Hutanpedia
Lebih Dekat dengan Pohon Tengkawang: Keanekaragaman dan Manfaatnya
Pulau Kalimantan dikenal sebagai rumah bagi beragam flora dan fauna, salah satunya adalah pohon tengkawang. Pernahkah Anda mendengar tentang pohon tengkawang? Pohon yang memiliki peran penting dalam ekosistem hutan hujan tropis Kalimantan ini banyak memberikan manfaat bagi masyarakat lokal.
Dengan kandungan minyak nabati yang tinggi, tengkawang memiliki nilai ekonomis yang signifikan dan potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut.
Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai karakteristik dan manfaat pohon tengkawang. Yuk kita ulas lebih lanjut!
Daftar Isi
Ciri-Ciri Pohon Tengkawang
Tengkawang adalah tumbuhan yang tergolong dalam jenis meranti-merantian (Shorea) bagian dari famili Dipterocarpaceae dengan buahnya yang besar. Jenis famili ini sangat beragam di pulau Kalimantan dan Sumatera, dengan lebih dari 267 spesies. Pohon-pohon dalam famili ini sebagian besar tumbuh dan dominan di hutan hujan tropis, baik di dataran rendah maupun di ketinggian 1.750 dpl.

Ciri-ciri umum marga Shorea (Maharani, Rizki. et, al. (2013)) :
- Kulit kelabu hingga kehitaman, licin, beralur, bersisik, hingga mengelupas
- Damar berwarna putih bening, kuning hingga coklat dan hitam mengkilap
- Daun penumpu kecil hingga besar, lekas luruh hingga persisten
- Daun mempunyai domatia atau tidak
- Buah dengan 3 sayap panjang dan 2 sayap pendek, atau tidak bersayap
Baca juga: Simak Hasil Publikasi Ilmiah LindungiHutan di Widyantara
Jenis-Jenis Pohon Tengkawang
Genus Shorea adalah kelompok tumbuhan terbesar dalam keluarga Dipterocarpaceae. Karena begitu banyak jenisnya, para ahli membagi genus Shorea menjadi 11 kelompok besar. Kelompok-kelompok ini diberi nama seperti Doona, Pentacme, Anthoshorea, Neohopea, Shorea, Brachypterae, Mutica, Ovalis, Pachycarpae, Rubella, dan Richetioides (Maharani, Rizki. et, al. (2013)).
Dari 17 jenis pohon tengkawang yang telah teridentifikasi, 15 di antaranya tumbuh di Indonesia, dengan distribusi 4 jenis di Sumatera dan 12 jenis di Kalimantan.
Berdasarkan karakteristik morfologi dan genetiknya, jenis-jenis tengkawang dikelompokkan ke dalam empat section, yaitu Brachypterae, Mutica, Pachycarpae, dan Shorea. Brachypterae, Mutica, dan Pachycarpae umumnya menghasilkan kayu ringan jenis meranti merah, sedangkan Shorea menghasilkan kayu berat jenis meranti balau. Section Pachycarpae menarik perhatian karena merupakan kelompok endemik Kalimantan. (Maharani, Rizki. et, al. (2013)).
Berikut ini jenis-jenis pohon tengkawang berdasarkan section-nya:
| Brachypterae | Mutica | Pachycarpae | Shorea |
| S. palembanica S. scaberrima | S. macrantha S. singkawang S. hemsleyana | S. amplexicaulis S. macrophylla S. mecistopteryx S. pilosa S. pinanga S. splendida S. stenoptera S. beccariana S. praestans S. rotundifolia | S. seminis S. sumatrana |
Manfaat Pohon Tengkawang
Hampir semua bagian dari pohon tengkawang memiliki manfaat. Kayunya yang bernilai ekonomis tinggi banyak digunakan dalam industri kayu lapis, menjadikannya komoditas yang sangat dicari di Kalimantan.
Getahnya memiliki kegunaan tradisional sebagai bahan bakar dan perekat. Daunnya yang segar digunakan dalam berbagai keperluan sehari-hari, mulai dari membungkus makanan hingga sebagai bahan pewarna alami.
Sementara itu, biji tengkawang yang kaya akan minyak, diolah secara tradisional untuk berbagai keperluan, termasuk memasak, penerangan, dan pengobatan.
Baca juga: Kolaborasi Penghijauan 3 Komunitas Peduli Lingkungan Bersama LindungiHutan
