Connect with us

Hutanpedia

Avicennia marina (Api-api Putih): Ciri-ciri, Manfaat dan Persebarannya

Logo LindungiHutan - Green - Square - 1280 x 1280 pixels - PNG

Published

on

Artikel yang membahas Avicennia marina (api-api putih) secara lengkap.

Wilayah pesisir menjadi pilihan menarik bagi banyak orang karena cocok untuk menjalankan berbagai pilihan aktivitas mulai dari keperluan pendidikan, rekreasi, dan masih banyak hal lainnya.

Kumpulan pohon bakau dan hutan mangrove pada pesisir pantai menjadi objek yang sering didatangi oleh para pengunjung. Bukan hanya hati dan pandangan pengunjung yang tertarik pada mangrove, komunitas pohon tersebut juga menjadi habitat tempat tinggal yang tepat bagi flora di sekitar pantai dan hewan-hewan yang tinggal di hutan mangrove.

Avicennia marina adalah jenis mangrove yang dapat tinggal pada lingkungan dengan minim cahaya dan suhu. Kemampuan itu didorong dengan bentuk adaptasi tumbuhan mangrove secara fisiologi, morfologi serta anatomi. Dan umumnya masyarakat Indonesia lebih mengenal tanaman ini dengan sebutan api-api putih.

Tanaman mangrove avicennia mampu hidup di daerah dengan salinitas garam tinggi.
Tanaman mangrove jenis Avicennia mampu hidup di daerah payau yang mempunyai tingkat salinitas garam tinggi.

Klasifikasi Api-api Putih

KingdomPlantae
DivisiMagnoliophyta
KelasMagnoliopsida
Sub KelasAsteridae
OrdoLamiales
FamiliVerbenaceae
GenusAvicennia
SpesiesAvicennia marina
Tabel klasifikasi Avicennia Marina (Forsk.) Vierh. (Mangrove api-api putih).

Baca juga: Kisah Perjuangan Pak Ujang dan Rekan Menjaga Kelestarian Hutan Jakarta

Ciri-ciri Avicennia Marina (Api-api Putih)

Terdapat ciri-ciri pada tanaman ini, yang menjadi bagian dalam adaptasinya terhadap keadaan lingkungan bergaram serta berlumpur.

Ciri-ciri tanaman mangrove api-api putih diantaranya yaitu:

  1. Bentuk akar serupa seperti paku panjang dengan bentuk rapat yang naik ke atas permukaan lumpur dengan pangkal batang yang berada di kelilingnya.
  2. Memiliki daun berwarna putih dan memiliki kelenjar garam di bagian bawah permukaan daun. Bagian atas daun berwarna hijau mengkilat.
  3. Bentuk buah bulir layaknya buah mangga, dengan bagian ujung pada buah panjang serta tumpul dengan ukuran sekitar 1 cm.
  4. Memiliki reproduksi yang bersifat ktyptovivipary, yang berarti saat tanaman induk menggantung, biji tanaman tumbuh keluar dari kulit bijinya. Namun, tidak menembus buah sebelum biji jatuh menuju lumpur atau tanah.
  5. Memiliki bentuk berkecambah pada biji mangrove api-api saat buah masih berada di ranting. Sehingga biji langsung dapat tumbuh saat jatuh di tanah atau lumpur
  6. Ketika pohon avicennia marina telah rusak dan bahkan tumbang, tunas baru akan tumbuh kembali.
Ciri-ciri Avicennia marina (api-api putih) yaitu memiliki akar napas yang runcing seperti paku atau pensil.
Akar napas berbentuk seperti paku atau pensil pada mangrove Avicennia dapat membantu mengurangi abrasi di daerah pesisir.

Habitat dan Persebaran Avicennia Marina

Sebagai salah satu spesies dari hutan mangrove, pohon ini memiliki habitat di sekitar laut atau pun pesisir pantai. Selain itu, api-api putih dapat ditemukan juga pada rawa dengan air tawar, pesisir pantai yang berlumpur atau daerah mangrove serta pada daerah dengan kandungan garam tinggi.

Berdasarkan penelitian diperkirakan terdapat delapan jenis spesies yang tersebar pada sekitar kawasan perairan daerah tropis. Terdapat lima jenis mangrove di Indonesia,  yaitu

  1. Avicennia alba,
  2. Avicennia eucalyptifolia,
  3. Avicennia ianata,
  4. Avicennia marina, dan
  5. Avicennia officinalis.

Namun spesies yang sering dijumpai di Indonesia adalah jenis Avicennia marina.

Mangrove ini dibedakan dari Bruguiera yang merupakan tanaman pesisir melalui bentuk bunga, buah, dan daunnya. A. Marina  biasanya dijumpai hidup bersamaan dengan jenis api-api hitam.

Sejumlah tempat di Indonesia mengenal nama api-api dengan sebutan kayu kendeka, kayu ting di Manado, Kibalanak (Sunda), Bogem (Jawa Timur). Peape (Madura), dan masih banyak nama lainnya.

Baca juga: Apa itu Pohon Bakau? Kenali Ciri-ciri, Jenis dan Manfaatnya

Manfaat Avicennia marina (Api-api Putih)

Mangrove memiliki beragam manfaat, mulai dari segi ekologi yang dapat mengurangi kemungkinan abrasi pada pesisir, mengurangi arah angin dari laut hingga menjadi penghalang utama saat terjadi tsunami.

Dari sektor ekonomi, pada tanaman ini batang merupakan bagian yang sering digunakan, seperti untuk bahan bangunan dan pembuatan arang. Beragam manfaat ekonomi tersebut dapat digunakan secara bijak oleh manusia.

1. Alternatif Bahan Pangan

Buah api-api putih terdapat kandungan protein dengan jumlah 10,8 % dan kandungan karbohidrat 21,4 %. Kandungan protein yang ada dapat dimanfaatkan untuk energi pada tubuh. Selain itu, terdapat kandungan lain vitamin B dan C yang diperlukan tubuh.

Bahkan, buahnya bisa diolah menjadi bahan pangan juga, biasanya masyarakat Indonesia mengolahnya menjadi  keripik, kue, dodol, tepung dan olahan lainnya.

Melalui olahan tersebut, mampu bernilai ekonomis sehingga penghasilan warga pesisir dapat meningkat.

2. Pakan Ternak

Bagian yang digunakan untuk pakan ternak pada tanaman mangrove Avicennia marina yaitu daunnya. Daun dimanfaatkan untuk makanan bagi unta di sekitar wilayah Australia, India serta Laut Merah.

Di Indonesia sendiri, daun tanaman api-api putih memiliki manfaat untuk makanan kambing. Dengan kandungan mineral, serat, dan karbohidrat yang tinggi sehingga tepat untuk pakan ternak.

3. Bahan Pengawet Makanan

Bioformalin yang didapat melalui proses penyulingan daun. Lalu, hasilnya dapat dimanfaatkan untuk pengawet makanan secara alami.

4. Obat Tradisional dan Jamu

Kandungan bioaktif dalam bentuk alkaloid, terpenoid, flavonoid  serta mengandung sifat antibakteri di bakteri Staphylococcus Aureus.

Daun api-api putih dimanfaatkan oleh masyarakat pantai untuk mengatasi luka akibat kulit yang terbakar, rematik, cacar, bahkan bisul dan obat antifertilitas tradisional.

5. Kayu Bakar

Sebagian masyarakat masih menggunakan kayu bakar untuk mengolah makanan setiap harinya. Kayu dari tanaman ini juga dimanfaatkan untuk bahan bakar.

Selain itu dapat dimanfaatkan sebagai rusuk dan tiang layar perahu dan bahan kertas dengan kualitas tinggi.

6. Menyerap Racun di Hutan Mangrove

Menurut penelitian yang dilakukan oleh banyak pihak, hasilnya menunjukan bahwa pohon Avicennia marina dapat berpengaruh dalam mengatasi materi toksik lainnya.

7. Tanaman Reklamasi dan Reboisasi Pesisir Pantai

Tanaman yang tumbuh di sekitar kawasan yang dekat dengan pantai, mampu tumbuh pada lingkungan berpasir, berlumpur dan berbatu. Memiliki adaptasi yang tinggi di salinitas air laut, mulai dari yang rendah hingga 30 %.

Melihat begitu banyaknya potensi dan manfaat yang dimiliki oleh mangrove api-api putih, membuat masyarakat memanfaatkannya secara besar-besaran dan berakibat buruk bagi ekosistem yang berkaitan erat dengan tanaman ini.

Dampak Kerusakan Hutan Mangrove

Peningkatan pembangunan dan perluasan pemukiman ke daerah pesisir dan semenanjung pantai membuat keberadaan hutan mangrove mulai berkurang. Berikut ini beberapa dampak negatif dari kerusakan hutan mangrove yang terjadi yaitu:

  1. Terjadinya intrusi pada air laut, sehingga memungkinkan air laut masuk menuju daratan serta berdampak pada air tawar sumur atau air sungai yang mutunya akan menurut serta menjadi asin. Apabila hal tersebut terus terjadi dapat memberikan dampak buruk, karena jika air tawar menjadi tercemar oleh air laut akan mengakibatkan keracunan jika di konsumsi. Seperti yang pernah terjadi di beberapa wilayah kota Bengkulu.
  2. Tingkat keanekaragaman hayati yang menurun pada daerah pesisir
  3. Abrasi pantai yang semakin meningkat dan menggerus daratan.
  4. Penurunan pada sumber makanan, tempat bertelur dan berkembang biak biota laut dan hewan-hewan yang hidup di hutan mangrove. Pada akhirnya, kondisi ini dapat mengakibatkan turunnya hasil tangkapan ikan oleh nelayan.

Untuk mengatasi hal tersebut maka diperlukan kesadaran dan usaha yang berkesinambungan agar ekosistem di pesisir pantai ini tetap baik.

Baca juga: 9 Dampak Kerusakan Hutan bagi Kehidupan Manusia dan Alam

Upaya Pelestarian Avicennia Marina

Rehabilitasi dan restorasi menjadi salah satu pilihan yang tepat untuk melestarikan Avicennia marina (api-api putih). Manfaat melakukan restorasi yaitu kembalinya fungsi hutan sebagaimana kondisi sebelumnya sehingga mampu melindungi dan menjaga ekosistem alam yang berkelanjutan, misalnya sebagai tempat hidup hewan dan tanaman, menghasilkan oksigen dan sebagainya.

Pada dasarnya habitat hutan mangrove dapat melakukan perbaikan kondisi nya untuk kembali dengan alami dalam rentang waktu 15-20 tahun, dengan catatan bila beberapa hal mendasar terpenuhi yaitu kondisi normal hidrologi baik dan tidak terganggu, biji yang tersedia, bibit dan jarak yang tidak terhalangi.

FAQ

Di Mana Habitat Api-api Putih (Avicennia marina)?

Sebagai salah satu spesies dari hutan mangrove, pohon ini memiliki habitat di sekitar laut dan daerah pesisir pantai. Selain itu, mangrove api-api dapat ditemukan juga pada rawa dengan air tawar.

Apa Saja Manfaat Api-api Putih?

Avicennia marina sering digunakan dan dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar hutan untuk 1) Dimakan buahnya, 2) Daunnya dijadikan pakan ternak, 3) Kayunya dimanfaatkan untuk kayu bakar dan bahan baku rumah tradisional serta beragam manfaat lain yang telah kita bahas di artikel ini.

Penulis: Tasqiya Ratnasari

Editor: Rionaldo Andira Lesmono

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Survey LindungiHutan