Connect with us

Emisi Karbon

Mending Belanja Online atau Belanja Langsung? Besar Mana Emisinya?

Published

on

Emisi karbon belanja online.

Apakah kamu salah satu orang yang sering melakukan belanja online? Atau kamu tipikal yang lebih senang berbelanja langsung ke pasar, toko, outlet, maupun tempat lainnya? Kira-kira jika dibandingkan lebih besar mana ya emisi yang dihasilkan dari berbelanja online atau secara langsung? Simak artikel berikut untuk tahu jawabannya!

Berapa Besar Emisi Karbon yang Dihasilkan dari Belanja Online?

Apakah benar berbelanja online lebih ramah lingkungan? Bersih dari emisi karbon? Sayangnya tidak juga. Faktanya, belanja online tetap saja menghasilkan emisi dan limbah/sampah yang dapat mencemari lingkungan.

Kita mulai dari emisi! Memang betul, belanja online membuat seseorang tidak perlu keluar rumah untuk berbelanja menggunakan mobil/motor yang mana menghasilkan emisi. Namun tetap saja, berbelanja online juga melakukan pengiriman barang yang mana dikirim menggunakan truk dan jenis kendaraan lainnya. Jadi, tetap saja sama-sama menghasilkan emisi.

Belum lagi kalau kamu meminta penukaran barang, sehingga barang yang dipesan dikirim kembali ke penjual untuk ditukar dengan barang baru. Kondisi tersebut biasa terjadi ketika berbelanja pakaian. Karena menurut hasil studi di Jerman, sebanyak satu dari tiga pembelian online dikembalikan.

Emisi karbon belanja online.
Kamu sudah tahu fakta belanja online di atas?

Baca juga: 5 Dampak Emisi yang Berbahaya bagi Kita

Nah, jika pengembalian barang dilakukan maka emisi yang dihasilkan kendaraan pengantar jadi double (dua kali jalan), yang artinya juga jejak karbon dihasilkan lebih besar.

Sebagai contoh, kamu membeli barang secara online dari Jakarta untuk dikirim ke Jogja. Jarak tempuh antara Jakarta dengan Jogja 562,3 km. Jika dihitung menggunakan kalkulator karbon Imbangi, total emisi yang dihasilkan sebesar 13,46 kg CO2eq per harinya atau sekali jalan.

Namun, pengiriman barang tersebut pastinya dilakukan secara bersamaan. Misalkan satu minibus paket tersebut mengangkut 50 barang. Artinya, ada 0,269 kg CO2eq untuk per paket yang dikirim dari Jakarta ke Jogja.

Jadi, ‘mungkin saja’ pembelian secara online lebih rendah emisi dibandingkan belanja sendiri menggunakan kendaraan pribadi.

Emisi karbon
Hasil perhitungan emisi menggunakan kalkulator jejak karbon Imbangi.

Namun, selain dari segi emisi, kemasan barang juga punya andil terhadap emisi dan kelestarian lingkungan. Sebagaimana kita ketahui, penggunaan plastik dapat menjadi sumber utama sampah yang mencemari ekosistem. Sementara penggunaan kertas bukan daur ulang, juga bukanlah hal yang bijak dilakukan. Ada 3 miliar pohon dihancurkan setiap tahun untuk menghasilkan 241 juta ton karton pengiriman, dikutip dari laman earth.org.

Masih dari sumber yang sama, di Tiongkok kurir menangani 83 miliar paket ekspres pada tahun 2020 saja. Jumlah tersebut menyumbang 1,8 juta ton sampah plastik dan hampir 10 juta ton sampah kertas. Di Hongkong, 780 juta keping limbah kemasan dari belanja online dihasilkan selama tahun 2020.

Bagaimana dengan Jumlah Emisi Berbelanja Secara Langsung?

Apakah berbelanja online seburuk itu untuk lingkungan? Kita bandingkan dulu dengan belanja langsung. Berbelanja langsung artinya kamu harus mendatangi toko ataupun tempat untuk membeli barang yang dibutuhkan. Untuk itu, kamu memerlukan kendaraan. Seperti kita ketahui, kendaraan menghasilkan emisi.

Anggap saja, kamu berbelanja di pasar untuk kebutuhan sehari-hari. Pasar tersebut jaraknya kurang lebih 10 Km, dan kamu menempuhnya menggunakan sepeda motor setiap hari (7 hari). Berdasarkan perhitungan kalkulator jejak karbon Imbangi, maka emisi karbon yang dihasilkan sebesar 0,85 Kg CO2 dan jika diakumulasikan dalam satu bulan sebesar 23,90 Kg CO2, serta 286, 80 Kg CO2 per tahun.

emisi karbon
Hasil perhitungan emisi menggunakan kalkulator jejak karbon Imbangi.

Dari sisi kemasan, barang yang dibeli bisa kamu bawa menggunakan tas sendiri sehingga lebih ramah lingkungan dan minim plastik.

Jadi Mana yang lebih Ramah Lingkungan? Belanja Online atau Belanja Langsung di Tempat?

Mungkin jawaban yang tepat adalah keduanya sama-sama bisa dilakukan dengan cara yang ramah lingkungan. Meski belanja online juga menghasilkan emisi dan sampah dari kemasan barangnya, tetapi sejumlah studi menyatakan bahwa belanja melalui e-commerce menghasilkan jejak karbon yang lebih rendah.

Sederhananya, satu mobil atau truk pengantaran barang belanja online dapat menggantikan banyaknya kendaraan yang digunakan oleh orang-orang untuk membelinya secara langsung. Jadi, alih-alih ada 50 kendaraan/orang yang pergi ke toko untuk membeli barang, jika 50 orang tersebut membeli melalui online, barang mereka dapat diantar dengan satu truk/kendaraan sekali jalan. Artinya, emisi yang dihasilkan lebih sedikit.

Akan tetapi, belanja online juga jadi kurang baik dilakukan apabila ketika seharusnya kamu bisa membeli barang di tempat yang dapat ditempuh dengan jalan kaki, tetapi justru membelinya secara online.

Jadi, jangan sampai kemudahan belanja online membuat kita terlena untuk belanja secara impulsif dan malas yang ternyata justru tidak ramah lingkungan

Baca juga: 7 Tips Mengurangi Jejak Karbon dalam Aktivitas Harian Kita

Hitung Jejak Karbon dengan Mudah Menggunakan Kalkulator Jejak Karbon Imbangi

Kalkulator jejak karbon Imbangi.

Kalau kamu ingin menghitung besar emisi karbon di berbagai aktivitas lainnya, jangan lupa gunakan kalkulator jejak karbon Imbangi. kamu bisa menghitung besar emisi karbon dari penggunaan kendaraan, peralatan listrik, pendingin ruangan, besaran konsumsi listrik, dan kategori perhitungan lainnya.

Penasaran cara pakainya? Segera coba kalkulator jejak karbon Imbangi GRATIS di sini!

Gambar kalkulator jejak karbon.

Ayo Ambil Peranmu Kurangi Emisi Karbon!

Menggunakan Imbangi, kamu bisa menghitung jumlah jejak karbon dari berbagai aktivitas dan menebusnya dengan menanam pohon di lokasi penanaman kami!

Muhamad Iqbal adalah SEO content writer di LindungiHutan dengan fokus pada tulisan-tulisan lingkungan, kehutanan dan sosial.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sedekah Pohon LindungiHutan