Connect with us

Tutorial

Notaris Adalah: Sejarah, Pengertian, Dasar Hukum, Syarat, Tugas, dan Wewenang (2022)

Published

on

Notaris: Sejarah, pengertian, Tugas dan Wewenang, dasar hukum dan syarat

Sederhananya, notaris adalah pejabat umum yang bertugas untuk membuat akta autentik. Akta yang dikeluarkan oleh notaris adalah bukti kuat dalam suatu proses perkara. Oleh sebab itu, biasanya kita akan bersinggungan dengan notaris ketika hendak membeli tanah ataupun sewaktu membangun properti.

Hingga saat ini, profesi notaris masih banyak digandrungi oleh sarjana hukum, selain karena menjanjikan dari segi finansial, juga merupakan salah satu pekerjaan yang terbilang prestisius.

Pada pembahasan artikel kali ini, kita akan mengulas mengenai sejarah profesi notaris, pengertian, dasar hukum, syarat, serta tugas dan wewenangnya.

Sejarah Singkat Profesi Notaris

Mengutip dari buku Notaris dan Penegakan Hukum oleh Hakim (2015), profesi notaris di Indonesia sudah ada sejak abad ke 17, tepatnya pada tanggal 27 Agustus 1620, Melchior Kerchen, sekretaris dan Collage Van Schepeben di Jakarta diangkat menjadi notariat pertama di Indonesia.

Adapun tugas dan pekerjaan yang dilakukan sesuai dengan sumpah setia yang diucapkan Melchior Kerchen pada waktu pengangkatan di hadapan Baljuw di Kasteel Batavia yaitu mendaftarkan semua dokumen dan akta yang dibuatnya.

Sementara itu, lembaga notariat di Indonesia juga boleh dibilang bukanlah lembaga baru di kalangan masyarakat. Mengingat, umurnya yang kurang lebih sudah 145 tahun sejak berdirinya pada tahun 1860.  

Setelah Indonesia merdeka, 17 Agustus 1945, keberadaan notaris di Indonesia tetap diakui berdasarkan ketentuan pasal II Aturan Peralihan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, yaitu:

Segala peraturan perundang-undangan yang masih tetap berlaku selama belum diadakan yang baru menurut undang-undang dasar ini””. Dengan berdasar kepada pasal II Aturan Peralihan tersebut tetap diberlakukan Reglement op Het Notarisambt in Nederlands Indie.

Kemudian, sejak tahun 1948 kewenangan pengangkatan notaris dilakukan oleh Menteri Kehakiman, berdasarkan Peraturan Pemerintahan (PP) tahun 1948 nomor 60, tanggal 30 Oktober 1948 tentang Lapangan Pekerjaan, Susunan, Pimpinan, dan Tugas Kewajiban Kementerian Kehakiman.

Baca juga: Tutorial Mudah Cek Mutasi DANA (Update 2022)

Pengertian Notaris

Mungkin kamu termasuk salah satu yang sering melihat papan nama di pinggir jalan bertuliskan nama seorang notaris lengkap beserta gelarnya. Namun, tahukah kamu apa yang dimaksud dengan notaris?

Notaris adalah orang yang mendapat kuasa dari pemerintah (dalam hal ini adalah Departemen Kehakiman) guna mengesahkan dan menyaksikan berbagai surat perjanjian, surat wasiat, akta, dan sebagainya. Notaris sebagai pengemban profesi adalah orang yang memiliki keilmuan dan keahlian dalam bidang ilmu hukum dan kenotariatan, sehingga mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang memerlukan pelayanan.

Menurut Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris, dijelaskan bahwa notaris adalah pejabat umum yang berwenang untuk membuat akta autentik dan memiliki kewenangan lainnya sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang ini atau berdasarkan Undang-Undang lainnya.

Adapun maksud dari istilah “Pejabat Umum” menurut buku Etika Profesi Hukum: Edisi Revisi (2021), adalah orang yang dengan kedinasannya dengan korporasi umum yaitu provinsi, daerah, kotapraja, dan lain-Lain, mewakili badan-badan tersebut dalam melaksanakan kewajiban dan tugas yang ada pada kedinasannya.

Dasar Hukum Notaris

Jabatan notaris diatur dalam undang-undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris. Di dalam Undang-Undang Perubahan ini diatur hal-hal seperti:

  • Adanya surat keterangan sehat dari dokter dan psikiater serta perpanjangan jangka waktu menjalani magang dari 12 menjadi 24 bulan,
  • Penambahan kewajiban larangan merangkap jabatan, dan alasan pemberhentian sementara notaris,
  • Pengenaan kewajiban kepada calon notaris yang sedang melakukan magang
  • Penyesuaian sanksi yang diterapkan pada pasal tertentu antara lain, berupa pernyataan bahwa Akta yang bersangkutan hanya memiliki kekuatan pembuktian sebagai akta di bawah tangan (bersifat pribadi), peringatan lisan/tertulis, atau tuntutan ganti rugi kepada notaris,
  • Pembedaan terhadap perubahan yang terjadi pada isi Akta, baik yang bersifat mutlak maupun relatif,
  • Pembentukan majelis kehormatan notaris,
  • Penguatan dan penegasan organisasi notaris,
  • Penegasan untuk menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi dalam pembuatan Akta autentik,
  • Penguatan fungsi, wewenang, dan kedudukan Majelis Pengawas.

Tugas Jabatan Notaris

Setelah memahami definisi notaris dan juga dasar hukumnya, selanjutnya kita juga perlu mengetahui apa saja yang menjadi tugas ataupun kewajibannya. Berdasarkan Pasal 14 dalam UU 30/2004 sebagaimana diubah dengan UU 2/2014, maka tugas atau kewajiban notaris antara lain sebagai berikut:

  • Bertindak amanah, jujur, saksama, mandiri, tidak berpihak, dan menjaga kepentingan yang terkait dengan perbuatan hukum,
  • Membuat Akta dalam bentuk Minuta Akta dan menyimpannya sebagai bagian dari Protokol Notaris,
  • Melekatkan surat dan dokumen serta sidik jari penghadap dalam Minuta Akta,
  • Memberikan pelayanan sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang ini, kecuali ada alasan untuk menolak,
  • Merahasiakan segala sesuatu mengenai Akta yang dibuatnya dan segala keterangan yang diperoleh guna pembuatan Akta sesuai dengan sumpah/janji jabatan, kecuali undang-undang menentukan lain,
  • Menjilid Akta yang dibuatnya dalam 1 bulan menjadi buku yang memuat tidak lebih dari 50 Akta, dan jika jumlah Akta tidak dapat dimuat dalam satu buku, Akta tersebut dapat dijilid menjadi lebih dari satu buku, dan mencatat jumlah Minuta Akta, bulan, dan tahun pembuatannya pada sampul setiap buku,
  • Membuat daftar dari Akta protes terhadap tidak dibayar atau tidak diterimanya surat berharga,
  • Membuat daftar Akta yang berkenaan dengan wasiat menurut urutan waktu pembuatan Akta setiap bulan,
  •  Mencatat dalam repertorium tanggal pengiriman daftar wasiat pada setiap akhir bulan,
  • Mempunyai cap atau stempel yang memuat lambang negara Republik Indonesia dan pada ruang yang melingkarinya dituliskan nama, jabatan, dan tempat kedudukan yang bersangkutan,
  • Menerima magang calon Notaris.

Baca juga: 10+ Cara Mudah Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca

Wewenang Notaris Adalah

Seseorang yang menjabat sebagai notaris tentu memiliki kewenangan dalam menjalankan tugasnya. Adapun menurut Pasal 15 UU 2/2014, notaris memiliki kewenangan sebagai berikut:

  • Mengesahkan tanda tangan dan menetapkan kepastian tanggal surat di bawah tangan dengan mendaftar dalam buku khusus,
  • Membukukan surat di bawah tangan dengan mendaftar dalam buku khusus,
  • Membuat kopi dari asli surat di bawah tangan berupa salinan yang memuat uraian sebagaimana ditulis dan digambarkan dalam surat yang bersangkutan,
  • Melakukan pengesahan kecocokan fotokopi dengan surat aslinya,
  • Memberikan penyuluhan hukum sehubungan dengan pembuatan Akta,
  •  Membuat Akta yang berkaitan dengan pertanahan atau,
  • Membuat Akta risalah lelang.

Syarat menjadi Notaris

Untuk kamu yang berniat menjadi seorang notaris, sebaiknya pahami terlebih dahulu apa saja syarat yang perlu dipenuhi. Persyaratan tersebut diatur dalam pasal 3 UU 2/2014 yaitu sebagai berikut:

  • Warga negara Indonesia,
  • Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
  •  Berumur paling sedikit 27 tahun,
  • Sehat jasmani dan rohani yang dinyatakan dengan surat keterangan sehat dari dokter dan psikiater,
  •  Berijazah sarjana hukum dan lulusan jenjang strata dua kenotariatan,
  • Telah menjalani magang atau nyata-nyata bekerja sebagai karyawan notaris dalam waktu paling singkat 24 bulan berturut-turut pada kantor notaris atas prakarsa sendiri (dapat memilih sendiri kantor yang diinginkan dengan tetap mendapatkan rekomendasi dari organisasi notaris) atau rekomendasi organisasi notaris setelah lulus strata dua kenotariatan,
  • Tidak berstatus sebagai pegawai negeri, pejabat negara, advokat, atau tidak sedang memangku jabatan lain yang oleh undang-undang dilarang untuk dirangkap dengan jabatan notaris,
  • Tidak pernah dijatuhi pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memeroleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 tahun atau lebih.

Itulah penjelasan mengenai profesi notaris. Ternyata, jabatan notaris mempunyai tanggung jawab besar dalam memberikan pelayanannya kepada masyarakat. Barang kali, usai membaca artikel ini kamu berminat untuk berkarier menjadi seorang notaris.

Jangan Lupa Ada Bumi yang Sedang Butuh Pohonmu!

Jangan sampai makin hari tingkat kerusakan hutan semakin meningkat. Tentu hal itu akan membawa dampak buruk bagi kita semua. Makanya, bersama LindungiHutan kamu bisa kok menanam pohon secara online mulai dari Rp10.000, per pohonnya. Mudah bukan?

Muhamad Iqbal adalah SEO content writer di LindungiHutan dengan fokus pada tulisan-tulisan lingkungan, kehutanan dan sosial.

Sedekah Pohon LindungiHutan