Connect with us

Lingkungan

Pengertian Produk Go Green dan 10 Contoh Produknya

Published

on

Arti produk go green dan 10 contohnya

Kerusakan lingkungan menjadi permasalahan yang mendapat perhatian lebih dari pemerintah hingga masyarakat luas khususnya di Indonesia. 

Sampah merupakan salah satu penyebab terjadinya kerusakan lingkungan di sekitar kita. Dikutip dari laman SIPSN (Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional), pada tahun 2022 Indonesia menghasilkan sebanyak 54,62% sampah organik; 38,7% sampah anorganik; dan 6,68% lainnya. Sampah organik terdiri dari sisa-sisa makanan, sedangkan sampah anorganik meliputi kertas/karton, plastik, logam, kain, karet/kulit, dan kaca. 

Saat ini, kasus pencemaran lingkungan belum terselesaikan dengan baik dan masih menjadi tanggung jawab kita bersama. Peran aktif dari pemerintah, perusahaan, dan masyarakat dibutuhkan untuk mengatasi permasalahan ini.

Perusahaan-perusahaan di Indonesia lambat laun telah menyadari pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Perlahan, mereka mengeluarkan produk go green sebagai bentuk kepedulian terhadap alam.

Memahami Konsep Go Green dan Produk Go Green

Konsep go green dan pengertian produk go green
Istilah go green erat sekali dengan lingkungan

Go green merupakan istilah dari bahasa inggris yang berarti menuju kehijauan. Go green seringkali dipakai untuk kampanye lingkungan di masyarakat.

Go green adalah sebuah gerakan yang memperhatikan kelestarian lingkungan. Gerakan ini disebut dengan environmentalisme, yaitu sebuah gerakan untuk pelestarian lingkungan, restorasi, dan memelihara alam sekitar (Sartiyono 2019)

Upaya menyelamatkan bumi dari kerusakan dan pemanasan global wajib kita lakukan bersama. Lantaran, bumi yang kita tempati saat ini semakin panas. 

Future Nature For Our Future. Itulah ungkapan yang seharusnya mendorong kita untuk terus menjaga kelestarian lingkungan di sekitar kita. 

Sejatinya bumi membutuhkan tindakan-tindakan nyata dari  manusia dalam menjaga lingkungan. Misalnya, tidak membuang sampah sembarangan, memakai produk go green, dan tidak merusak alam.

Produk go green adalah produk yang  yang tidak membahayakan manusia dan lingkungan, serta dapat didaur ulang untuk meminimalkan jumlah sampah yang dihasilkan kemudian hari.

Upaya dalam mengurangi jumlah sampah disekitar kita bisa menerapkan prinsip 4R yaitu reduce (mengurangi), reuse (memakai kembali), recycle (mendaur ulang), dan replace (mengganti).

Baca juga: Watson Go Green Tanam 1.000 Pohon di Bali

Apa Saja Produk Go Green

Produk-produk yang sering kita pakai sehari-hari sepatutnya sesuai dengan prinsip berkelanjutan. Mulai dari proses produksi hingga barang tersebut tidak digunakan kembali tidak merusak lingkungan dan dapat didaur ulang lagi. 

Apa saja contoh produk go green yang perlu kita ketahui. Berikut penjelasannya. 

1. Totebag

totebag salah satu produk go green
Totebag merupakan produk go green pengganti kantong plastik yang sering digunakan

Dikutip dari laman SIPSN (Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional), sepanjang tahun 2022, Indonesia menghasilkan sebanyak 38,7% sampah anorganik, 18,19% diantaranya dihasilkan dari sampah plastik.

Menurut Purwaningrum (2016), manusia menghasilkan sebanyak 60-70% sampah organik dan 30-40% sampah anorganik. Pada sampah anorganik, sebanyak 14% disumbang oleh sampah plastik. Jenis sampah kantong kresek atau kantong plastik yang paling banyak ditemukan.

Supermarket di Indonesia sudah menghilangkan kantong plastik sebagai wadah belanjaan konsumen. Melainkan, mereka menyediakan totebag sebagai alternatif kantong belanja dari konsumen.

Poin penting penggunaan totebag adalah bisa digunakan berkali-kali. Apabila kotor dapat dicuci dan digunakan kembali.

Namun, apabila kita berbelanja di pasar atau toko kecil, kantong plastik masih saja sering digunakan. Kita harus berinisiatif membawa totebag dari rumah sebagai upaya pengurangan sampah plastik di lingkungan sekitar kita.

2. Tumbler

tumbler produk go green untuk minuman
Efek jangka panjang penggunaan tumbler baik untuk kesehatan dibanding dengan air minum kemasan

Selain menekan jumlah sampah botol plastik, penggunaan botol minuman pribadi menghasilkan efek jangka panjang yang baik untuk kesehatan. 

Dikutip dari Christiyani (2017), aspek negatif yang dihasilkan dari botol minuman plastik/kemasan menyebabkan penyakit kanker (karsinogenik) karena monomer dari plastik berpindah ke isi kemasan.

Di sekolah, kampus, atau tempat umum lainnya biasanya ditemukan tempat untuk mengisi air minum kembali (refill), sehingga kita tidak perlu membeli air kemasan dan lebih berhemat. 

3. Sedotan dan Alat Makan

sedotan dan alat makan merupakan produk go green yang wajib dimiliki
Penggunaan alat makan dan minum pribadi lebih terjamin kebersihannya

Produk go green satu ini menjadi alternatif bagus untuk pengurangan sampah di bumi ini. Sebab, sedotan dan alat makan plastik sulit terurai dan merusak ekosistem lautan. 

Bagi anak muda yang suka berburu cafe, sedotan hal yang lumrah ditemukan. Sedotan berbahan bambu atau stainless steel memberikan kesan mewah bagi penggunanya. Jangan lupa untuk membersihkan setelah digunakan.

Penggunaan alat makan sendiri lebih terjamin kualitas kebersihannya. Tentunya, mudah dibawa kemana-mana.

4. Kotak Makan

kotak makan produk go green

Daripada menggunakan produk yang sekali pakai, coba beralih ke kotak makan yang bisa dipakai berulang. Makanan yang tidak habis, bisa disimpan terlebih dahulu dan tidak langsung dibuang begitu saja.

Alasan menggunakan produk sekali pakai mungkin karena kepraktisannya. Untuk saat ini, kita bisa memilih jenis kotak makan yang dapat dilipat. Sehingga, praktis dalam penggunaannya.

5. Tisu Daur Ulang

tisu daur ulang produk go green dari bambu
Tisu bahan dasar bambu lebih ramah lingkungan

Tisu menjadi salah satu produk yang banyak menghasilkan sampah berbahan kertas. Tisu dibuat dari olahan kayu yang berasal dari pohon. Penggunaan tisu dengan jumlah banyak mengakibatkan berkurangnya jumlah pohon. 

Dikutip dari laman geometry, tisu yang dijual di Indonesia banyak terbuat dari bahan dasar kayu. Sementara itu, terdapat alternatif lain berupa tisu dari bahan dasar bambu yang lebih ramah lingkungan. Keunggulan produk go green tersebut adalah bahan dasar bambu yang tumbuh 30 kali lebih cepat dibandingkan pohon.

6. Alat Mandi

sikat gigi dari kayu menjadi produk go green
Mulai beralih dari sikat gigi berbahan dasar plastik ke bahan dasar kayu

Sikat gigi sebaiknya diganti setiap tiga bulan. Sikat gigi yang kita gunakan saat ini mayoritas berbahan dasar plastik. Oleh sebab itu sebaiknya perlahan mencoba mengganti dengan sikat gigi berbahan dasar kayu, bambu, atau bahan biodegradable lainnya.

Dilansir dari lama Halodoc, loofah merupakan jenis spons mandi yang terbuat dari alami yaitu labu luffa. Manfaat menggunakan loofah adalah mengangkat kotoran pada kulit, mengangkat sel kulit mati, dan membantu memperlancar pembuluh darah. 

7. Popok Kain

popok kain solusi untuk ramah lingkungan (produk go green)
Penggunaan popok kain bisa dicuci dan digunakan kembali

Popok bayi merupakan kebutuhan yang terus meningkat seiring dengan bertambahnya angka kelahiran bayi. Menurut Prasetyo dkk (2021), waktu yang dibutuhkan untuk popok bayi terurai sempurna yaitu selama 250-500 tahun lamanya.

Penggunaan produk go green seperti popok kain bisa menjadi langkah yang tepat agar limbah tidak menumpuk. Sama halnya seperti totebag, popok kain dapat dicuci berkali-kali dan digunakan lagi.

8. Menstrual Cup dan Menstrual Pad

menstrual cup produk go green yang simple
Produk menstrual cup sebagai alternatif pengganti pembalut

Tak hanya itu, terdapat produk lain seperti menstrual cup dan menstrual pad yang banyak diminati oleh perempuan di Indonesia. Keduanya merupakan produk ramah lingkungan tidak seperti pembalut pada umumnya yang sulit terurai dan membahayakan lingkungan.

9. Sabun dan Shampoo Ramah Lingkungan

sabun herbal menjadi produk go green ramah lingkungan
Penggunaan sabun herbal dapat mengurangi pencemaran air

Sabun yang mengandung deterjen mengakibatkan dampak negatif terhadap lingkungan. Limbah sabun mengakibatkan kualitas air menurun karena adanya pencemaran. 

Sodium lauryl sulfat (SLS) merupakan salah satu surfaktan anionik biasanya terkandung di dalam produk seperti shampoo, sabun, deterjen, maupun produk pembersih lainnya (Fatmawati dkk 2021). Busa yang ditimbulkan berbahaya bagi ekosistem perairan. 

Produk go green berupa sabun herbal dapat dijadikan pengganti bahan pembersih saat ini. Sabun herbal diciptakan menggunakan bahan dasar minyak seperti minyak kelapa, minyak zaitun, minyak kelapa sawit, minyak tumbuhan, dan lainnya.

10. Buah dan Sayuran Organik

buah dan sayuran organik hasil dari produk go green tanpa pestisida
Selain bergizi tinggi, buah dan sayuran organik tanpa pestisida baik

Mengkonsumsi buah dan sayuran tanpa pestisida baik untuk kesehatan kita. Selain aman bagi tubuh, aman juga bagi lingkungan. Pestisida dapat menyebabkan pencemaran tanah dan air.

Baca juga: Tren Produk Ramah Lingkungan dan Pentingnya Perusahaan Menjaga Kelestarian Alam (2022)

Itulah 10 manfaat produk go green yang perlu kamu ketahui. Selain berdampak positif bagi lingkungan, penggunaan produk ramah lingkungan juga baik untuk kesehatan. Yuk, perlahan kita beralih untuk menggunakan produk-produk ramah lingkungan!

FAQ

Apa itu produk go green?

produk yang  yang tidak membahayakan manusia dan lingkungan, serta ramah lingkungan dan dapat didaur ulang untuk meminimalkan jumlah sampah yang dihasilkan kemudian hari.

Apa saja contoh produk ramah lingkungan?

totebag, tumbler, sedotan, alat makan, kotak makan, tisu daur ulang, alat mandi, popok kain dan lain-lain

Ana Salsabila adalah Junior SEO Content Writer di LindungiHutan yang berpengalaman dalam penulisan artikel tentang lingkungan dan kehutanan.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *