Connect with us

Hutanpedia

Cemara Gunung: Taksonomi, Ciri-Ciri, Habitat, Manfaatnya

Logo LindungiHutan - Green - Square - 1280 x 1280 pixels - PNG

Published

on

Artikel lengkap membahas cemara gunung.

Cemara gunung (Casuarina junghuniana) merupakan jenis cemara yang berasal dari daerah pegunungan di bagian timur Indonesia. Tanaman ini tersebar di Jawa, Bali, Lombok, Sumbawa, Flores, Sumba, Timor, dan di beberapa  kelompok pulau di sekitar Sunda. Cemara gunung memiliki pertumbuhan yang cepat dan memiliki kemampuan yang baik untuk memperbaiki kandungan nitrogen.

Pohon cemara gunung juga menjadi salah satu spesies yang kayunya dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar kayu bakar, tiang, dan membantu memperbaiki konservasi tanah.

Untuk kawasan konservasi yang ditanami cemara gunung adalah kawasan dengan kondisi hutan gundul seperti lereng-lereng berbatu dan padang rumput, atau daerah rawan gempa.

Cemara gunung dapat beradaptasi dengan baik untuk tumbuh di tanah alkaline di Timor. Pohon ini dianggap sebagai salah satu spesies yang tahan kekeringan dan khususnya baik sebagai perintis di tanah yang rawan bencana longsor.

Hutan dataran tinggi yang ditumbuhi ratusan cemara gunung.
Populasi cemara gunung mendominasi hutan homogen dataran tinggi.

Kayu cemara gunung juga sangat cocok untuk dijadikan sebagai bahan baku pembuatan bubur kertas dan kertas, selain digunakan sebagai bahan bakar kayu dan bahan baku untuk produksi arang.

Baca juga: Ciri-ciri Pohon Cemara, Manfaat dan 16 Jenisnya

Taksonomi Cemara Gunung (Casuarina junghuniana)

Klasifikasi pohon cemara gunung sebagai berikut:

KingdomPlantae
SubkingdomTracheobionta
SuperdivisiSpermatophyta
DivisiMagnoliophyta
KelasMagnoliopsida
SubkelasHamamelidae
OrdoCasuarinales
FamiliCasuarinaceae
GenusCasuarina
SpesiesCasuarina junghuniana
Tabel taksonomi pohon cemara burung (Casuarina junghuniana).

Ciri-ciri Cemara Gunung

Casuarina junghuniana (cemara gunung) termasuk ke dalam suku Casuarinaceae. Spesies dari suku Casuarinaceae ini memiliki habitus pohon dengan tingginya dapat mencapai ukuran 15-25 meter. Diameter batang pohonnya mencapai 30-50 cm.

Daunnya berbentuk jarum dengan duduk daun berhadapan atau berseling dengan braktea yang bersatu. Terdapat daun pelindung buah dengan bentuk segitiga terbalik dengan lebar 0,5 mm.

Bunga cemara gunung termasuk ke dalam bunga majemuk. Dalam satu karangan bunga terdiri dari 7-8 bunga. Sedangkan untuk buahnya termasuk ke dalam buah kering dengan ukuran 5-6 mm x 2-3 mm dengan ujung segitiga lancip.

Cemara tergolong ke dalam tanaman berbiji terbuka (gymnospermae), sehingga memiliki strobilus. Strobilus jantan dan betina berada dalam satu pohon.

Strobilus jantan memiliki bentuk menyerupai kerucut, sedangkan strobilus betina memiliki bentuk bulat. Untuk letaknya, strobilus-strobilus tersebut terletak axillaris atau ada pada ketiak-ketiak daun.

Casuarina junghuhniana biasa tumbuh di daerah lereng gunung berapi dengan ketinggian 1.500 m sampai 3.100 m, tetapi juga bisa tumbuh dengan ketinggian di bawah 100 m.

Pohon cemara gunung juga dapat tumbuh pada berbagai macam tanah dari gunung berapi, pasir, hingga tanah liat padat termasuk tanah yang sangat asam dengan pH 2.8. Untuk subspesies timorensis biasanya dapat ditemukan pada ketinggian yang lebih rendah.

Curah hujan di habitat alaminya bersifat monsoonal, yaitu dalam kisaran 700-1.500 mm dengan musim panas yang jelas.

Ketika pohon cemara gunung mencapai beberapa meter tingginya, pohon itu masih dapat bertunas setelah rusak oleh api. Pohon ini tampaknya juga dapat beradaptasi dengan baik untuk tumbuh di tanah alkaline di Timor. Tahan terhadap suhu sedang hingga sangat kering.

Di Timor, pohon Casuarina junghuhniana umumnya tumbuh pada tanah yang berasal dari limestone.

Baca juga: Pohon Bayur (Pterospermum javanicum): Klasifikasi, Ciri-ciri, Habitat dan Manfaatnya

Habitat dan Persebaran Cemara Gunung

Casuarina junghuhniana dilaporkan sebagai spesies pohon endemik dari Indonesia. Salah satu habitat utama pohon ini adalah di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Kawasan TNBTS secara geografis memiliki banyak peran penting, termasuk menjadi kawasan konservasi alam dan pariwisata.

Sumber lain menyatakan bahwa persebaran alami Casuarina junghuhniana berkisar di bagian timur kepulauan Indonesia. Tepatnya di Jawa, Bali, Lombok, Sumbawa, Flores, Alor, Sumba, Kepulauan Wetar, dan Timor.

Pohon cemara gunung tumbuh di berbagai habitat seperti tanah berbatu yang keras, lereng-lereng curam saluran air, sisi lembah dan gunung, serta di lembah kawah.

Spesies Casuarina junghuhniana adalah spesies utama di lereng gunung berapi dengan ketinggian 1500-3100 m. Tetapi, cemara gunung juga dapat hidup pada ketinggian yang lebih rendah di Wetar dan Timor dari ketinggian dekat laut hingga 800 m.

Manfaat Pohon Cemara Gunung

Casuarina junghuhniana mempunyai beragam manfaat bagi lingkungan, masyarakat dan ekonomi. Beberapa manfaat cemara gunung kita ulas pada pembahasan kali ini.

A. Manfaat Ekologi

Casuarina junghuhniana (cemara gunung) memiliki banyak fungsi lingkungan. Misalnya, pohon cemara gunung dapat hidup pada berbagai ketinggian dan pada berbagai kondisi tanah. Padahal tanaman lain biasanya sulit untuk tumbuh pada kondisi tanah tertentu.

Dengan kata lain, Casuarina junghuhniana memiliki fungsi ekologi sebagai spesies pelopor. Akan tetapi, sangat sedikit publikasi tentang pohon itu dan masih sedikit informasi yang diketahui tentang penyebarannya atau faktor-faktor apa saja yang berkontribusi terhadap pertumbuhannya.

Di Indonesia, Casuarina junghuhniana ditanam untuk meningkatkan kesuburan tanah, merehabilitasi tanah yang terdegradasi dan tanaman pemecah angin seperti saudaranya yaitu pohon cemara laut (Casuarina equisetifolia).

Pohon cemara gunung juga telah diusahakan untuk reboisasi dan program rehabilitasi di pulau Jawa sejak tahun 1900-an.

Cemara gunung merupakan tanaman pionir pada kondisi tanah yang mudah longsor dan pada kondisi tanah dengan asam sulfat yang rendah seperti di Asia Tenggara dan Australia, dimana tanaman tersebut mampu tumbuh dengan baik.

Casuarina junghuhniana telah berhasil diperkenalkan di beberapa negara di Afrika Timur termasuk Kenya, Uganda, dan Tanzania dan berhasil ditanam sebagai pohon agroforestri. Beberapa petani yang menanam Casuarina junghuhniana di sekeliling ladang untuk dijadikan kayu bakar dan sebagai pagar hidup. 

B. Manfaat Ekonomi

Informasi pemanfaatan kayu cemara gunung masih terbatas. Selama ini pemanfaatan kayunya pada umumnya hanya untuk kayu bakar dan arang.

Nilai energi arang kayunya adalah 34.500 kJ/kg yang termasuk tertinggi untuk spesies kayu bakar.

Sedangkan menurut berat jenisnya, kayu cemara gunung dikategorikan dalam kelas awet II dan kelas kuat I yang berarti mampu bertahan lebih dari 15 tahun dan mampu menahan lentur di atas 1100 kg/cm2 dan dapat mengantisipasi kuat desak di atas 650 kg/cm2.

Di Thailand sekitar tahun 1900, Casuarina junghuhniana telah menjadi tanaman komersial perkebunan untuk produksi tiang tumpukan untuk industri konstruksi.

Selain itu, kayunya juga digunakan sebagai perangkap ikan. Kayu Casuarina junghuhniana juga dapat digunakan untuk membuat hardboard dalam campuran dengan Dipterocarpus sp.

Baca juga: Apa itu Agroforestri? Pengertian, 6 Tipe dan Manfaatnya

FAQ

Apa itu Cemara Gunung?

Casuarina junghuhniana merupakan spesies cemara yang berasal dari daerah pegunungan di bagian timur Indonesia. Pohon cemara ini tersebar di Jawa, Bali, Lombok, Sumbawa, Flores, Sumba, Timor beberapa kelompok pulau di sekitar paparan Sunda. Cemara gunung memiliki pertumbuhan yang cepat dan memiliki kemampuan yang baik untuk memperbaiki kandungan nitrogen.

Apa Saja Manfaat Cemara Gunung?

Casuarina junghuhniana ditanam untuk meningkatkan kesuburan tanah, merehabilitasi tanah yang terdegradasi, dan sebagai pemecah angin. Berbagai manfaat ekologi dan ekonomi telah kita ulas di artikel ini.

Penulis: Septi Purwaningsih

Editor: Tasqiya Ratnasari

Rawat Bumi LindungiHutan