaporan dan Komunikasi

Dalam pelaporan, transparansi menjadi hal yang penting dan diharapkan oleh konsumen, investor dan masyarakat. 

Baca juga: Tutorial Carbon Offsetting Menggunakan Kalkulator Jejak Karbon Imbangi

LindungiHutan Menanam Lebih dari 800 RIBU Pohon di 40+ Lokasi Penanaman Bersama 500+ Brand dan Perusahaan

Apa yang Kami Lakukan?
Hubungi Kami!
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *