Connect with us

Emisi Karbon

Transportasi Ramah Lingkungan, Solusi Kurangi Emisi Karbon

Published

on

Transportasi ramah lingkungan

LindungiHutan Insight

  • Jumlah kendaraan bermotor yang terus meningkat membuat sektor transportasi menjadi salah satu penyumbang emisi karbon terbesar
  • Transportasi ramah lingkungan seperti berjalan kaki, bersepeda, atau kendaraan listrik menjadi solusi mobilitas yang lebih berkelanjutan
  • Penggunaan transportasi ramah lingkungan dan aksi penanaman pohon dapat membantu mengurangi emisi karbon serta menjaga kualitas lingkungan

Konsep transportasi ramah lingkungan, menjadi salah satu alternatif mobilitas yang berkelanjutan. Sebab, data dari BPS (Badan Pusat Statistik) Indonesia, menunjukan dalam beberapa tahun terakhir jumlah kendaran bermotor terus mengalami peningkatan.

Hal ini, diakibatkan karena padatnya penduduk dan mobilitas masyarakat yang semakin tinggi, membuat kebutuhan transportasi terus meningkat.

Berbagai aktivitas sehari-hari mulai dari bekerja, sekolah hingga distribusi barang membuat penggunaan kendaraan semakin masif. sehingga di tahun 2024, jumlah kendaraan bermotor tercatat mencapai 166 juta ddari berbagai jenis kendaraan.

Tanpa disadar transportasi menjadi salah satu penyumbang emisi karbon terbesar di dunia.  Apalagi jika transportasi tersebut berbahan bakar fosil, sehingga menjadi salah satu faktor mempercepat perubahan iklim dan menurunkan kualitas udara. 

Artikel ini akan membahas tentang konsep transportasi ramah lingkungan dan manfaatnya untuk lingkungan.

Mengenal Konsep Transportasi Ramah Lingkungan

konsep transportasi ramah lingkungan

Konsep transportasi ramah lingkungan ini muncul sebagai solusi dari meningkatnya dampak negatif transportasi terhadap lingkungan. 

Secara sederhana, transportasi ramah lingkungan mengacu pada sistem transportasi yang dirancang untuk mengurangi emisi karbon dan polusi udara dibandingkan dengan transportasi yang menggunakan bahan bakar fosil.  

Dalam praktiknya, transportasi ramah lingkungan hadir dalam berbagai bentuk seperti berjalan kaki, bersepeda hingga kendaraan dengan bahan bakar lebih aman yaitu listrik, bahan bakar nabati (biofuel), hidrogen dan gas alam terkompresi (CNG). 

Penggunaan bahan bakar alternatif bagi moda transportasi dinilai lebih ramah terhadap lingkungan karena dapat menghasilkan emisi yang lebih rendah namun tetap mendukung mobilitas masyarakat.

Saat ini, di Indonesia moda transportasi masih didominasi dengan kendaraan berbahan bakar fosil seperti bensin dan solar. Ketika bahan bakar tersebut digunakan pada kendaraan, proses pembakaran ini lah yang menghasilkan emisi karbon dioksida dan berbagai zat polutan lainnya. 

Kemudian, emisi dengan jumlah besar tersebut berkontribusi terhadap pencemaran udara serta peningkatan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer. 

Peran Transportasi dalam Meningkatkan Emisi Karbon

Seiring dengan meningkatnya jumlah kendaraan bermotor dari tahun ke tahun membuat konsumsi bahan bakar fosil semakin meningkat. Ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi menyebabkan emisi karbon terus meningkat, terutama di kota-kota besar.

Berdasarkan data dari International Energy Agency (IEA), di tahun 2024 total emisi CO₂ meningkat sebesar 0,8% dan emisi CO₂ dari pembakaran bahan bakar meningkat sekitar 1%.

Hal ini disebabkan karena proses pembakaran bahan bakar fosil terjadi secara langsung di dalam mesin kendaraan, sehingga menghasilkan emisi karbon yang cukup besar. 

Emisi karbon yang besar dan terjadi terus-menerus menyebabkan dampak buruk yang memengaruhi berbagai aspek lingkungan. 

Salah satu dampak yang paling besar adalah perubahan iklim. Peningkatan gas rumah kaca di atmosfer menyebabkan suhu bumi meningkat dan memicu berbagai perubahan pada sistem iklim global. 

Selain itu, polusi udara dari kendaraan membuat kualitas udara menurun dan dapat memengaruhi kesehatan manusia. Makanya sektor transportasi menjadi sektor yang harus mendapatkan perhatian lebih dalam upaya pengendalian emisi karbon.

Baca juga: Peluang dan Tantangan Perdagangan Karbon bagi Perusahaan di Indonesia

Manfaat Transportasi Ramah Lingkungan

Langkah awal dan yang paling mudah untuk membantu mengurangi emisi karbon berlebih adalah dengan mulai menerapkan penggunaan transportasi ramah lingkungan dalam aktivitas sehari-hari.

Menggunakan transportasi ramah lingkungan dapat memberikan banyak manfaat, diantaranya 

  1. Mengurangi emisi karbon 
  2. Meningkatkan kualitas udara
  3. Lebih hemat energi
  4. Mengurangi eksploitasi SDA secara berlebih 
  5. Mendukung lingkungan yang sehat dan berkelanjutan

Di Indonesia sendiri, penerapan transportasi ramah lingkungan mulai digunakan oleh masyarakat. Hal ini dapat kita lihat di lingkungan sekitar, sudah banyak kendaraan pribadi maupun transportasi umum yang menggunakan bahan bakar listrik. 

Jika semakin banyak masyarakat yang mulai beralih ke transportasi ramah lingkungan, maka upaya menciptakan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan dapat mudah diwujudkan.

Baca juga: 5 Hal tentang Kalkulator Jejak Karbon Imbangi

Peduli Lingkungan dengan Imbangi LindungiHutan

Kesadaran akan lingkungan yang sehat dan mengurangi emisi karbon tidak hanya menjadi tanggung jawab individu saja, tetapi juga para perusahaan yang memproduksi barang dalam jumlah besar. 

Aktivitas produksi, distribusi hingga operasional bisnis sering kali menghasilkan jejak karbon yang cukup tinggi. 

Oleh karena itu, untuk berpartisipasi menjaga kelestarian alam, LindungiHutan menghadirkan program Imbangi. Program ini dapat membantu individu maupun perusahaan dalam menyeimbangkan jejak karbon melalui kegiatan penanaman pohon di wilayah Indonesia. 

Melalui Program Imbangi, baik perusahaan maupun individu dapat berkolaborasi menjaga lingkungan lebih nyata dan menunjukan komitmen terhadap keberlanjutan alam.

LindungiHutan Menanam Lebih dari 1.2 JUTA Pohon di 30+ Lokasi Penanaman Bersama 600+ Brand dan Perusahaan

Apa yang Kami Lakukan?
Butuh Info Lebih Lanjut?
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *